facebook

Perbedaan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah, Sama-Sama Amalan Utama Bulan Dzulhijjah

Farah Nabilla
Perbedaan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah, Sama-Sama Amalan Utama Bulan Dzulhijjah
Perbedaan puasa Tarwiyah dan puasa Arafah (Pixabay)

Pada bulan Dzulhijjah, umat Muslim dianjurkan untuk melaksanakan ibadah puasa sunnah yang dinamakan puasa sunnah tarwiyah dan puasa sunnah arafah.

Sebagai salah satu bulan yang penuh dengan rahmat, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Mulai dari amalan untuk melakukan sedekah, melaksanakan sholat sunnah, membaca Al-Quran, hingga dzikir. Tidak hanya itu, umat Muslim juga dianjurkan untuk melaksanakan ibadah puasa sunnah yang dinamakan puasa tarwiyah dan puasa arafah.

Kedua jenis puasa tersebut sama-sama dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah. Namun, tidak sedikit umat Muslim yang belum memahami dengan baik maksud dari pelaksanaan puasa tarwiyah dan puasa arafah, juga perbedaan antara keduanya.

Berikut Suara.com rangkum makna puasa hari Tarwiyah dan Arafah, serta perbedaannya.

Arti Hari Tarwiyah dan Hari Arafah

Baca Juga: Harga Hewan Kurban Melejit Hampir Dua Kali Lipat, Imbasnya Pedagang di Wakatobi Keluhkan Sepi Pembeli

Hari Tarwiyah dan Arafah merupakan hari yang istimewa di bulan Dzulhijjah. Hari Tarwiyah merupakan hari yang jatuh pada tanggal 8 Dzulhijjah, sedangkan tanggal 9 Dzulhijjah disebut dengan hari Arafah.

Kedua hari tersebut merupakan puncak dari ibadah haji, dan merupakan hari yang bersejarah serta istimewa. Pada hari tersebut, umat Muslim yang melaksanakan ibadah haji berkumpul di Tanah Suci Makkah. Di dua hari tersebut, semua jemaah haji melebur menjadi satu, menjadi sama dan hilang semua perbedaan yang ada di dunia.

Umat Muslim yang melaksanakan ibadah haji juga melakukan renungan dan memperbanyak amalan dengan memanjatkan doa serta harapan. Hal tersebut dikaitkan dengan hari Tarwiyah di mana hari ke delapan Dzulhijjah ini memang memiliki makna berpikir dan merenung,

Sementara, untuk hari Arafah, kata Arafah sendiri diambil dari kata i’tiraf yang berarti pengetahuan. Di mana pada hari tersebut, umat Muslim mengetahui dan membenarkan Allah sebagai Al-Haqq, yaitu satu-satunya Tuhan yang harus disembah dan merupakan dzat Yang Maha Agung.

Sebagian ulama yang lain menyebut bahwa Arafah diambil dari kata Arafa yang artinya baru yang harum. Hal tersebut dikaitkan dengan orang-orang yang berhaji merupakan orang yang bertaubat kepada Allah dan mensucikan diri dari perbuatan dosa.

Baca Juga: Tarekat Naqsabandiyah di Sumut Idul Adha Jumat 8 Juli 2022

Perbedaan Puasa Tarwiyah dan Arafah

Komentar