Pemanasan Global Hambat Upaya Pengendalian Polusi Udara, Mengapa Demikian?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 13 Juni 2025 | 11:19 WIB
Pemanasan Global Hambat Upaya Pengendalian Polusi Udara, Mengapa Demikian?
Ilustrasi polusi udara (Pexels.com/Natalie Dmay)

Suara.com - Pemanasan global bukan hanya soal kenaikan suhu. Penelitian baru dari MIT menunjukkan bahwa perubahan iklim bisa menyulitkan kita mengendalikan ozon permukaan tanah—komponen utama kabut asap yang berbahaya bagi kesehatan.

Studi ini membuka pandangan baru tentang bagaimana strategi pengurangan emisi perlu disesuaikan di masa depan. Sebab, dampaknya tidak akan seragam di seluruh dunia.

Ozon permukaan tanah berbeda dengan ozon di stratosfer yang melindungi kita dari sinar ultraviolet. Ozon ini terbentuk melalui reaksi kimia yang kompleks, melibatkan nitrogen oksida (NOx) dan senyawa organik yang mudah menguap, dipicu sinar matahari.

Ozon di permukaan ini bisa menyebabkan penyakit pernapasan, jantung, bahkan kematian dini.

“Itulah sebabnya Anda cenderung memiliki hari-hari dengan ozon yang lebih tinggi saat cuaca hangat dan cerah,” jelas Emmie Le Roy, mahasiswa pascasarjana di Departemen Ilmu Bumi, Atmosfer, dan Planet (EAPS) MIT sekaligus penulis utama studi ini.

Dalam simulasi mereka, Le Roy dan tim menemukan bahwa di wilayah seperti Amerika Utara bagian timur dan Eropa Barat, pemanasan global justru membuat ozon permukaan tanah jadi kurang responsif terhadap pemotongan emisi NOx. Artinya, butuh pengurangan emisi yang jauh lebih besar untuk mencapai dampak kualitas udara yang sama.

Namun hasilnya berbeda di Asia Timur Laut. Di kawasan ini, pemangkasan emisi justru akan semakin efektif mengurangi kadar ozon permukaan tanah di masa depan.

Para peneliti menggunakan gabungan model iklim dan model kimia atmosfer. Model iklim mensimulasikan faktor meteorologi seperti suhu dan angin dari tahun ke tahun, sementara model kimia menghitung pergerakan dan interaksi senyawa kimia di atmosfer.

“Perencanaan kualitas udara di masa mendatang harus mempertimbangkan bagaimana perubahan iklim memengaruhi kimia polusi udara. Kita mungkin memerlukan pemotongan emisi nitrogen oksida yang lebih tajam untuk mencapai tujuan kualitas udara yang sama,” ujar Le Roy.

baca juga

Peneliti utama lainnya adalah Anthony Y.H. Wong, Sebastian D. Eastham, Arlene Fiore, dan Noelle Selin, profesor dari Institute for Data, Systems, and Society (IDSS) dan EAPS. Studi ini dipublikasikan di jurnal Environmental Science and Technology.

Mereka memfokuskan simulasi pada tiga kawasan dengan tingkat polusi historis tinggi dan jaringan pemantauan kuat: Amerika Utara bagian timur, Eropa Barat, dan Tiongkok timur laut. Untuk melihat dampak perubahan iklim, mereka membandingkan skenario pemanasan tinggi dan rendah pada periode 2080–2095, dengan kondisi historis antara 2000–2015.

Le Roy mengakui, salah satu tantangan terbesar adalah variabilitas alami iklim dari tahun ke tahun. Untuk mengatasi hal itu, mereka melakukan lima simulasi paralel selama 16 tahun, menghasilkan total 80 tahun data untuk setiap skenario.

Ilustrasi pemanasan global (Pixabay.com/ geralt)
Ilustrasi pemanasan global (Pixabay.com/ geralt)

Hasilnya menunjukkan bahwa di Amerika Utara dan Eropa Barat, meningkatnya suhu menyebabkan pelepasan nitrogen oksida alami dari tanah lebih besar. Ini membuat emisi tambahan dari aktivitas manusia jadi kurang berdampak terhadap pengurangan ozon.

“Hal ini menunjukkan betapa pentingnya meningkatkan representasi biosfer dalam model-model ini untuk lebih memahami bagaimana perubahan iklim dapat memengaruhi kualitas udara,” kata Le Roy.

Di sisi lain, kawasan Asia Timur Laut menunjukkan bahwa pengurangan emisi industri akan lebih efektif mengurangi ozon, walaupun itu juga menandakan bahwa kadar ozon secara umum lebih tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lima Tantangan Iklim Global, Saatnya Gerakan Lintas Iman Bersatu Lindungi Hutan Tropis

Lima Tantangan Iklim Global, Saatnya Gerakan Lintas Iman Bersatu Lindungi Hutan Tropis

News | Jum'at, 13 Juni 2025 | 10:27 WIB

Pemerintah Gaet Investasi Hijau Rp300 Triliun Lewat Skema ESG

Pemerintah Gaet Investasi Hijau Rp300 Triliun Lewat Skema ESG

News | Jum'at, 13 Juni 2025 | 09:37 WIB

Bawa Botol Minum Sendiri: Kebiasaan Kecil yang Selamatkan Laut dan Iklim

Bawa Botol Minum Sendiri: Kebiasaan Kecil yang Selamatkan Laut dan Iklim

Your Say | Kamis, 12 Juni 2025 | 13:14 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×