Citayam Fashion Week di Sudirman Mengapa Diusik? Iri Bilang Bos

Iwan Supriyatna, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Sabtu, 09 Juli 2022 | 10:09 WIB
Citayam Fashion Week di Sudirman Mengapa Diusik? Iri Bilang Bos
Ilustrasi fenomena ABG Citayam di Sudirman (Foto: Tangkapan layar YouTube Sipasan Channel)

Suara.com - Kumpulan remaja belasan tahun di kawasan Jalan Sudirman atau Dukuh Atas menjadi fenomena baru. Mereka berkumpul atau nongkrong dengan gaya pakaian yang nyentrik. Bahkan saking populernya aksi mereka, menciptakan sebuah istilah yang dikenal dengan 'Citayam Fashion Week.'

Meskipun diketahui mereka tak semuanya berasal dari Citayam. Mereka ada juga yang berasal dari daerah penyangga Ibu Kota, seperti kawasan Bekasi.

Namun, cara mereka mengekpresikan diri lewat gaya pakaiannya dengan nongkrong di kawasan Jalan Sudirman, nyatanya tak selalu dipandang positif.

Di media sosial mereka dibully, dengan banyak sebutan, bau matahari, minimal mandi, disebut wabah, dan fashion udik. Bahkan dianggap membuat kawasan Jalan Sudirman tidak indah lagi. Seperti yang diunggah salah satu pengguna akun Instagram yang menuliskan, 'Sudirman tidak menjadi estetik lagi, karena dipenuhi oleh anak-anak Citayem.'

Banyak juga yang tidak mempersalahkan keberadaan mereka, dengan menganggap bagian dari proses masa remaja. Namun, remaja 'Citayam' diminta untuk disiplin menjaga kebersihan.

Di media sosial beberapa masyarakat yang biasa melintas di kawasan Jalan Sudirman, mengeluhkan sikap mereka yang membuang sampah sembarangan, sehingga dinilai mengotori.

Tak diketahui secara pasti kapan, 'Citayam Fashion Week' menjadi populer seperti sekarang ini, hingga menarik perhatian. Bahkan Polsek Metro Menteng turut menyoroti keberadaan mereka di wilayah kerjanya.

Saat dihubungi Suara.com, Kapolsek Metro Menteng, Kompol Netty Rosdiana Siagian berkata bakal membubarkan mereka, jika tetap berkumpul di atas jam 10 malam. Netty beralasan pembubaran itu sesuai dengan PPKM Level 1 yang berlaku di DKI Jakarta.

Alasan lainnya, kata Netty, karena kawasan Jalan Sudirman merupakan jalur protokol. Di samping itu para remaja 'Citayam' juga dikhawatirkan mengakibatkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

baca juga

"Kami antisipasi gangguan kamtibmas. Orang semakin larut malam, orang berpikirnya semakin negatif. Biar jelas itu," kata Netty kepada Suara.com, Jumat (8/7/2022).

Kendati demikian Netty mengatakan, para remaja 'Citayam,' tetap diperbolehkan nongkrong di kawasan Jalan Sudirman, dengan catatan di bawah jam 10 malam.

"Ya monggo (silakan) saja, (tapi) jam 10 malam sudah harus bubar. (Dasarnya) kembali ke PPKM Level 1," kata dia.

Saat dihubungi Suara.com, Netty mempertanyakan mengapa para remaja Citayam harus berkumpul di kawasan Jalan Sudirman.

"Kenapa tidak ke Parung sana atau ke Bogor?" kata dia.

Netty juga menyinggung, gaya berpakaian remaja Citayam.

"Pakaian mereka kayak gimana itu? Bikin Tiktok begitu," ujarnya.

Terpisah, Wakil Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Rivanlee Anandar mengkritisi sikap Kapolsek Metro Menteng itu yang mempertanyakan, mengapa para remaja Citayam harus nongkrong di kawasan Jalan Sudirman.

Rivanlee menyebut, pertanyaan itu sebagai cara pandang klasis atau membedakan kelas.

"Pernyataan ini menunjukan cara pandang yang klasis, seolah hanya kelas tertentu, atau dalam konteks ini, ruang publik di Jakarta hanya boleh digunakan orang KTP Jakarta saja. Padahal, semestinya terbuka bagi semua kalangan," kata dia.

Rivanlee juga mengkritisi pernyataan Netty yang menyinggung gaya berpakaian para remaja Citayam yang menurutnya mengarah ke standarisasi gaya berpakaian.

"Standardisasi ini juga berbahaya mengingat pakaian perihal selera, bukan sesuatu yang dipaksa atau dirujuk oleh negara. Bahayanya, standardisasi pakaian akan melahirkan stigma yang seolah berbicara kalau tidak berpakaian tertentu dianggap melanggar norma," ujarnya.

Di lain sisi, kata Rivanlee, pernyataan Netty menggambarkan darurat kebebasan sipil.

"Semestinya tak perlu sampai direspon demikian berlebihan. Jika fokus pada PPKM, tetaplah pada aturan tersebut. Tetapi, karena membahas ke hal lain, jadi turut menjelaskan cara pandang polisi tak hanya soal PPKM, melainkan diskriminatif," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Haris Azhar menilai sikap polisi yang akan membubarkan mereka, jika melewati jam 10 malam, dengan alasan penerapan PPKM Level 1, tidak berdasar.

"Alasan PPKM tidak berlaku di ruang terbuka. Di bagian mana soal PPKM yang mewajibkan negara membubarkan kumpulan warga seperti itu? Apa bedanya dengan kereta api dan lain-lain?" kata dia.

Menurutnya polisi terlalu berlebihan merespons sesuatu yang ramai di masyarakat. Fenomena remaja 'Citayam' berkumpul di kawasan Jalan Sudirman merupakan hak mereka menikmati ruang terbuka.

"Itu soal ruang gerak warga sipil. Itu hak mereka untuk menikmati ruang terbuka, taman, fasilitasi publik. Sebenarnya ini soal sederhana saja. Biar pun ada laporan kalau mereka tidak lakukan kejahatan ya tidak boleh dibubarkan," jelas Haris.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, pada Kamis (7/8/2022) lalu, mengatakan, remaja yang berkumpul di Jalan Sudirman merupakan bagian demokrasi jalan. Semua warga dapat menikmati fasilitas Pemprov DKI Jakarta. Tak harus kalangan ekonomi menengah ke atas. Semua golongan dapat menikmatinya.

"Bukan saja mereka yang bekerja di kawasan ini (Jalan Sudirman) yang bisa berjalan kaki leluasa tapi warga Jabodetabek juga menikmati pemandangan gedung-gedung tinggi satu-satunya di republik ini," ujar Anies.

Menurutnya, keberadaan fasiltas yang ada di kawasan Jalan Sudirman, menjadi ruang ketiga untuk mempersatukan dan menyetarakan warga.

"Kita mencoba membuat ruang yang mempersatukan, ruang ketiga yang menyetarakan, dan biarkan mereka menikmati tempat ini dengan caranya masing-masing," ujar Anies.

Namun, Anies mengingatkan agar masyarakat yang mengunakan fasilitas yang ada, termasuk remaja Citayam, untuk tetap menjaga kebersihan, ketertiban, dan protokol kesehatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Meme Pelesetan Lirik Lagu, Bikin Orang Tertawa

10 Meme Pelesetan Lirik Lagu, Bikin Orang Tertawa

Entertainment | Sabtu, 09 Juli 2022 | 01:00 WIB

Aksinya Viral di Media Sosial, Terduga Pelaku Mesum Berpakaian Nyentrik di Transjakarta Akhirnya Ditangkap

Aksinya Viral di Media Sosial, Terduga Pelaku Mesum Berpakaian Nyentrik di Transjakarta Akhirnya Ditangkap

Kaltim | Sabtu, 09 Juli 2022 | 07:30 WIB

Cerita Pilu Istri Ajak Anak Makan Bakso Malah Dapati Suami Bersama Selingkuhan

Cerita Pilu Istri Ajak Anak Makan Bakso Malah Dapati Suami Bersama Selingkuhan

Bali | Jum'at, 08 Juli 2022 | 19:10 WIB

Terkini

DPR-Pemerintah Sepakati Nasib Guru PPPK, Peluang PNS dan Status Full Time Terbuka 2027

DPR-Pemerintah Sepakati Nasib Guru PPPK, Peluang PNS dan Status Full Time Terbuka 2027

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:32 WIB

Nekat Kabur Ketika Hendak Dibawa ke Rutan, Begini Nasib Tahanan Pencurian di PN Serang

Nekat Kabur Ketika Hendak Dibawa ke Rutan, Begini Nasib Tahanan Pencurian di PN Serang

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:31 WIB

Jamuan Rakyat Hilangkan Sekat Pemerintah dan Masyarakat

Jamuan Rakyat Hilangkan Sekat Pemerintah dan Masyarakat

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:31 WIB

Hierarki dalam Selera Buku: Mengapa Bacaan Ringan Kerap Dipandang Rendah?

Hierarki dalam Selera Buku: Mengapa Bacaan Ringan Kerap Dipandang Rendah?

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:30 WIB

5 Cara Menyimpan Sepatu agar Tidak Berjamur, Bebas Bau Apek

5 Cara Menyimpan Sepatu agar Tidak Berjamur, Bebas Bau Apek

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:30 WIB

Beda dari yang Lain! 5 Spot Unik di Pontianak Siap Bikin Anda Takjub

Beda dari yang Lain! 5 Spot Unik di Pontianak Siap Bikin Anda Takjub

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:28 WIB

DPR Dorong Finalisasi Perpres Ojol Akhir Agustus Ini, Perkuat Perlindungan Pengojek dan Kurir

DPR Dorong Finalisasi Perpres Ojol Akhir Agustus Ini, Perkuat Perlindungan Pengojek dan Kurir

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:25 WIB

Gempa M 7,7 Guncang Flores, Dedie A. Rachim Inventarisir Sekolah dan Tempat Ibadah Terdampak

Gempa M 7,7 Guncang Flores, Dedie A. Rachim Inventarisir Sekolah dan Tempat Ibadah Terdampak

Bogor | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:21 WIB

Pegang Pantat Mahasiswi, Karyawan Hotel Ini Dicokok Warga

Pegang Pantat Mahasiswi, Karyawan Hotel Ini Dicokok Warga

Bali | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:18 WIB

FIFA Ikut Bersuara, PSSI Minta Suporter Setop Serang Pemain dan Keluarga

FIFA Ikut Bersuara, PSSI Minta Suporter Setop Serang Pemain dan Keluarga

Bola | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:13 WIB

×