Soal Penokohan Dirinya yang Digaungkan PKS, Salim Segaf: Itu Berbeda Dengan Pencapresan

Agung Sandy Lesmana, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 12 Juli 2022 | 10:28 WIB
Soal Penokohan Dirinya yang Digaungkan PKS, Salim Segaf: Itu Berbeda Dengan Pencapresan
Soal Penokohan Dirinya yang Digaungkan PKS, Salim Segaf: Itu Berbeda Dengan Pencapresan . (Suara.com/Novian)

Suara.com - Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Aljufri, menjelaskan terkait dengan penokohan dirinya oleh partai agar bisa muncul ke publik jelang Pemilu 2024. Menurutnya, penokohan tersebut berbeda dengan pengusungan tokoh sebagai calon presiden atau capres.

"Penokohan itu berbeda kalau pencapresan pasti ada beberapa partai yang sepakat," kata Salim ditemui di Kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Selasa (12/7/2022).

Penokohan tersebut, kata Salim, pernah dilakukan PKS pada 2019 yang lalu. Kala itu memang ada 9 tokoh yang dimunculkan ke publik.

"Jadi maksud penokohan itu ya ketua majelis syuro itu harus muncul dalam kancah nasional. Hadir di di semua lini titik ya seperti tokoh-tokoh lain. Nanti dilihat dievaluasi kira-kira setelah 6 bulan Setahun ya peluangnya bagaimana," ungkapnya.

Menurutnya, PKS dan dirinya sendiri akan realitis jika penokohan tersebut tidak berdampak pada elektabilitas dan lainnya. Ia mengatakan, makna penokohan tersebut sangat banyak.

"Kalau popularitasnya masih rendah, elektabilitas masih rendah ya kami juga sadar, kita tahu kalau ke depan tidak 20 persen umpannya 79 persen ya kita lihat nanti. Kalau ke depan oh tokoh PKS layak untuk jadi wapresnya umpannya gitu bisa memenangkan ya oke juga itu perlu waktu," tuturnya.

"Jadi penokohan ini banyak makna, banyak arti dan banyak, di samping juga sosialisasi tentang lambang partai yang baru. Ini lambang partai baru kan perlu waktu dengan penokohan tadi muncul lambang partai, muncul tokoh-tokoh PKS yang di daerah. Semuanya muncul bersama-sama," sambungnya.

Penokohan

PKS mulai memberikan gebrakan memunculkan tokoh-tokoh internalnya ke publik. Meski diketahui memang kontestasi Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 masih terbilang lama.

Majelis Syura PKS meminta ketuanya yakni Salim Segaf Al Jufri untuk gencar tampil di hadapan publik.

Hal itu diputuskan dalam Musyawarah Majelis Syura IV pada Rabu (30/6/2021). Musyawarah dihadiri 80 anggota Majelis Syura (forum tertinggi partai) dan dilakukan secara hibrid, daring dan luring dengan protokol kesehatan.

"Masyarakat perlu tahu bahwa PKS sebagai partai oposisi hadir di tengah penderitaan rakyat. Saatnya tokoh kunci PKS dikenal publik secara luas," kata Ketua Bidang Humas DPP PKS Ahmad Mabruri kepada wartawan, Kamis (1/7/2021).

Selain itu, dalam musyawarah tersebut juga menyoroti krisis kesehatan dan krisis keteladanan yang terjadi saat ini. Pemerintah masih kewalahan menghadapi serangan Covid-19 dan variannya.

"Belum ada langkah sistematis dan terukur. Dalam masalah hukum rakyat masih merasakan diskriminasi dan ketidakadilan penegak hukum," tuturnya.

Lebih lanjut, Mabruri mengatakan, PKS senantiasa membuka diri melalukan silahturahmi untuk kemajuan bangsa.

"PKS percaya bangsa Indonesia akan mampu menghadapi segala tantangan dan bangkit kembali, jika tampil sosok yang mempersatukan segala kekuatan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menyongsong Pemilu 2024, Puan Maharani Mengaku Rasakan Getaran Rakyat Saat Turba

Menyongsong Pemilu 2024, Puan Maharani Mengaku Rasakan Getaran Rakyat Saat Turba

Bekaci | Senin, 11 Juli 2022 | 21:51 WIB

Asal Cocok, Partai Demokrat Terbuka Berkoalisi dengan NasDem dan PKS

Asal Cocok, Partai Demokrat Terbuka Berkoalisi dengan NasDem dan PKS

News | Senin, 11 Juli 2022 | 19:23 WIB

Soal Kemesraan Gerindra - PKB, Salim Segaf PKS: Selagi Belum Deklarasi, yang Dekat Bisa Jauh dan Bubar

Soal Kemesraan Gerindra - PKB, Salim Segaf PKS: Selagi Belum Deklarasi, yang Dekat Bisa Jauh dan Bubar

News | Senin, 11 Juli 2022 | 15:35 WIB

Demokrat: Usung AHY Jadi Capres Baru Sebatas Keinginan Simpatisan Bukan Resmi

Demokrat: Usung AHY Jadi Capres Baru Sebatas Keinginan Simpatisan Bukan Resmi

News | Senin, 11 Juli 2022 | 15:03 WIB

Terkini

Kabar Duka dari Raja Thailand, Putrinya Bajrakitiyabha Mahidol Meninggal Dunia

Kabar Duka dari Raja Thailand, Putrinya Bajrakitiyabha Mahidol Meninggal Dunia

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:18 WIB

Habis Dibombardir, Donald Trump Umumkan Damai dengan Iran

Habis Dibombardir, Donald Trump Umumkan Damai dengan Iran

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:08 WIB

Namanya Terseret Pusaran Kasus Korupsi MBG, Kapolres Metro Bekasi Akhirnya Buka Suara

Namanya Terseret Pusaran Kasus Korupsi MBG, Kapolres Metro Bekasi Akhirnya Buka Suara

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:48 WIB

BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Demo di Bundaran HI Hari Ini, Kondisi Ekonomi Jadi Sorotan

BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Demo di Bundaran HI Hari Ini, Kondisi Ekonomi Jadi Sorotan

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:34 WIB

Kasus Suap Bea Cukai Blueray, Kenapa Seret Nama Raffi Ahmad?

Kasus Suap Bea Cukai Blueray, Kenapa Seret Nama Raffi Ahmad?

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:30 WIB

Jakarta Menuju 5 Abad: Kota Global Bukan Cuma Soal Megahnya Pencakar Langit

Jakarta Menuju 5 Abad: Kota Global Bukan Cuma Soal Megahnya Pencakar Langit

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:11 WIB

Impunitas Menguat! Vonis Ringan TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Adalah 'Mock Trial' yang Zalim

Impunitas Menguat! Vonis Ringan TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Adalah 'Mock Trial' yang Zalim

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 06:58 WIB

Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI

Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 00:04 WIB

Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami

Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 22:48 WIB

Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih

Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:43 WIB