Polisi Australia Berhasil Membongkar Sindikat Kartel Kokain Kolumbia

Siswanto | ABC | Suara.com

Minggu, 24 Juli 2022 | 14:46 WIB
Polisi Australia Berhasil Membongkar Sindikat Kartel Kokain Kolumbia
Ilustrasi narkotika [shutterstock]

Suara.com - Polisi menangkap delapan pria dan seorang wanita dalam penggerebekan sindikat kartel kokain Kolombia di Darwin, Brisbane, dan Sydney, Australia.

Sebuah laboratorium kokain rahasia di pedalaman Queensland juga berhasil ditutup.

Kepolisian Federal Australia (AFP) menyatakan penangkapan itu terjadi di New South Wales (NSW), Northern Territory (NT), dan Queensland pada Kamis (21/07) malam, dan berhasil mengganggu operasi jaringan narkoba internasional Australia.

Seorang pria berusia 33 tahun yang ditangkap di luar sebuah pusat kebugaran di Darwin diduga menjalankan aktivitas kelompok kejahatan terorganisasiAmerika Selatan di Australia.

"Pria ini diduga menerima instruksi dari luar negeri tentang pengiriman kokain yang diselundupkan ke NSW," kata AFP dalam sebuah pernyataan.

Surat perintah penggeledahan dilaksanakan di rumah pria itu, dan polisi berhasil mereka menyita uang tunai, perangkat elektronik, dan steroid.

Sebuah perahu speedboat sepanjang 7,8 meter juga disita dari kediaman tersangka di wilayah Top End, karena diyakini sebagai alat kejahatan."

"AFP sedang menyelidiki apakah perahu itu digunakan untuk mengambil narkoba yang sebelumnya dijatuhkan di laut, ratusan kilometer di lepas pantai NT," kata polisi.

"Seorang pria berusia 30 tahun asal Gold Coast juga turut ditangkap di Darwin dan didakwa atas dugaan keterlibatannya dalamoperasi," demikian ditambahkan.

Dikatakan, lima pria lainnya dan seorang wanita ditangkap di Queensland semalam, termasuk dua pria di sebuah rumah pedesaan di Durong, sekitar 300 kilometer barat laut Brisbane, di mana mereka diduga menjalankan laboratorium narkoba untuk memproduksi kokain dalam jumlah komersial.

Asisten Komisaris AFP, Kirsty Schofield, menjelaskan penyelidikan inovatif dan mendalam di tiga negara bagian telah memberikan pukulan signifikan bagi sindikat kejahatan yang beroperasi di Australia.

"Ini adalah kelompok kejahatan terorganisir yang canggih, ambisius dan kejam yang dapat memerintahkan pergerakan ratusan kilogram kokain hanya dengan satu panggilan telepon," katanya.

"Investigasi ini telah menghentikan pengedaran kokain dalam jumlah besar ke banyak distributor yang akhirnya beredar di jalan-jalan Australia," jelasnya.

Polisi mengatakan kokain yang disembunyikan dalam zat lain di dalam ember plastikdiduga dikirim antara Sydney dan Durong.

Diproduksi oleh Farid Ibrahim dari artikel ABC News.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?

Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:26 WIB

Aiptu YS Diduga Jadi Broker Proyek Rp16 M di Bekasi, IPW Desak PTDH dan Tersangka

Aiptu YS Diduga Jadi Broker Proyek Rp16 M di Bekasi, IPW Desak PTDH dan Tersangka

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:05 WIB

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:05 WIB

Singgung Kasus Rocky Gerung, Todung Tak Yakin Saiful Mujani Berakhir di Pengadilan

Singgung Kasus Rocky Gerung, Todung Tak Yakin Saiful Mujani Berakhir di Pengadilan

News | Kamis, 23 April 2026 | 21:58 WIB

Perintah 'Tembak Mati' Donald Trump: Selat Hormuz di Ambang Perang Terbuka!

Perintah 'Tembak Mati' Donald Trump: Selat Hormuz di Ambang Perang Terbuka!

News | Kamis, 23 April 2026 | 21:45 WIB

Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Penyimpangan dan Pengelolaan Tambang

Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Penyimpangan dan Pengelolaan Tambang

News | Kamis, 23 April 2026 | 21:29 WIB

Bantargebang di Ambang Kolaps, DPRD DKI Desak Strategi Pengelolaan Sampah Segera Dieksekusi

Bantargebang di Ambang Kolaps, DPRD DKI Desak Strategi Pengelolaan Sampah Segera Dieksekusi

News | Kamis, 23 April 2026 | 21:24 WIB

Dikaitkan dengan Kasus Kuota Haji, Khalid Basalamah Tegaskan Tak Pernah Interaksi dengan Gus Yaqut

Dikaitkan dengan Kasus Kuota Haji, Khalid Basalamah Tegaskan Tak Pernah Interaksi dengan Gus Yaqut

News | Kamis, 23 April 2026 | 21:17 WIB

Gus Lilur Gaungkan 'Abuktor' di Muktamar NU 2026: Syarat Mutlak Pemimpin PBNU Bebas Korupsi

Gus Lilur Gaungkan 'Abuktor' di Muktamar NU 2026: Syarat Mutlak Pemimpin PBNU Bebas Korupsi

News | Kamis, 23 April 2026 | 20:33 WIB

Hari Bumi: BNI Rehabilitasi 50 Hektare Mangrove di Banyuwangi, Berikan Dampak Ekonomi ke 5.000 Warga

Hari Bumi: BNI Rehabilitasi 50 Hektare Mangrove di Banyuwangi, Berikan Dampak Ekonomi ke 5.000 Warga

News | Kamis, 23 April 2026 | 20:32 WIB