Kopda Muslimin Tewas, Akhir Pelarian Dalang Penembakan Istri Sendiri

Rifan Aditya | Suara.com

Kamis, 28 Juli 2022 | 15:48 WIB
Kopda Muslimin Tewas, Akhir Pelarian Dalang Penembakan Istri Sendiri
Kopda Muslimin (Foto: dok. Kapendam IV/Diponegoro)

Ketika 22 Juli 2022, tim gabugan Polda Jateng berhasil meringkus para eksekutor penembak Rina Wulandari. Mereka lantas mengaku bahwa otak rencana jahat ini adalah Kopda Muslimin.

Total ada 4 pelaku yang ditangkap, polisi juga menyita 2 sepeda motor, satu senjata api dan empat amunisi.

S alias Babi, eksekutor, mengaku bahwa dia dan pelaku lain dipandu oleh Muslimin untuk membunuh Rina. Babi dkk menuturkan bahwa eksekusi penembakan seharusnya saat Rina baru keluar rumah bukan ketika pulang.

"Skenarionya ditembak sebelum berangkat jemput ke sekolah, waktu tidak ada anaknya. Sempat dimarahi, disuruh tembak lagi. Kemudian balik lagi untuk tembak yang kedua kali," ungkap S.

Ia menambahkan bahwa Muslimin berpesan agar menembak di bagian kepala dan jangan sampai kena anaknya. Peristiwa penembakan ini terpantau CCTV di sekitar TKP.

Belakangan terungkap, Muslimin telah 4 kali berusaha melakukan percobaan pembunuhan terhadap istrinya sendiri melalui perantara pembunuh bayaran.

"Sudah sekitar 1 bulan lalu suami korban memerintahkan dengan target menewaskan istrinya," kata Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol.Ahmad Luthfi di Semarang, Senin (18/7).

Upaya pembunuhan itu dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari meracuni Rini, aksi pencurian di rumah korban dengan target menghabisi nyawa Rina Wulandari hingga santet. Terakhir, aksi penembakan tersebut.

Kopda Muslimin telah mengenal dekat para pelaku penembakan. S, eksekutor, mengaku bahwa telah lama mengenal Kopda Muslimin.

"Istri saya ikut kerja dengan Bang Muslimin," kata S.

S mengaku, Muslimin punya bisnis judi togel. S juga mengaku sering mabuk bersama Kopda Muslimin di tempat usahanya itu.

Jadi Buronan, Bawa Kabur Uang Mertua

Pasca penembakan, Rina Wulandari lalu dibawa ke RS Hermina Banyumanik kemudian dirujuk ke RSUP dr Kariadi Semarang untuk mendapat perawatan. Kabarnya, Muslimin sempat berada di rumah sakit mendampingi istri, namun sosoknya kemudian menghilang.

Sementara Rina berhasil selamat dan kondisinya semakin membaik. Kondisi psikis Rina dan anaknya juga berangsur pulih.

Dugaan bahwa Kopda Muslimin merekrut komplotan pembunuh bayaran untuk menghabisi istrinya semakin kuat setelah para pelaku mengaku dibayar Rp 120 juta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polri Percepat Penyidikan Kasus Penembakan Brigadir J

Polri Percepat Penyidikan Kasus Penembakan Brigadir J

News | Kamis, 28 Juli 2022 | 15:44 WIB

Kopda Muslimin Diduga Tewas Bunuh Diri, KSAD Akan Lakukan Autopsi

Kopda Muslimin Diduga Tewas Bunuh Diri, KSAD Akan Lakukan Autopsi

| Kamis, 28 Juli 2022 | 15:41 WIB

Berita Meninggalnya Kopda Muslimin Jadi Trending Topic

Berita Meninggalnya Kopda Muslimin Jadi Trending Topic

| Kamis, 28 Juli 2022 | 15:39 WIB

Kopda Muslimin Terakhir Kali Pulang ke Rumah Orang Tua Saat Lebaran

Kopda Muslimin Terakhir Kali Pulang ke Rumah Orang Tua Saat Lebaran

News | Kamis, 28 Juli 2022 | 15:30 WIB

Kerabat: Kopda Muslimin Terakhir Kali Pulang ke Rumah Saat Lebaran

Kerabat: Kopda Muslimin Terakhir Kali Pulang ke Rumah Saat Lebaran

Surakarta | Kamis, 28 Juli 2022 | 15:30 WIB

Terkini

Kapolri Minta Jajaran Polri Perkuat Sinergi dengan APH Hadapi Dinamika Global

Kapolri Minta Jajaran Polri Perkuat Sinergi dengan APH Hadapi Dinamika Global

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:10 WIB

Viral Aksi Bejat Pria Rekam Rok Penumpang dari Kolong Peron Stasiun Kebayoran, Polisi Buru Pelaku

Viral Aksi Bejat Pria Rekam Rok Penumpang dari Kolong Peron Stasiun Kebayoran, Polisi Buru Pelaku

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:09 WIB

Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK

Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:57 WIB

Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut

Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:51 WIB

Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP

Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:48 WIB

Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan

Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:35 WIB

Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus

Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:28 WIB

Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?

Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:12 WIB

Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP

Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:05 WIB

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:45 WIB