4 Beda Malam 1 Suro dan 1 Muharram, Walau Dirayakan di Hari yang Sama

Rifan Aditya

Jum'at, 29 Juli 2022 | 13:47 WIB
4 Beda Malam 1 Suro dan 1 Muharram, Walau Dirayakan di Hari yang Sama
4 Beda Malam 1 Suro dan 1 Muharram, Walau Dirayakan di Hari yang Sama - Kirab Kerbau Bule milik Keraton Surakarta Hadiningrat pada peringatan Malam 1 Suro. (Antara/Maulana Surya)

Suara.com - Meskipun malam 1 Suro dan 1 Muharram dirayakan pada hari yang sama, namun dua perayaan ini memiliki perbedaan yang signifikan. Apa saja beda malam 1 Suro dan 1 Muharram?

Perlu dipahami sebelumnya, bahwa malam 1 Suro berkembang dari budaya masyarakat Jawa. Sementara perayaan 1 Muharram berasal dari ajaran agama Islam.

Sehingga beda malam 1 Suro dan 1 Muharram bisa dijabarkan dari sejarah, cara merayakan hingga larangan yang menyertai. Berikut penjelasan lengkapnya

1. Sejarah

Dilansir petabudaya.belajar.kemdikbud.go.id, pemilihan malam 1 Suro ditetapkan pada tanggal yang sama dengan 1 Muharam dimulai ketika zaman pemerintahan kerajaan Demak. Sekitar 931 H atau 1443 tahun Jawa baru, Sunan Giri II telah membuat penyesuaian antara sistem kalender Hirjiyah dengan sistem kalender Jawa.

Tradisi malam 1 Suro lantas dilanggengkan oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo, Raja Mataram Islam. Kala itu, ia ingin agar rakyatnya bersatu, tidak terbelah untuk melawan Belanda.

Sultan Agung ingin menyatukan kelompok santri dan abangan. Lalu setiap hari Jumat legi dilakukan laporan pemerintahan setempat sambil pengajian, ziarah kubur dan haul ke makam Ngampel dan Giri. Sepeninggal Sultan Agung, tradisi-tradisi dari keraton setiap malam 1 Suro masih tetap digelar.

Sementara 1 Muharam ditetapkan sebagai Tahun Baru Islam berasal dari usulan Umar bin Al Khattab pada 638 Masehi. Sejak Nabi datang ke Madinah, tidak ada tahun yang digunakan dalam penanggalan.

Sehingga urusan pemerintahan seperti surat menyurat saat itu mengalami masalah. Lalu akhirnya dipilihlah peristiwa Hijrah menjadi tahun pertama kalender Islam.

baca juga

2. Cara Merayakan

Kerbau bule diarak saat kirab malam 1 Sura yang diselenggarakan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Jl. Mayor Kusmanto, Solo, Kamis (21/9 - 2017) malam. (Solopos/M. Ferri Setiawan)
Kerbau bule diarak saat kirab malam 1 Sura yang diselenggarakan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Jl. Mayor Kusmanto, Solo, Kamis (21/9 - 2017) malam. (Solopos/M. Ferri Setiawan)

Dalam masyarakat Jawa, cara merayakan malam 1 Suro masih dipengaruhi oleh tradisi kraton. Misalnya, kirab, tapa bisu, membersihkan pusaka atau keris.

Ada juga orang yang merayakan 1 suro dengan berziarah ke makam sesepuh hingga slametan. Lalu mengadakan tirakatan, lek-lekan (tidak tidur semalam suntuk), dan tuguran (perenungan diri sambil berdoa).

Sementara cara merayakan 1 Muharram dengan melakukan amalan-amalan baik. Seperti puasa, dzikir, berdoa hingga menghadiri majelis atau pengajian.

3. Makna

Sejatinya, makna malam 1 Suro an 1 Muharram memiliki kemiripan yaitu mengajak orang-orang untuk semakin mendekatkan diri kepada sang pencipta.

Sepanjang bulan Suro masyarakat Jawa meyakini untuk terus bersikap eling (ingat) dan waspada. Eling artinya manusia harus tetap ingat siapa dirinya dan dimana kedudukannya sebagai ciptaan Tuhan. Sedangkan waspada berarti manusia juga harus terjaga dan waspada dari godaan yang menyesatkan.

Sementara peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram maknanya lebih spesifik. Pertama, pengingat peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah.

Kedua, sebagai bentuk perjuangan Nabi Muhammad dan para sahabat dalam menyebarkan agama Islam. Umat Islam juga diharapkan intropeksi diri atau muhasabah atas kesalahan di tahun sebelumnya. Sehingga tahun depan seorang muslim lebih mawas diri dan bertambah keimanannya.

4. Mitos dan Larangan

Malam 1 Suro memiliki mitos dan larangan yang cukup jelas dan banyak. Yaitu, larangan keluar rumah, larangan menggelar pernikahan hingga larangan pindah rumah.

Larangan dan mitos ini muncul setelah kegiatan rutin Jumat legi dari masa Sultan Agung ikut-ikut dikeramatkan. Akibatnya, dianggap sial kalau ada orang yang memanfaatkan hari tersebut diluar kepentingan mengaji, ziarah, dan haul.

Menurut Muhammad Solikhin, penulis "Misteri Bulan Suro: Perspektif Islam Jawa (2010)", penyebab bulan Suro di masyarakat Jawa dianggap sakral dan mistis karena pengaruh budaya kraton.

Kraton sering mengadakan upacara dan ritual penting saat peringatan Malam 1 Suro. Tradisi itu pada akhirnya diwariskan ke masyarakat dan generasi berikutnya.

Sementara dalam Islam, tidak ada larangan secara spesifik selama bulan Muharram. Dalam QS At Taubah ayat 36:

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan Bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu."

Selama bulan Muharram umat Islam diharamkan untuk melakukan hal buruk maupun kerusakan.

Seperti itulah penjelasan tentang beda malam 1 Suro dan 1 Muharram yang perlu kita pahami.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bedol Pusoko Malam 1 Suro, Tiga Pusaka Ponorogo Dikirab Menuju Pringgitan

Bedol Pusoko Malam 1 Suro, Tiga Pusaka Ponorogo Dikirab Menuju Pringgitan

Jatim | Jum'at, 29 Juli 2022 | 13:29 WIB

Sejarah Malam 1 Suro, Tahun Baru Jawa yang Berbarengan dengan 1 Muharram

Sejarah Malam 1 Suro, Tahun Baru Jawa yang Berbarengan dengan 1 Muharram

News | Jum'at, 29 Juli 2022 | 13:00 WIB

Sempat Terhenti Dua Tahun Karena Pandemi Covid 19, Kirab Malam 1 Suro Bakal Diadakan Tahun Ini

Sempat Terhenti Dua Tahun Karena Pandemi Covid 19, Kirab Malam 1 Suro Bakal Diadakan Tahun Ini

Depok | Jum'at, 29 Juli 2022 | 11:18 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×