Layanan Haji 2022 dalam Angka: Konsumsi, Akomodasi, Transportasi hingga Masyair

Farah Nabilla, Rendy Adrikni Sadikin

Sabtu, 30 Juli 2022 | 13:58 WIB
Layanan Haji 2022 dalam Angka: Konsumsi, Akomodasi, Transportasi hingga Masyair
Jemaah haji asal embarkasi Palembang tengah menaiki pesawat [dok kemenag Sumsel]

Konsumsi

Makanan konsumsi untuk para jemaah haji.(MCH 2022)
Makanan konsumsi untuk para jemaah haji.(MCH 2022)

Selain akomodasi, untuk layanan konsumsi baik di Jeddah, Makkah, Madinah maupun Masyair, PPIH menggandeng 46 perusahaan. Total jumlah makanan yang disediakan yakni 11.047.135 boks, dengan jumlah 35.088.810 botol air minum.

"Jadi, setiap katering dibagikan botol kecil kalau dulu ada yang besar. Sekarang untuk menjaga sterilisasi dan kesehatan, setiap hari kami bagikan dalam bentuk botol, yakni 9 botol per hari," ujar Subhan.

Sampah

Soal sampah ini juga disorot. Setelah jemaah menyantap makanan, tentunya meninggalkan sampah. "Nah, Sampah yang ditinggalkan seberat 11.696.910 kilogram, itu sampahnya saja," ucap dia.

Transportasi

Kemudian, untuk layanan transportasi, PPIH menyiapkan bus antarkota, shalawat dan masyair. Rute untuk antarkota, yakni Bandara ke Madinah, Madinah ke Makkah, kemudian Makkah ke Jeddah dan sebaliknya. Untuk rute ini, menghabiskan sebanyak 6.264 trip atau perjalanan.

Pengalaman jemaah haji naik Bus Shalawat (Dok. MCH 2022)
Pengalaman jemaah haji naik Bus Shalawat (Dok. MCH 2022)

Untuk bus shalawat di Makkah, PPIH menyiapkan kendaraan itu beroperasi 24 jam tanpa henti selama penyelenggaraan haji di Makkah mulai 13 Dzulqa'dah sampai dengan 5 Muharram.

"Kita baru menghentikan permanen operasional bus shalawat tersebut yakni di saat jemaah terakhir meninggalkan Makkah pada 5 Muharram atau 4 Agustus," terang Subhan.

baca juga

Terhitung, imbuh Subhan, total operasional bus shalawat ini sebanyak 89.760 putaran. Maklum, bus tersebut berbentuk shuttle dan beroperasi 24 jam untuk melayani mobilisasi jemaah haji di Makkah, terutama mereka yang hendak menunaikan ibadah di Masjidil Haram.

"Kemudian untuk angkutan masyair, jumlah trip terhitung dari Makkah ke Arafah, Arafah ke Muzdalifah dan Muzdalifah ke Mina dan Mina kembali ke Makkah itu sebanyak 1.927 trip," kata Subhan.

Masyair

Sementara terkait Masyair, Subhan mengatakan menjadi tantangan tersendiri karena terkait kuota. Sebab, dalam puncak ibadah haji itu, para jemaah dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, berkumpul di Masyair.

"Di Madinah dan Makkah, jemaah bisa bergantian ke masjid baik itu Nabawi atau Masjidil Haram dan seterusnya. Sementara di Masyair, jemaah dari seluruh dunia berkumpul di area tersebut. Apalagi, area itu memiliki batas syar'i yang sudah ditetapkan dan tidak bisa diperluas," terang Subhan.

Dengan kuota 46 persen, Indonesia mendapatkan tempat seluas 142.520 meter persegi. Jika dibagi, per orangnya mendapatkan jatah 1,6 meter persegi. Kondisi ini tentunya lebih lebih longgar ketimbang di Muzdalifah.

"Ketika di Muzdalifah, kita dapat tempat seluas 83.825 meter persegi, jadi setiap orang dijatah 0,9 meter persegi atau 90 sentimeter. Karena itu, di Muzdalifah, sifatnya sirkulatif. Ketika lewat tengah malam, jemaah keluar masuk. Ini untuk menyiasati sempitnya tempat," kata Subhan.

Sayang, siasat ini tidak bisa dilakukan saat puncak haji di Mina. Pasalnya, jemaah berada di Mina selama 4 hari berturut-turut. Dengan kuota saat ini, kita mendapatkan tempat seluas 111.390 meter persegi di Mina. Jadi per orangnya mendapatkan jatah masing-masing 1,2 meter persegi.

Jatah Kuota 46 Persen

Subhan mengatakan itu merupakan angka yang didapatkan dengan kuota 46 persen. Jika kembali ke kuota normal dengan tempat yang didapatkan seperti ini, Subhan menilai porsi untuk jemaah pun bakal semakin sempit.

"Pilihannya: kita pingin longgar dengan mengurangi jemaah atau kita ingin mempercepat antrean dengan tambah kuota tapi dengan risiko jemaah berdesakan," terang Subhan.

Subhan pun mengambil contoh ketika Arab Saudi memperluas Mina, jemaah kemungkinan ditempatkan di Mina jadid atau area bayang-bayang. Wilayah itu masuk muzdalifah

Alhasil, ketika jemaah haji menunaikan mabit atau menginap di Muzdalifah di malam hari sepulangnya dari Arafah, keesokan paginya bisa berubah di Mina.

"Ini jadi problem syar'i. Untung, pembimbing kita cepat mencari solusi, meski bukan permanen. Agar mabitnya sah, sore hari menjelang terbenam matahari, jemaah diajak jalan ke Moasseim untuk lempar jumrah. Alhasil, pagi-pagi sudah mabit di Mina yang asli," kata Subhan.

Menurut Subhan, inilah yang menjadi masalah alasan kuota tidak ditambah. Problem wilayah sya'ri di Masyair itu sudah dibatasi. Ketika diperluas sedikit, itu menjadi persoalan.

"Banyak jemaah yang merasa ibadahnya tidak sah karena tidak mabit di Mina yang asli," tutup Subhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sisa 3 Kloter Jamaah Haji Asal Lampung yang Belum Pulang ke Tanah Air

Sisa 3 Kloter Jamaah Haji Asal Lampung yang Belum Pulang ke Tanah Air

Lampung | Sabtu, 30 Juli 2022 | 09:50 WIB

Makan Nasi Kotak di Acara Syukuran Warga yang Pulang Ibadah Haji, 145 Warga Warga Sukabumi Keracunan

Makan Nasi Kotak di Acara Syukuran Warga yang Pulang Ibadah Haji, 145 Warga Warga Sukabumi Keracunan

Jabar | Sabtu, 30 Juli 2022 | 08:24 WIB

Nunggu Kyai Pulang Haji, Puluhan Santri Rela Duduk di Pinggir Jalan Malam Hari, Publik: Bentuk Penghormatan

Nunggu Kyai Pulang Haji, Puluhan Santri Rela Duduk di Pinggir Jalan Malam Hari, Publik: Bentuk Penghormatan

News | Sabtu, 30 Juli 2022 | 10:00 WIB

Indonesia dan Sejumlah Negara Kompak soal Tingginya Biaya Masyair

Indonesia dan Sejumlah Negara Kompak soal Tingginya Biaya Masyair

News | Sabtu, 30 Juli 2022 | 07:17 WIB

Kata Dirjen PHU, Ini Konsekuensi Jika Penerbangan Pulang Jemaah Molor

Kata Dirjen PHU, Ini Konsekuensi Jika Penerbangan Pulang Jemaah Molor

News | Sabtu, 30 Juli 2022 | 06:53 WIB

Gelombang 2 Jemaah Pulang via Madinah, Kemenag: Jangan Sampai Ada Kendala Lagi

Gelombang 2 Jemaah Pulang via Madinah, Kemenag: Jangan Sampai Ada Kendala Lagi

News | Sabtu, 30 Juli 2022 | 06:42 WIB

7 Potret Terbaru Pamela Chelsea, Bintang Sinetron Tukang Bubur Naik Haji yang Semakin Berani dalam Berpenampilan

7 Potret Terbaru Pamela Chelsea, Bintang Sinetron Tukang Bubur Naik Haji yang Semakin Berani dalam Berpenampilan

Entertainment | Sabtu, 30 Juli 2022 | 06:00 WIB

Terkini

Negara Asia, Eropa Hingga Arab Berbondong-bondong Kirim Bantuan ke Venezuela, Ini Daftarnya

Negara Asia, Eropa Hingga Arab Berbondong-bondong Kirim Bantuan ke Venezuela, Ini Daftarnya

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:47 WIB

Firdaus Oiwobo Sudah Diperiksa! Polisi Dalami Kasus Penghinaan Tiyo Ardianto ke Presiden Prabowo

Firdaus Oiwobo Sudah Diperiksa! Polisi Dalami Kasus Penghinaan Tiyo Ardianto ke Presiden Prabowo

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:44 WIB

Prabowo Pantau Kasus 3 Peserta SPPI Tewas saat Latsarmil, Pemerintah Siapkan Evaluasi

Prabowo Pantau Kasus 3 Peserta SPPI Tewas saat Latsarmil, Pemerintah Siapkan Evaluasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:38 WIB

Cegah Badai PHK Akibat Harga Gas, Dasco Pastikan Pemerintah Berpihak pada Buruh

Cegah Badai PHK Akibat Harga Gas, Dasco Pastikan Pemerintah Berpihak pada Buruh

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:27 WIB

Dulu Dicibir Kini Dipuji, Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen di Survei Kompas

Dulu Dicibir Kini Dipuji, Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen di Survei Kompas

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:22 WIB

Detik-detik Gempa Venezuela Mengguncang Pesawat di Bandara Simon Bolivar

Detik-detik Gempa Venezuela Mengguncang Pesawat di Bandara Simon Bolivar

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:20 WIB

Pendanaan MBG Dinilai Langgar Konstitusi, BEM UI Ajukan Amicus Curiae ke MK

Pendanaan MBG Dinilai Langgar Konstitusi, BEM UI Ajukan Amicus Curiae ke MK

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:17 WIB

BPKH Buka Rekrutmen Terbuka 2026: Sediakan 9 Posisi Strategis, Cek Syaratnya di Sini

BPKH Buka Rekrutmen Terbuka 2026: Sediakan 9 Posisi Strategis, Cek Syaratnya di Sini

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:16 WIB

Resmi! Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru Jabat Kapolda Papua Barat, Ini Sosoknya

Resmi! Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru Jabat Kapolda Papua Barat, Ini Sosoknya

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:04 WIB

Jokowi Disebut Bawa Misi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Apa Kata Istana?

Jokowi Disebut Bawa Misi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Apa Kata Istana?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:00 WIB