Awalnya Tergiur Gaji Tinggi, Puluhan WNI yang Disekap di Kamboja Ternyata Dipaksa Jadi Penipu Investasi Saham

Ria Rizki Nirmala Sari, Welly Hidayat

Sabtu, 30 Juli 2022 | 21:27 WIB
Awalnya Tergiur Gaji Tinggi, Puluhan WNI yang Disekap di Kamboja Ternyata Dipaksa Jadi Penipu Investasi Saham
Kondisi TKI yang disekap di Kamboja. [Istimewa]

Suara.com - Sebagian dari puluhan Warga Negara Indonesia atau WNI yang disekap di Kamboja kini sudah berada di kantor Kepolisian Kamboja untuk dimintai keterangan. Hal itu disampaikan salah satu korban melalui sambungan telepon kepada jurnalis Suara.com pada Sabtu (30/7/2022).

Salah satu tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bernama Moh Effendy menyampaikan bahwa ada 55 TKI termasuk dirinya berada di Kepolisian Kamboja. Ia menyebut WNI dalam kondisi sehat meskipun ada yang tengah mengalami sakit ringan.

"Kondisi kami saat ini baik, sehat, sebagian ada sakit ringan. Tapi kami saat ini ditampung di kepolisian Kamboja, sedang dibuatkan BAP (Berita Acara Pemeriksaan)," kata Effendy.

Effendy menambahkan 55 WNI yang kini berada di Kepolisan Kamboja juga sudah didampingi oleh perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja. Rencananya mereka akan dipindahkan ke KBRI Phnom Penh pada keesokan hari.

Effendy juga mengungkapkan rencana pemulangan dirinya bersama puluhan WNI lainnya akan dilakukan pada tiga hari mendatang. Meski begitu, ia belum dapat memastikan informasi tersebut.

"Total saat ini di kepolisian Kamboja ada 55 (WNI). Masih ada penjemputan lagi jumlahnya akan terus bertambah. Perkiraan dalam tiga hari (pulang ke Indonesia). Tapi belum tahu juga. Besok kami dibawa ke KBRI Phnom Penh," ucap Effendy

Tergiur Cari Kerja Lewat Sosial Media

Effendy menjelaskan awal kedatangan WNI ke Kamboja setelah melihat adanya lowongan pekerjaan melalui sosial media. Di mana agen penyedia jasa memberikan janji-janji para pelamar kerja akan mendapat gaji tinggi di Kamboja.

"Semuanya akomodasi di tanggunglah. Tapi begitu sampai dis ini ternyata dipaksa untuk menipu seperti itu. Tidak sesuai dengan yang dijanjikan oleh agen," ungkap Effendy

baca juga

Effendy mengatakan rata-rata WNI berasal dari berbagai daerah. Ada yang berasal dari Jawa Tengah, Sulawesi hingga Sumatera. Sementara Effendy mengaku berasal dari Solo.

Lebih lanjut, kata Effendy para WNI datang ke Kamboja rata-rata sejak awal Juni 2022. Sementara Effendy sendiri tiba di Kamboja pada 11 Juni 2022.

"Kedatangan juga beda-beda. Ada yang dari awal Juni, Kalau saya sendiri dari tanggal 11 juni," ucapnya

Dijanjikan Kerja Kantoran Hingga di Hotel

Effendy menyebut terkait agen yang mengirimkan WNI bekerja di Kamboja ini tergiur dengan diberikan pekerjaan disejumlah bidang. Seperti di bagian keuangan, hotel, restoran, hingga menjadi juru masak.

Namun, kata Effendy, kenyataannya setelah berada di Kamboja mereka dikumpulkan di satu tempat dipaksa untuk menjadi agen penipuan melalui investasi saham.

"Ujung-ujungnya dikumpulkan di satu tempat yang sama. Kami dipaksa untuk menipu," ungkap Effendy

Effendy pun menjelaskan kinerja investasi saham yang diduga bodong tersebut. Para WNI diminta mencari para penanam modal.

Contohnya dengan modal Rp300 ribu dapat untung menjadi Rp330 ribu dan seterusnya. Sehingga penanam modal tergiur untuk terus melakukan investasi dengan jumlah besar.

Namun, kata Effendy, setelah mencapai angka Rp1 juta lebih. Uang itu akan ditahan oleh sistem dari cara kerja investasi tersebut. Sehingga, para penanam modal harus kembali menyetorkan uang lagi agar uang yang di investasikannya seolah olah dapat diambil.

"Tapi ternyata, tidak. Jadi ada korban yang ruginya sampai puluhan juta sampai ratusan juta,"ujar Effendy

Tak Bantah Ada Penyiksaan Dan Penyekapan

Effendy mengaku tidak membantah bahwa terjadi penyekapan kepada para WNI di Kamboja. Apalagi, ia juga menyebut ada sebagian yang lain mengalami penyiksaan. Salah satunya, kata Effendy, penyiksaan yang terjadi seperti rekan kerjanya sakit namun tetap dipaksa untuk bekerja.

"Saat penyekapan, ya memang terjadi ada beberapa penyiksaan. Bahkan ada kemarin, ada teman kami yang sakit. Tapi, tetap dipaksa kerja dan sedikit disiksa," ungkapnya

Meski begitu, Effendy mengaku bersyukur belum terjadi adanya penyiksaan terhadap dirinya. Namun, ia hanya merasakan seperti penyiksaan secara batin.

"Tapi, tiap hari itu seperti disiksa secara batin. Karena kalau melakukan kesalahan sedikit fatal. Apalagi, hari ini harusnya ada ancaman dijual ke tempat lain,"imbuhnya

Sebelumnya, Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan hal tersebut berdasar data terakhir yang diterima.

"Data terakhir menunjukkan bahwa warga negara Indonesia yang disekap bukan berjumlah 53 irang namun bertambah menjadi 60 orang," kata Ramadhan kepada wartawan, Jumat (29/7/2022).

Menurut Ramadhan, 60 WNI tersebut kekinian diduga berada di Phum 1, Preah Sihanouk, Cambodia titik koordinat 10°37'33.0"N 103°30'08.7"E.

"Sampai saat ini masih diupayakan terus oleh pihak KBRI Phnom Penh bekerja sama dengan pihak Kepolisian Kamboja untuk menjemput ke 60 warga negara Indonesia tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, KBRI Phnom Penh telah menghubungi pihak Kepolisian Kamboja untuk membantu membebaskan puluhan WNI yang disekap di negara itu.

Menurut Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha, puluhan WNI tersebut dilaporkan menjadi korban penipuan perusahaan investasi palsu di Sihanoukville, Kamboja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WNI Korban Penyekapan di Kamboja Dibebaskan, Ini Respon Ganjar Pranowo

WNI Korban Penyekapan di Kamboja Dibebaskan, Ini Respon Ganjar Pranowo

Jawa Tengah | Sabtu, 30 Juli 2022 | 19:25 WIB

Mengadu ke Ganjar Jadi Jalan Terakhir, Ternyata Laporan WNI yang Disekap di Kamboja Tiga Minggu Tak Direspon

Mengadu ke Ganjar Jadi Jalan Terakhir, Ternyata Laporan WNI yang Disekap di Kamboja Tiga Minggu Tak Direspon

Jawa Tengah | Sabtu, 30 Juli 2022 | 18:18 WIB

Sempat Mengadu ke Ganjar,  Puluhan TKI yang Disekap di Kamboja Bakal Dievakuasi

Sempat Mengadu ke Ganjar, Puluhan TKI yang Disekap di Kamboja Bakal Dievakuasi

Video | Sabtu, 30 Juli 2022 | 15:00 WIB

Sempat Mengadu ke Ganjar Pranowo, TKI yang Disekap di Kamboja Bakal Dievakuasi

Sempat Mengadu ke Ganjar Pranowo, TKI yang Disekap di Kamboja Bakal Dievakuasi

Jawa Tengah | Sabtu, 30 Juli 2022 | 14:29 WIB

Kamboja Respons Permintaan Menlu Indonesia untuk Bebaskan WNI yang Disekap

Kamboja Respons Permintaan Menlu Indonesia untuk Bebaskan WNI yang Disekap

Jogja | Sabtu, 30 Juli 2022 | 14:20 WIB

Terkini

Ahmad Luthfi Minta Pembenahan PRPP Jadi Prioritas, Libatkan Bupati dan Wali Kota

Ahmad Luthfi Minta Pembenahan PRPP Jadi Prioritas, Libatkan Bupati dan Wali Kota

Jawa Tengah | Kamis, 17 September 2026 | 13:05 WIB

Bahaya Penggunaan Prompt, Pendinginan Server Menyebabkan Krisis Air Bersih

Bahaya Penggunaan Prompt, Pendinginan Server Menyebabkan Krisis Air Bersih

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 13:00 WIB

Natalius Pigai Tegaskan Tak Takut Kena Reshuffle: Bangun Bangsa Harga Mati

Natalius Pigai Tegaskan Tak Takut Kena Reshuffle: Bangun Bangsa Harga Mati

News | Kamis, 17 September 2026 | 12:59 WIB

Jejak Penggunaan Narkoba Tertua: Peneliti Temukan Bukti dari Manusia 25.000 Tahun Lalu di Sulawesi

Jejak Penggunaan Narkoba Tertua: Peneliti Temukan Bukti dari Manusia 25.000 Tahun Lalu di Sulawesi

News | Kamis, 17 September 2026 | 12:58 WIB

4 Lagu Friendzone untuk Mengungkapkan Perasaan Korban Just Friends, Cocok di Instagram Story

4 Lagu Friendzone untuk Mengungkapkan Perasaan Korban Just Friends, Cocok di Instagram Story

Entertainment | Kamis, 17 September 2026 | 12:58 WIB

5 Mesin Cuci Portable Tanpa Listrik, Cocok Buat Anak Kos dan Traveling

5 Mesin Cuci Portable Tanpa Listrik, Cocok Buat Anak Kos dan Traveling

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 12:55 WIB

Ramai Keluhan Warga soal Sumbangan Dipaksa di Senen, PMI DKI Jakarta Buka Suara

Ramai Keluhan Warga soal Sumbangan Dipaksa di Senen, PMI DKI Jakarta Buka Suara

News | Kamis, 17 September 2026 | 12:54 WIB

Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Sangat Tidak Sehat, Jarak Pandang Terbatas

Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Sangat Tidak Sehat, Jarak Pandang Terbatas

Riau | Kamis, 17 September 2026 | 12:52 WIB

19 HP vivo Memori 128 GB, Ini Daftar dan Spesifikasinya dari yang Terbaru

19 HP vivo Memori 128 GB, Ini Daftar dan Spesifikasinya dari yang Terbaru

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 12:48 WIB

Sosok Dirut Jakpro yang Viral Usai Video Seskab Teddy di Peresmian LRT

Sosok Dirut Jakpro yang Viral Usai Video Seskab Teddy di Peresmian LRT

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 12:47 WIB

×