Jangan Anggap Remeh Meme Prabowo, Pakar Cium Aroma Perlawanan Senyap yang Bisa Meledak

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 30 Juli 2026 | 20:35 WIB
Jangan Anggap Remeh Meme Prabowo, Pakar Cium Aroma Perlawanan Senyap yang Bisa Meledak
Presiden Prabowo Subianto (setneg.go.id)
baca 10 detik
  • Dosen UMY Isnaini Muallidin menyatakan meme satire terhadap Presiden Prabowo mencerminkan akumulasi kekecewaan dan apatisme publik.
  • Isnaini menyampaikan hal tersebut kepada Suara.com pada Kamis, 30 Juli 2026, akibat tidak efektifnya saluran aspirasi politik.
  • Pemerintahan Presiden Prabowo didesak melakukan refleksi total karena pengabaian kritik berpotensi memicu perlawanan sosial yang membahayakan stabilitas politik.

Suara.com - Maraknya meme satire yang menyindir Presiden Prabowo Subianto di media sosial dinilai menjadi alarm serius bagi pemerintah. Hal itu disebut bukan sekadar lelucon biasa, melainkan cermin dari tingginya angka apatisme publik.

Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Isnaini Muallidin, menilai banjir sindiran tersebut mencerminkan akumulasi kekecewaan publik.

Menurut Isnaini, fenomena meme yang terus bermunculan bukan sekadar ekspresi humor masyarakat. Ada kritik sosial yang muncul setelah publik merasa saluran politik untuk menyampaikan aspirasi sudah tidak lagi efektif.

"Jadi seolah-olah negara rakyat itu apatis. Hampir semua meme-meme di media sosial kita lihat itu bentuk-bentuk perlawanan sosial yang dilakukan oleh masyarakat yang sudah apatis," kata Isnaini kepada Suara.com, Kamis (30/7/2026).

"Dalam sejarah presiden tuh baru ini yang dijadikan meme banyak itu," imbuhnya.

Isnaini menyoroti bagaimana retorika yang dibangun Istana cenderung menyerang pihak yang berseberangan dengan berbagai stempel istilah.

Sikap defensif dan emosional dalam merespons masukan publik ini dinilai justru mematikan iklim demokrasi serta memperparah jarak antara penguasa dan rakyatnya.

Tindakan jajaran Istana yang membela kebijakan kontroversial secara membabi buta tanpa mau mengevaluasi fakta di lapangan seolah semakin mempertegas anggapan bahwa pemerintah hanya fokus menyenangkan presiden ketimbang rakyat.

Apatisme yang meluas ini telah mendorong masyarakat mencari pelampiasan ekspresi politik lain di luar jalur resmi.

baca juga

Ketika aspirasi dan kegelisahan ekonomi warga terus dibalas dengan narasi kosong tanpa kepastian data, kata Isnaini, humor dan satire digital bertransformasi menjadi bentuk perlawanan pasif yang masif.

"Iya, karena sudah tidak ada lagi saluran-saluran politik yang mampu diterima oleh presiden, dan presiden selalu menyalahkan orang-orang yang mengkritik dirinya, orang-orang yang tidak setuju dengan dirinya," ungkapnya.

Ketidakmampuan pemerintah dalam membaca eskalasi kekecewaan masyarakat ini dinilai menjadi ancaman serius bagi stabilitas politik jangka panjang.

Pengabaian terhadap kritik publik yang berlangsung secara konsisten memunculkan potensi akumulasi kekecewaan di akar rumput.

"Dan kalau begini terus, saya merasakan ini akan ada perlawanan yang luar biasa, karena rakyat itu dalam sunyi, dalam senyap juga. Ini kalau ada momentum-momentum yang luar biasa pasti akan terjadi satu hal yang kita tidak inginkan," tandasnya.

Pemerintahan Presiden Prabowo kini didesak untuk melakukan refleksi total atas gaya komunikasi politik yang dibangun selama ini.

"Saya berharap sih pemerintahan ini mampu merefleksikan diri lah, merenungkan diri. Kemudian mencoba untuk menyampaikan sesuatu yang baik, menyenangkan bagi rakyatnya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengamat Sebut Pelabelan Londo Ireng Sebagai Upaya Meredam Suara Kritis

Pengamat Sebut Pelabelan Londo Ireng Sebagai Upaya Meredam Suara Kritis

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:30 WIB

Prabowo Masih Pakai Gaya Orde Baru, Kepuasan Publik Anjlok

Prabowo Masih Pakai Gaya Orde Baru, Kepuasan Publik Anjlok

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:28 WIB

Prabowo Naikkan Tukin TNI jadi 90 Persen, Mensesneg: Bukan Perlakuan Istimewa

Prabowo Naikkan Tukin TNI jadi 90 Persen, Mensesneg: Bukan Perlakuan Istimewa

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:08 WIB

Dari 81 Persen ke 51 Persen: Begini Pembelaan Istana Atas Merosotnya Kepuasan Publik ke Prabowo

Dari 81 Persen ke 51 Persen: Begini Pembelaan Istana Atas Merosotnya Kepuasan Publik ke Prabowo

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 19:16 WIB

Kriteria Khusus Calon Gubernur BI Pilihan Prabowo Wajib 'Merah Putih', Destry Masuk Pertimbangan?

Kriteria Khusus Calon Gubernur BI Pilihan Prabowo Wajib 'Merah Putih', Destry Masuk Pertimbangan?

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 19:11 WIB

DPR Kini Jadi 'Tukang Stempel' Pemerintah, Bukan Wakil Rakyat

DPR Kini Jadi 'Tukang Stempel' Pemerintah, Bukan Wakil Rakyat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:54 WIB

'Saya Kasihan' Prabowo Larang Gubernur Mobilisasi Warga untuk Sambut Dirinya

'Saya Kasihan' Prabowo Larang Gubernur Mobilisasi Warga untuk Sambut Dirinya

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:53 WIB

Terkini

Menggila di MV Lagu Checkmate! ENHYPEN Unjuk Semangat Pantang Menyerah

Menggila di MV Lagu Checkmate! ENHYPEN Unjuk Semangat Pantang Menyerah

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 12:29 WIB

Penembakan 3 ASN Jayawijaya, Komnas HAM: Tuduhan Intelijen Bukan Alasan Merampas Nyawa

Penembakan 3 ASN Jayawijaya, Komnas HAM: Tuduhan Intelijen Bukan Alasan Merampas Nyawa

News | Senin, 14 September 2026 | 12:24 WIB

Cara Membedakan Garis Berat dan Garis Tinggi pada Segitiga Sama Kaki

Cara Membedakan Garis Berat dan Garis Tinggi pada Segitiga Sama Kaki

Tekno | Senin, 14 September 2026 | 12:24 WIB

Rekomendasi Air Mawar Tanpa Alkohol, Jaga Kelembapan dan Kesegaran Kulit Bebas Iritasi

Rekomendasi Air Mawar Tanpa Alkohol, Jaga Kelembapan dan Kesegaran Kulit Bebas Iritasi

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 12:23 WIB

Betrand Peto Bantah Tudingan Dugaan Pelecehan, Akui Ada Adegan Jambak-jambakan

Betrand Peto Bantah Tudingan Dugaan Pelecehan, Akui Ada Adegan Jambak-jambakan

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 12:23 WIB

Ujian Hubungan Jangka Panjang: Mengapa "Before Midnight" Adalah Film Paling Jujur Tentang Pernikahan

Ujian Hubungan Jangka Panjang: Mengapa "Before Midnight" Adalah Film Paling Jujur Tentang Pernikahan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 12:20 WIB

FORU Mau Rights Issue, Target Raup Rp27,1 Triliun untuk Beli Perusahaan Batu Bara

FORU Mau Rights Issue, Target Raup Rp27,1 Triliun untuk Beli Perusahaan Batu Bara

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 12:17 WIB

Mengapa Mesin Cuci Front Loading Jauh Lebih Hemat Air Dibandingkan Top Loading?

Mengapa Mesin Cuci Front Loading Jauh Lebih Hemat Air Dibandingkan Top Loading?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 12:15 WIB

Dorong Generasi Muda Jadi Pencipta Solusi, Gen Z Impact Fest 2026 Sukses Digelar di UGM

Dorong Generasi Muda Jadi Pencipta Solusi, Gen Z Impact Fest 2026 Sukses Digelar di UGM

News | Senin, 14 September 2026 | 12:13 WIB

Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng

Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng

Jawa Tengah | Senin, 14 September 2026 | 12:10 WIB

×