Keras! China Peringatkan AS Jika Nancy Pelosi Ngotot Kunjungi Taiwan

Bangun Santoso Suara.Com
Selasa, 02 Agustus 2022 | 12:32 WIB
Keras! China Peringatkan AS Jika Nancy Pelosi Ngotot Kunjungi Taiwan
Nancy Pelosi, Nancy Pelosi, Ketua DPR Amerika Serikat[Twitter/@SpeakerPelosi]

Suara.com - Berbicara pada wartawan dalam briefing harian Senin pagi (2/8/2022), juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian kembali menyampaikan peringatan tentang konsekuensi serius yang akan terjadi jika Ketua DPR Nancy Pelosi bersikeras melawat ke Taiwan.

Zhao menegaskan kunjungan itu akan “menginjak-injak prinsip Satu China dan sangat mengancam perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan.”

Zhao tidak merinci konsekuensi spesifik apapun, tetapi menegaskan kembali bahwa Beijing “sepenuhnya siap dan menunggu dengan sungguh-sungguh.”

“Kami akan sekali lagi mengingatkan Amerika bahwa kami sepenuhnya siap dan menunggu dengan sungguh-sungguh. Tentara Pembebasan Rakyat tidak akan pernah tinggal diam… Jika Ketua DPR Nancy Pelosi bersikeras mengunjungi Taiwan, China akan mengambil langkah tegas dan kuat untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas teritorialnya. Apa tindakan yang akan diambil, mari kita tunggu dan lihat apakah Pelosi tetap melakukan kunjungan itu.”

Pelosi tiba di Singapura Senin pagi, negara pertama dalam lawatannya ke Asia.

Ia tidak mengonfirmasi laporan berita bahwa ia mungkin akan mengunjungi Taiwan, yang diklaim Beijing sebagai bagian dari wilayahnya.

Blinken Pastikan Kebijakan AS Tak Berubah
Dalam konferensi pers Jumat lalu (29/7) Menteri Luar Negeri Amerika Antony Blinken menekankan kembali sikap Amerika atas kebijakan satu China. Ia juga bicara tentang pembicaraan Presiden Joe Biden dan Presiden Xi Jinping melalui telpon sehari sebelumnya.

“… Dan tentang Taiwan, di mana Presiden Biden menggarisbawahi kembali bahwa kebijakan kami tidak berubah. Amerika menentang keras upaya unilateral apapun untuk mengubah status quo atau untuk merusak perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan… Ketika bicara tentang Taiwan, kami (Amerika dan China) memiliki banyak perbedaan, tetapi dalam lebih dari 40 tahun kami berhasil mengatasi perbedaan-perbedaan itu, dan melakukannya dengan cara melestarikan perdamaian dan stabilitas, dan memungkinkan rakyat Taiwan berkembang. Merupakan hal yang penting, sebagai bagian dari tanggung jawab kita bersama untuk mengelola hal ini dengan cara yang bijaksana, yang tidak menciptakan konflik.”

Kebijakan Satu China

Baca Juga: Pemimpin Al-Qaeda Ayman Al-Zawahiri Tewas Akibat Serangan Drone AS Di Afghanistan

Taiwan dan China berpisah pada tahun 1949 setelah komunis memenangkan perang saudara di daratan. Kedua pihak mengatakan mereka tetap satu negara, tetapi berbeda pandangan soal pemerintah mana yang berhak atas kepemimpinan nasional. Kedua pemerintahan tidak memiliki hubugan resmi, tetapi dihubungkan oleh perdagangan dan investasi bernilai miliaran dolar.

Amerika mengalihkan pengakuan diplomatik dari Taipei ke Beijing pada tahun 1979, tetapi mempertahankan hubungan informal dengan pulau itu. Amerika diwajibkan oleh hukum federal untuk memastikan bahwa Taiwan memiliki sarana untuk membela diri.

“Kebijakan Satu China” atau “One China Policy” yang dijalankan Amerika menyatakan bahwa Amerika tidak mengambil sikap pada status kedua pihak tetapi ingin agar perselisihan di antara keduanya diselesaikan secara damai. Beijing mempromosikan kebijakan alternatif “Prinsip Satu China” atau “One China Principle,” yang menyatakan bahwa mereka adalah satu negara dan Partai Komunis adalah pemimpinnya.

Anggota-anggota Kongres Amerika telah secara terbuka mendukung minat Pelosi untuk melawat ke Taiwan meskipun ada tentangan dari China. Mereka tidak ingin terlihat Amerika menyerah pada China.

Beijing menilai kontak resmi Amerika dengan Taiwan sebagai dorongan untuk menjadikan kemerdekaan pulau itu secara de facto selama puluhan tahun sebagai sesuatu yang permanen. Namun, sejumlah pemimpin Amerika telah menyatakan bahwa mereka tidak akan mendukung itu.

Jika jadi berkunjung ke Taiwan maka Nancy Pelosi – pemimpin salah satu dari tiga cabang pemerintah Amerika saat ini – akan menjadi pejabat terpilih Amerika dengan peringkat tertinggi yang mengunjungi Taiwan sejak Ketua DPR Newt Gingrich pada tahun 1997. (Sumber: VOA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI