Puan Maharani Disebut Sebagai Satu-satunya Sosok yang Miliki Kendali Politik untuk Diusung Jadi Capres atau Cawapres

Chandra Iswinarno, Ummi Hadyah Saleh

Rabu, 03 Agustus 2022 | 21:06 WIB
Puan Maharani Disebut Sebagai Satu-satunya Sosok yang Miliki Kendali Politik untuk Diusung Jadi Capres atau Cawapres
Ketua DPP PDIP Puan Maharani (Instagram/@puanmaharaniri)

Suara.com - Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam menyebut sosok Ketua DPR yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani memiliki kendali politik di antara elit politik yang lain untuk diusung sebagai calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres).

Puan juga memiliki kunci untuk untuk menggerakan arah koalisi PDI Perjuangan. Pasalnya, PDI Perjuangan merupakan partai yang memenuhi syarat dalam mengusung capres dan cawapres tanpa harus berkoalisi.

"Fakta menunjukkan bahwa Mbak Puan sendiri adalah mungkin satu-satunya pihak yang memiliki kendali politik yang paling riil, diantara para elit politik yang lain. Kemudian memiliki kunci langsung untuk menggerakkan koalisi 20% tersebut, fakta menunjukkan PDI P adalah the only one partai yang memiliki elektabilitas di atas 20% di pemilu 2019 yang lalu," ujar Umam dalam diskusi bertajuk 'Mengukur Peluang di 3 Figur Poros Utama di Pilpres 2024' yang digelar secara virtual, Rabu (3/8/2022).

Dosen Universitas Paramadina itu memaparkan, jika Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memutuskan Puan sebagai capres atau cawapres, tak akan dinamika internal. Bahkan, kata Umam, tak ada perlawanan dari Kader PDI Perjuangan terkait keputusan Megawati.

"Hampir tidak ada dinamika dan perlawana dan karena karakter kepemimpinan di PDIP itu relatif mirip dengan model pendekatan yang dulu di introduce oleh bung Karno yaitu mekanisme demokrasi terpimpin," katanya.

Namun kata Umam, berbeda jauh dengan Partai Golkar yang di dalamnya cukup banyak elemen-elemen kekuatan dan kadang saling menguatkan dan kadang saling menjatuhkan. Ia pun menyinggung saat Waketum Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang tiba-tiba menyatakan dukungan pencapresan kepada Airlangga merupakan keputusan final yang harus dijalankan.

"Bahkan juga, kadang juga, kalau misalnya dalam kompetisi bisa juga saling menjatuhkan. Kenapa kemarin nggak ada angin, nggak ada hujan Pak Bambang Susatyo menyatakan bahwa ini sudah final pencapresan Airlangga sebagai sebuah keputusan yang harus dijalankan. Tentu itu ada muatan politik yang cukup besar di sana," katanya.

Lebih lanjut, Umam menjelaskan karakter politik PDI Perjuangan akan cenderung menguatkan dari basis trah Soekarno.

Sebab, bukan hanya soal kepentingan individu, keluarga, tetapi bagian dari selling poin dari PDIP, yang memang memiliki basis pemilih loyal yang memang bisa menguatkan.

baca juga

"Kita (masyarakat) memahami mengapa misalnya ada jargon-jargon yang coba kemudian di introducer misalnya 'ojo pedot poyote' atau jangan patah akarnya. Siapa akar ini? akar ini adalah dalam konteks ini ya tradisi Soekarnoisme. Itu nah siapa yang kemudian mewarisi basis Soekarnoisme itu dalam konteks ini adalah trah Soekarno," ungkap Umam.

Meskipun secara ideologi tertentu, Umam menyebut semua kader PDIP memiliki kekuatan, kapasitas dan pemahaman yang sama dalam konteks Soekarnoisme. Selain itu kata Umam, jika melihat dari perspektif praktis, penguasaan PDI Perjuangan per hari ini juga belum terjadi perubahan signfikan.

Karena kata dia, di hampir semua survei, tak ada yang mengalami dissenting opinion dan elektabilitas tertinggi saat PDI Perjuangan.

Selanjutnya, Umam memaparkan realitas politik saat ini menunjukkan sejumlah indikator yang berpotensi menguatkan pencalonan Puan dan dominasi PDI Perjuangan.

Indikator pertama, penguasaan PDI Perjuangan pada level basis kekuatan teritorial. Apalagi jumlah kepala daerah yang dimiliki atau diusung PDI Perjuangan relatif cukup besar.

Lalu, indikator kedua yakni instrumen negara. Umam menyebut secara teoritik, tidak boleh instrumen negara dikendalikan oleh elemen kepentingan tertentu. Namun diakui atau tidak, dalam konteks politik praktis ada pengaruh signifikan.

"Yang kemudian menjadi pertaruhan besar, pada posisi 271 Kepala Daerah yang akan selesai periodenya di 2022 dan 2023, yang plt-nya akan ditentukan oleh Kemendagri. Siapa kekuatan yang bisa mempengaruhi itu, dia akan menggerakkan seluruh resources jaringan, sumber daya untuk memenangkan basis-basis pemilih di masing-masing wilayah itu," kata Umam.

"Nah di level ini, PDIP berpotensi memiliki kekuatan yang lebih besar untuk di wilayah-wilayah itu. Bagaimana kemudian nanti pendekatannya? Wallahualam," sambungnya.

Sementara itu, indikator ketiga yang menjadi penentu pencapresan Puan kata Umam yakni keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

"Tentu lagi-lagi akan ditentukan oleh positioning dari putusan tertinggi di PDIP yaitu di tangan bu Megawati Soekarnoputri. Terkait dengan pencapresan pak Ganjar, diakui atau tidak, dua nama itu seringkali membayangi pencapresan dari akar politik PDIP," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puan Maharani Bahas Subsidi Pertalite, Komentarnya Dirujak Netizen

Puan Maharani Bahas Subsidi Pertalite, Komentarnya Dirujak Netizen

Jogja | Rabu, 03 Agustus 2022 | 20:50 WIB

Terharu Banyak yang Dukung Dirinya Jadi Capres, Muhaimin: Memberikan Semangat untuk Bekerja Lebih Keras

Terharu Banyak yang Dukung Dirinya Jadi Capres, Muhaimin: Memberikan Semangat untuk Bekerja Lebih Keras

Kalbar | Rabu, 03 Agustus 2022 | 19:17 WIB

Effendi Simbolon PDIP Sebut Dorongan untuk Puan Maju Jadi Capres Semakin Kuat

Effendi Simbolon PDIP Sebut Dorongan untuk Puan Maju Jadi Capres Semakin Kuat

News | Rabu, 03 Agustus 2022 | 18:58 WIB

PDIP Belum Putuskan Soal Capres Maupun Koalisi, Effendi Simbolon: Semuanya Masih Proses

PDIP Belum Putuskan Soal Capres Maupun Koalisi, Effendi Simbolon: Semuanya Masih Proses

News | Rabu, 03 Agustus 2022 | 16:29 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×