Bumi Mencatat Hari Terpendek dalam Sejarah karena Rotasi Lebih Cepat

Siswanto | BBC | Suara.com

Senin, 08 Agustus 2022 | 10:24 WIB
Bumi Mencatat Hari Terpendek dalam Sejarah karena Rotasi Lebih Cepat
BBC

Suara.com - Tahun ini, Bumi mencatat hari terpendek dalam sejarah, tepatnya pada tanggal 29 Juni lalu.

Sebelum Anda mengecek kalender, coba tebak, berapa pendek yang tercatat? Jawabannya bukan dalam jam, dalam menit, maupun detik.

Menurut situs timeanddate.com, yang menghitung waktu dan zona waktu, rotasi Bumi melambat 1,59 milidetik pada tanggal 29 Juni.

Artinya, pada hari itu, waktu menjadi lebih pendek selama 1,59 milidetik dari yang seharusnya 24 jam.

Sebagai gambaran, satu kedipan mata saja membutuhkan waktu 300 milidetik. Pencatatan waktu seperti itu hanya bisa dihitung dengan menggunakan alat yang presisi.

Rekor ini menunjukkan bahwa Bumi berotasi secara lebih cepat. Mengapa ini bisa terjadi?

Presisi luar biasa

Lama waktu dalam satu hari dihitung berdasarkan rotasi Bumi, yakni perputaran Bumi pada poros dan sumbunya.

Penghitungan itu dilakukan dengan menggunakan jam atom, sehingga waktu bisa dihitung secara akurat.

Menurut situs Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia - saat ini jam atom digunakan sebagai patokan standarisasi waktu secara internasional, karena tingkat akurasi yang sangat baik serta tingkat kesalahan yang kecil.

Menurut situs LIPI, saat ini terdapat sekitar 400 jam atom di seluruh dunia yang dimiliki oleh 70 lembaga metrologi dan observatorium. Semuanya berkontribusi terhadap perhitungan Waktu Atom Internasional (TAI) untuk menentukan UTC (Universal Time, Coordinated).

Baca juga:

Anda mungkin pernah mendengar istilah Greenwich Mean Time (GMT), atau sistem pengaturan perbedaan waktu di negara-negara dunia berdasarkan letak geografis. Namun dalam perjalanannya, GMT kini telah digantikan dengan UTC.

Rotasi Bumi secara teori memakan waktu 24 jam. Namun sejak 2020, sejumlah hal terjadi.

Pada tahun 2020, Bumi mencatat terjadinya 28 hari terpendek sejak jam atom pertama kali digunakan untuk mengukur pada 1960an.

Pada tanggal 19 Juli 2020, Bumi mencatat rekor 1,47 milidetik lebih pendek dari yang tercatat pada 2005.

Rekor terbaru berikutnya adalah tahun ini, pada 29 Juni, dengan 1,59 milidetik lebih pendek.

Tetapi menurut para ilmuwan, perubahan ini bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

Perubahan secara berkala

"Kami percaya ini terjadi selama jutaan tahun, namun dengan variasi yang sangat kecil," kata Graham Jones, seorang pakar astrofisika dari Time and Date kepada BBC Mundo.

Christian Bizouard dari Paris Observatory, IERS Earth Orientation Center menambahkan bahwa tren percepatan rotasi Bumi yang kita lihat saat ini mulai terjadi pada 1990an.

"Setelah sempat terjadi perlambatan pada 2004, akselerasi mulai kembali pada 2016," kata Bizouard.

Tetapi para ilmuwan tidak yakin berapa lama akselerasi ini akan terjadi.

"Pada satu saat, [rotasi bumi] akan melambat kembali," kata Jones.

"Mengapa Bumi berputar lebih cepat"?

Rotasi Bumi mengitari poros memakan waktu 23 jam 56 menit dan 4,091 detik. Ini dikenal sebagai sidereal atau selang waktu.

Ada banyak alasan, dan para ilmuwan tidak yakin mana yang menjadi akar masalahnya. Kecepatan rotasi Bumi dapat dipengaruhi oleh lapisan dalam atau luarnya, lautan, bulan atau bahkan iklim.

Namun ini lah sejumlah teori yang diyakini memengeruhi kecepatan rotasi Bumi sejauh ini:

  • Perubahan pada iklim atau sistem iklim, yang dapat menyebabkan pembekuan gletser atau angin yang berlebihan, yang beratnya bergeser menarik Bumi
  • Gempa Bumi atau aktivitas seismik lain bergerak ke arah poros Bumi
  • Gerakan di dalam inti cair Bumi yang menggeser massa di planet ini.
  • Sirkulasi laut dan tekanan di dasar laut yang menarik poros Bumi.
  • "Chandler Wobble", yang merupakan pergeseran alami dari sumbu Bumi karena tidak bulat sempurna, dan juga terkait dengan fluktuasi kutub geografis bumi.

Jika tren kecepatan rotasi Bumi berlanjut, para ilmuwan mungkin akan menerapkan detik kabisat negatif, yang dapat membantu mengimbangi hari-hari yang lebih pendek yang kita alami.

Tapi langkah itu bisa menyebabkan masalah teknologi, menurut laporan situs teknologi Engineering Meta pada 25 Juli lalu.

"Dampak detik kabisat negatif belum pernah diuji dalam skala besar; bisa berdampak buruk pada perangkat lunak yang mengandalkan pengatur waktu atau penjadwal, "kata insinyur Meta Oleg Obleukhov dan Ahmad Byagowi dalam artikelnya.

"Bagaimanapun, setiap detik kabisat adalah sumber masalah bagi mereka yang mengelola infrastruktur perangkat keras," tambah mereka.

Detik kabisat pernah ditambahkan di masa lalu - detik kabisat pertama diterapkan pada tahun 1972, dan biasanya ditambahkan pada bulan Juni atau Desember.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fenomena Langka Hari Ini: 5 Agustus 2025 Jadi Hari Terpendek dalam Dekade Terakhir

Fenomena Langka Hari Ini: 5 Agustus 2025 Jadi Hari Terpendek dalam Dekade Terakhir

Lifestyle | Selasa, 05 Agustus 2025 | 18:23 WIB

5 Agustus 2025 Jadi Hari Terpendek, Benarkah Pengaruhi Waktu Internasional?

5 Agustus 2025 Jadi Hari Terpendek, Benarkah Pengaruhi Waktu Internasional?

Tekno | Selasa, 05 Agustus 2025 | 15:30 WIB

Hari Terpendek 5 Agustus, Benarkah Bumi Memutar Lebih Cepat?

Hari Terpendek 5 Agustus, Benarkah Bumi Memutar Lebih Cepat?

Lifestyle | Selasa, 05 Agustus 2025 | 13:55 WIB

Bumi Ngebut: Kenapa 5 Agustus 2025 Jadi Hari Tependek? Ini Penjelasannya

Bumi Ngebut: Kenapa 5 Agustus 2025 Jadi Hari Tependek? Ini Penjelasannya

Tekno | Selasa, 05 Agustus 2025 | 10:23 WIB

Hari Terpanjang di Bumi: Bukan Teka-Teki, Tapi Fakta Ilmiah!

Hari Terpanjang di Bumi: Bukan Teka-Teki, Tapi Fakta Ilmiah!

Tekno | Selasa, 04 Februari 2025 | 09:16 WIB

NASA Sebut Bendungan di China Penyebab Rotasi Bumi Melambat, Berbahaya?

NASA Sebut Bendungan di China Penyebab Rotasi Bumi Melambat, Berbahaya?

Tekno | Rabu, 15 Januari 2025 | 12:27 WIB

Jika Bumi Berhenti Berputar, Inilah Peristiwa Mengerikan Akan Terjadi

Jika Bumi Berhenti Berputar, Inilah Peristiwa Mengerikan Akan Terjadi

Tekno | Minggu, 08 Desember 2024 | 15:35 WIB

Dampak Bulan Menjauhi Bumi, Rotasi Melambat dan Hari Bertambah Panjang?

Dampak Bulan Menjauhi Bumi, Rotasi Melambat dan Hari Bertambah Panjang?

Lifestyle | Jum'at, 30 Agustus 2024 | 14:35 WIB

Eksperimen Gila, Bisakah Manusia Mengubah Rotasi Bumi Hanya dengan Melompat Bersama?

Eksperimen Gila, Bisakah Manusia Mengubah Rotasi Bumi Hanya dengan Melompat Bersama?

Tekno | Sabtu, 13 Juli 2024 | 15:26 WIB

5 Tips Ampuh Mengatasi Jet Lag saat Traveling Ke Zona Waktu Berbeda

5 Tips Ampuh Mengatasi Jet Lag saat Traveling Ke Zona Waktu Berbeda

Your Say | Minggu, 30 Juli 2023 | 06:45 WIB

Terkini

Polisi Periksa PT Vinfast Auto hingga Green SM, 36 Saksi Digeber Bongkar Tragedi KRL Bekasi!

Polisi Periksa PT Vinfast Auto hingga Green SM, 36 Saksi Digeber Bongkar Tragedi KRL Bekasi!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 13:29 WIB

7 Fakta Kasus Pencabulan di Ponpes Pati, Korban Diduga Capai 50 Santriwati

7 Fakta Kasus Pencabulan di Ponpes Pati, Korban Diduga Capai 50 Santriwati

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 13:11 WIB

Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum

Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:45 WIB

Kronologi Waketum PSI Bro Ron Dipukul Orang Tak Dikenal, Pelaku Kini Mendekam di Polsek

Kronologi Waketum PSI Bro Ron Dipukul Orang Tak Dikenal, Pelaku Kini Mendekam di Polsek

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:44 WIB

Bela Nasib Karyawan Malah Dipukul, Polisi Ciduk 2 Pelaku Penganiaya Waketum PSI Bro Ron

Bela Nasib Karyawan Malah Dipukul, Polisi Ciduk 2 Pelaku Penganiaya Waketum PSI Bro Ron

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:40 WIB

Bantah Jadi Pembisik Prabowo Soal Yaman, Dudung Beri Pesan Menohok ke Habib Rizieq: Jaga Mulut

Bantah Jadi Pembisik Prabowo Soal Yaman, Dudung Beri Pesan Menohok ke Habib Rizieq: Jaga Mulut

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:31 WIB

Putus Rantai Tawuran, Pemkot Jaksel Bangun Gelanggang Olahraga di Manggarai

Putus Rantai Tawuran, Pemkot Jaksel Bangun Gelanggang Olahraga di Manggarai

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:24 WIB

Iran: Kroco Donald Trump Serang Kapal Sipil di Selat Hormuz, 5 Orang Tewas

Iran: Kroco Donald Trump Serang Kapal Sipil di Selat Hormuz, 5 Orang Tewas

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:17 WIB

Nekat! Meski Ada Aparat, Pria Tak Dikenal Tetap Hajar Waketum PSI Bro Ron, Ini Kronologinya

Nekat! Meski Ada Aparat, Pria Tak Dikenal Tetap Hajar Waketum PSI Bro Ron, Ini Kronologinya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:04 WIB

KPK Bongkar Aliran Dana CSR BI ke Yayasan Milik Heri Gunawan dan Satori, Dua Eks Pejabat Diperiksa

KPK Bongkar Aliran Dana CSR BI ke Yayasan Milik Heri Gunawan dan Satori, Dua Eks Pejabat Diperiksa

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:01 WIB