Salman Rushdie Menghadapi Ancaman Mati Setelah Menulis The Satanic Verses

Siswanto | BBC | Suara.com

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 11:40 WIB
Salman Rushdie Menghadapi Ancaman Mati Setelah Menulis The Satanic Verses
BBC

Suara.com - Penulis Salman Rushdie, yang menghadapi ancaman mati selama lebih 30 tahun setelah menulis novel The Satanic Verses, diserang di satu panggung di negara bagian New York.

Pemenang Booker Prize berusia 75 tahun itu hadir dalam satu acara di Chautauqua Institution saat penyerangan terjadi.

Polisi negara bagian New York mengatakan tersangka seorang pria naik ke panggung dan menyerang Rushdie dan orang yang mewawancara.

"Rushdie mengalami luka akibat tikaman di leher," kata polisi dalam satu pernyataan.

Kantor berita Reuters melaporkan Rushdie saat ini tengah menjalani operasi.

Para saksi mata mengatakan Rushdie ditikam berkali-kali oleh orang bertopeng ketika novelis itu akan memberikan ceramah.

Gubernur New York Kathy Hochul mengatakan dalam jumpa pers satu jam kemudian bahwa Rushdie selamat.

Ia dibawa ke rumah sakit dengan helikopter namun belum ada rincian tentang luka-luka yang ia alami.

Pewawancara, Henry Reese, juga mengalami luka ringan di kepala. Reese adalah pendiri lembaga non profit yang didirikan untuk para penulis yang menghadapi ancaman atau persekusi.

Tersangka telah ditahan, kata polisi.

Dewan Muslim Inggris mengecam serangan itu dan mengatakan "kekerasan seperti itu salah dan pelakunya harus diadili."

Siapa Salman Rushdie?

Novelis yang lahir di India mendapat banyak ancaman mati karena novelnya dalam karir selama lima dekade.

Banyak bukunya sangat berhasil, dan novel keduanya Midnight's Children, meraih Booker Prize pada 1981.

Namun novel keempatnya, The Satanic Verses, yang diterbitkan pada 1988 menjadi karya yang paling kontroversial.

Akibat ancaman mati, Rushdie terpaksa bersembunyi dan pemerintah Inggris menempatkannya di bawah perlindungan polisi.

Baca juga:

Inggris dan Iran memutus hubungan diplomatik namun para penulis Barat mengecam ancaman kebebasan berekspresi.

Fatwa yang menyerukan dibunuhnya Rushdie dikeluarkan oleh Pemimpin Spiritual Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini, pada 1989 - satu tahun setelah novel diterbitkan.

Salman Rushdie lahir di Bombay, dua bulan sebelum kemerdekaan India dari Inggris.

Pada usia 14 tahun, ia dikirim ke Inggris dan mendapatkan gelar sarjana sejarah di Kings College, Cambridge.

Ia menjadi warga negara Inggris. Ia berasal dari keluarga Muslim namun kemudian menyebut dirinya "atheis garis keras". Ia sempat menjadi aktor dan kemudian penulis iklan sambil menulis novel.

Ketika The Satanic Verses diterbitkan dan menimbulkan kecaman dari dunia Muslim karena dianggap penghujatan agama, India adalah negara pertama yang melarang, diikuti dengan Pakistan dan berbagai negara Muslim lain.

Novel ini dipuji sejumlah pihak dan memenangkan penghargaan Whitbread. Namun kecaman terhadap buku ini semakin meningkat dan dua bulan kemudian setelah penerbitan, banyak protes di jalan-jalan.

Salah satu hal yang dianggap penghujatan adalah dua perempuan penghibur dalam buku itu dinamakan istri-istri Nabi Muhammad.

Pada Januari 1989, warga Muslim di Bradford, Inggris membakar buku tersebut dan toko buku WHSmith menghentikan pajangan buku.

Rushdir sendiri menolak tudingan bahwa buku itu penghujatan.

Pada bulan Februari 1989, sejumlah orang meninggal dalam kerusuhan anti-Rushdi, sementara di Tehran, kedutaan Inggris dilempari batu.

Di Inggris sendiri, sejumlah pemuka Muslim mendesak warga menahan diri sementara yang lainnya mendukung Ayatollah.

Amerika Serikat, Prancis dan negara-negara Barat lain mengecam ancaman hukuman mati itu.

Rushdie sendiri yang saat ini masih dalam persembunyiaan bersama istrinya dan dilindungi polisi menyatakan penyesalan mendalam karena menyebabkan kemarahan, namun Ayatollah kembali menyerukan agar penulis ini pantas mati.

Tetapi novel ini laris dibeli di Inggris dan Amerika.

Bukan Rushdie saja yang mendapatkan ancaman karena novel kontroversial itu.

Penerjemah Jepang The Satanic Verses ditemukan meninggal di universitasnya pada Juli 1991.

Polisi mengatakan penerjemah Hitoshi Igarashi, yang bekerja sebagai asisten profesor perbandingan budaya, ditusuk beberapa kali di luar kantornya di Universitas Tsukuba.

Pada bulan yang sama, penerjemah Italia Ettore Capriolo, ditikam di apartemennya di Milan, namun selamat.

Fatwa hukuman mati terhadap Rushdie dihentikan secara resmi oleh Iran pada 1998.

Buku-buku Rushdie laiin termasuk novel untuk anak-anak Haroun and the Sea of Stories (1990), buku tentang esai, Imaginary Homelands (1991), dan novel, East, West (1994), The Moor's Last Sigh (1995), The Ground Beneath Her Feet (1999), dan Fury (2001).

Dalam dua dekade terakhir ia telah menerbitkan Shalimar the Clown, The Enchantress of Florence, Two Years Eight Months dan Twenty-Eight Nights, The Golden House serta Quichotte.

Rushdie menikah empat kali dan memiliki dua anak.

Ia kini tinggal di AS dan mendapat gelar pada 2007 karena jasanya dalam bidang kesusasteraan.

Pada 2012, ia menerbitkan Joseph Anton: A Memoir, buku tentang kehidupannya setelah terbitnya The Satanic Verses.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fakta dan Kronologi Salman Rushdie Ditikam 15 Kali, Berpotensi Kehilangan Mata

Fakta dan Kronologi Salman Rushdie Ditikam 15 Kali, Berpotensi Kehilangan Mata

News | Senin, 15 Agustus 2022 | 14:36 WIB

Deretan Kontroversi Salman Rushdie, Penulis Novel Ayat-Ayat Setan yang Baru Saja Ditikam

Deretan Kontroversi Salman Rushdie, Penulis Novel Ayat-Ayat Setan yang Baru Saja Ditikam

News | Senin, 15 Agustus 2022 | 12:41 WIB

Profil Hadi Matar, Terduga Pelaku Penikaman Novelis Salman Rushdie

Profil Hadi Matar, Terduga Pelaku Penikaman Novelis Salman Rushdie

News | Minggu, 14 Agustus 2022 | 16:48 WIB

Detik-detik Salman Rushdie Si Penghina Nabi Ditikam 15 Kali Saat Manggung Di New York, Kini Kondisinya Kritis

Detik-detik Salman Rushdie Si Penghina Nabi Ditikam 15 Kali Saat Manggung Di New York, Kini Kondisinya Kritis

News | Minggu, 14 Agustus 2022 | 06:29 WIB

Mengenal Siapa Salman Rusdhie, Penulis The Satanic Verses Ditikam di Leher

Mengenal Siapa Salman Rusdhie, Penulis The Satanic Verses Ditikam di Leher

News | Sabtu, 13 Agustus 2022 | 14:31 WIB

Profil Salman Rushdie, Penulis Novel Ayat-ayat Setan yang Ditikam di New York

Profil Salman Rushdie, Penulis Novel Ayat-ayat Setan yang Ditikam di New York

News | Sabtu, 13 Agustus 2022 | 11:44 WIB

Terkini

Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi

Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:18 WIB

Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?

Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:10 WIB

Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental

Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:09 WIB

Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan

Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:54 WIB

Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati

Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:35 WIB

Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya

Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:58 WIB

Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak

Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:47 WIB

Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita

Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:38 WIB

Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733

Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:30 WIB

DPR Ragukan Status Pesantren Predator Seks di Pati: Itu Hanya Kedok!

DPR Ragukan Status Pesantren Predator Seks di Pati: Itu Hanya Kedok!

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:30 WIB