Tak Hanya 33 Rusunawa, Anies Ingin Kembangkan Hunian Terjangkau Lainnya

Erick Tanjung

Kamis, 18 Agustus 2022 | 20:37 WIB
Tak Hanya 33 Rusunawa, Anies Ingin Kembangkan Hunian Terjangkau Lainnya
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meresmikan 12 rusunawa. (istimewa)

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut penyediaan hunian terjangkau tak hanya pada 33 rumah susun sederhana sewa atau rusunawa saja, namun juga melalui program Jakhabitat yang merupakan kolaborasi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) dengan BUMD Perumda Sarana Jaya.

"Program ini nantinya tak berhenti di 33 tower saja. Kami ingin lanjutkan dan berikan lebih banyak lagi hunian terjangkau untuk warga Jakarta. Kita ingin negara memberikan dukungan pada kebutuhan dasar warganya, sandang pangan dan papan," kata Anies pada acara peresmian 33 gedung rusunawa di Jakarta, Kamis (18/8/2022).

Melalui program Jakhabitat ini, kata Anies, Pemprov DKI Jakarta ingin agar kebijakan terkait hunian dan permukiman dapat terintegrasi sesuai dengan namanya untuk menjadikan Jakarta sebagai sebuah tempat di mana makhluk hidup dapat tumbuh berkembang sesuai kodratnya.

"Kami berharap rumah dan hunian ini menjadi habitat untuk tumbuh kembangnya keluarga-keluarga di Jakarta dengan sehat dan bahagia," ucap Anies.

Terkait dengan 33 gedung rusunawa dengan 7.421 unit di dalamnya yang diresmikan Kamis ini, Anies berpesan kepada para penghuni agar membangun suasana kebersamaan dan persaudaraan yang sehat dan kuat antar penghuni.

"Yang membangun gedungnya adalah pemerintah, yang membangun persaudaraan adalah penghuninya. Ketika diresmikan bangunan terlihat di statistik, tapi hidup rukun, damai itu tidak bisa dilihat statistik. Yang tinggal di tempat ini sadari, bahwa tidak ada tetangga yang sempurna. Karena itu bapak ibu harus bisa membangun suasana yang damai, tenang, dan sejuk," ucap Anies.

Diketahui, 33 gedung dan 7.421 unit rusunawa ini merupakan rekor pembangunan unit rusunawa terbanyak dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Rusunawa yang diresmikan, diklaim memiliki kualitas fisik bangunan, sarana prasarana lingkungan, hingga manajemen yang dapat disejajarkan dengan hunian vertikal oleh pihak swasta atau apartemen komersil.

Rusunawa yang baru dibangun juga disebut mengedepankan pemberdayaan penghuninya, karenanya dilengkapi dengan aksesibilitas ke transportasi umum, penyediaan ruang usaha bagi UMKM, dan fasilitas penunjang lainnya, serta pelatihan keterampilan sebagai upaya membangun kehidupan penghuni makin sejahtera.

Selain fasilitas yang lengkap, manajemen penghunian pun dilakukan secara transparan dan cepat karena pendaftaran dilakukan secara daring melalui aplikasi Sistem Informasi Perumahan dan Permukiman (Sirukim).

Aplikasi Sirukim merupakan bentuk modernisasi manajemen pengelolaan rusunawa yang lebih responsif seperti menindaklanjuti kebutuhan penghuni, termasuk dalam melakukan pengelolaan terhadap keluhan penghuni.

Proses pendaftaran melalui Sirukim lebih singkat, yakni 17 hari dari yang sebelumnya 70 hari. Untuk pengaduan dan keadaan darurat, akan diproses paling lambat 60 menit, sementara untuk pengaduan sarana prasarana akan diproses paling lambat 2x24 jam.

Setiap unit rusunawa memiliki luas 36 meter persegi, terdiri dari ruang keluarga, dua unit kamar tidur, dapur, kamar mandi, dan balkon. Material bangunan diklaim berkualitas baik, penggunaan lift yang dilengkapi dengan kartu akses guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi semua penghuni, adanya sirkulasi dan pencahayaan yang baik di area koridor, serta ruang komunal atau ruang bersama sebagai tempat interaksi penghuni.

"Dengan menempati rusunawa yang berkualitas, sehat, dan terjangkau, akan mampu meningkatkan ikatan emosional dan rasa kepedulian sesama penghuni menuju keluarga yang makin sejahtera, rukun, dan bahagia. Masyarakat dapat mengakses aplikasi Sirukim atau datang langsung ke Galeri Huni di Taman Martha Tiahahu, Jakarta Selatan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut," ujar Kepala Dinas PRKP DKI Jakarta Sarjoko. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Akhir Jabatan, Anies Minta Penerusnya Lanjutkan Bangun Hunian Layak-Terjangkau

Jelang Akhir Jabatan, Anies Minta Penerusnya Lanjutkan Bangun Hunian Layak-Terjangkau

Jakarta | Kamis, 18 Agustus 2022 | 18:22 WIB

Ada Kedai Kopi di Halte TransJakarta Harmoni, Wagub DKI: Akan Kami Evaluasi

Ada Kedai Kopi di Halte TransJakarta Harmoni, Wagub DKI: Akan Kami Evaluasi

Jakarta | Kamis, 18 Agustus 2022 | 17:44 WIB

Pemprov DKI Jakarta Gelar Acara Pajak Jakarta Adil dan Merata untuk Semua

Pemprov DKI Jakarta Gelar Acara Pajak Jakarta Adil dan Merata untuk Semua

News | Kamis, 18 Agustus 2022 | 17:21 WIB

Terkini

Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger

Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 23:08 WIB

Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global

Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 23:01 WIB

Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun

Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 22:40 WIB

Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen

Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:32 WIB

Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan!  Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan

Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:19 WIB

Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar

Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:08 WIB

3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?

3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:51 WIB

Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper

Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:34 WIB

Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?

Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:09 WIB

Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK

Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:48 WIB