Sisa Sampah Nelayan Indonesia Jadi Sorotan Soal Keamanan Perbatasan Australia

Siswanto, ABC

Kamis, 01 September 2022 | 04:00 WIB
Sisa Sampah Nelayan Indonesia Jadi Sorotan Soal Keamanan Perbatasan Australia
Ilustrasi nelayan tradisional. (pixabay)

Suara.com - Sebuah persinggahan nelayan Indonesia ditemukan di sebuah pulau di Australia Barat menimbulkan kekhawatiran mengapa hal tersebut tidak mampu terdeteksi oleh Pasukan Perbatasan Australia.

Tumpukan sampah dan bangkai hiu yang sudah dikuliti ditemukan di Pulau Niiwalarra atau Pulau Sir Graham Moore Island yang berada di lepas pantai Kimberley, sekitar 2.800 km utara Perth dan 1.300 km arah barat Darwin.

Seorang kapten kapal veteran, Steve Hinge, terkejut saat dia menemukan bangkai hiu dan sampah saat berkunjung ke pulau tersebut bulan Mei bersama istrinya.

"Sampah ini jelas dari Indonesia. Ada bungkusan produk buatan Jakarta dan sampah ini semuanya bertuliskan dalam bahasa Indonesia," katanya.

"Mereka pasti berada di sana selama beberapa hari, karena terlihat ada bekas api unggun di pantai, potongan ikan kering di bebatuan, dan struktur kemah yang sudah dirobohkan.

"Saya sangat khawatir mereka bisa masuk begitu dekatnya ke perairan kita."

Steve melaporkan penemuan tersebut kepada pihak otoritas federal di bulan Mei, namun belum mendengar keterangan apa pun sampai sekarang.

Australian Border Force (ABF) tidak memberikan jawaban mengenai persinggahan gelap tersebut.

Namun dalam pernyataannya mengaku jika pihak berwenang tidaklah selalu bisa melakukan tindakan terhadap semua laporan yang diterima.

baca juga

"Lewat Komando Perbatasan Maritim, ABF secara teratur melakukan koordinasi patroli di seluruh bagian utara Australia, termasuk lokasi seperti Pulau Sir Graham Moore," kata ABF.

"Kami mendesak komunitas yang menyaksikan hal yang mencurigakan mengenai kegiatan berhubungan dengan perbatasan melaporkan ke borderwatch.gov.au."

Pulau dengan sejarah unik

Nelayan asal Indonesia sudah mendatangi pulau ini selama ratusan tahun, dengan bukti-bukti arkeologi menunjukkan adanya proses produksi teripang di pantai tersebut dalam jumlah besar di tahun 1800-an.

Suku Kwini, penduduk Aborigin di pulau ini sudah lama bergaul dengan nelayan asing yang mendatangi pulau tersebut selama berabad-abad.

Pulau tersebut sekarang menjadi bagian dari Taman Nasional Pulau Niiwalarra Islands National Park dan berada di dalam kawasan Taman Laut Australia Barat.

Pulau itu berjarak ratusan kilometer dari lokasi di mana nelayan Indonesia bisa melakukan pencarian ikan secara tradisional yang diatur dalam Nota Kesepahaman antara Indonesia dan Australia.

Area ini masuk dalam perairan Australia di wilayah Laut Timor, di mana nelayan Indonesia boleh menggunakan cara tradisional untuk menangkap ikan.

Departemen Biodiversitas, Konservasi dan Atraksi (DBCA) mengatakan mereka melakukan patroli teratur di kawasan taman nasional dan akan berkunjung ke sana bulan depan. 

"Staf juga akan melakukan survei pemantauan fauna secara rutin," kata juru bicara DBCA.

"Pengunjung ke Niiwalarra harus menyadari bahwa berkemah di pulau tersebut adalah tindakan melanggar hukum dan mereka harus mengikuti aturan mengenai sampah dan pembuangan sampah."

Dalam beberapa tahun terakhir ini, garis pantai Kimberley di Australia Barat semakin sering menghadapi penangkapan ikan ilegal. 

Saat pandemi COVID-19, aktivitas kapal nelayan masuk ke perairan Australia juga semakin banyak.

Neil Thomson anggota parlemen di negara bagian Australia Barat mengatakan perlunya upaya untuk mencegah meningkatnya nelayan Indonesia yang mendekati perairan Australia, khususnya saat ini ketika terjadi wabah penyakit mulut dan kuku di Indonesia.

"Kita harus melakukan lebih banyak hal untuk menghentikan ini semua," katanya.

"Sudah terjadi peningkatan tajam pencarian ikan ilegal di sepanjang pantai kita dan persinggahan itu menunjukkan betapa dekatnya mereka.

"

"Ini merupakan ancaman biosekuritas serius bagi kita, dampaknya pada lingkungan yang rentan, dan juga menimbulkan ancaman keamanan nasional."

"

Jumlah kapal nelayan yang mencoba memasuki wilayah Australia diperkirakan akan menurun selama beberapa bulan ke depan karena datangnya musim hujan.

Namun tewasnya sembilan nelayan Indonesia bulan Februari lalu menunjukkan para nelayan tetap berusaha melakukan perjalanan berisiko untuk bisa menemukan teripang dan ikan.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:49 WIB

300 Warga Tangerang Ditargetkan Terima Pemeriksaan Mata Gratis dan Bantuan Kacamata

300 Warga Tangerang Ditargetkan Terima Pemeriksaan Mata Gratis dan Bantuan Kacamata

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Ribuan Massa Gelar Aksi Indonesia Sadar di Bundaran HI, Ini 5 Tuntutannya

Ribuan Massa Gelar Aksi Indonesia Sadar di Bundaran HI, Ini 5 Tuntutannya

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:05 WIB

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Jadi Man of the Match Persija vs Persik, Denis Kolinger Tak Mau Tinggi Hati

Jadi Man of the Match Persija vs Persik, Denis Kolinger Tak Mau Tinggi Hati

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Menpar Dorong Wisata Alam Tak Sekadar Jual Keindahan, tapi Juga Jaga Lingkungan

Menpar Dorong Wisata Alam Tak Sekadar Jual Keindahan, tapi Juga Jaga Lingkungan

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Bicara Watak Kekuasaan, Hasto Minta Negara Lindungi Rakyat Kecil dari Oligarki

Bicara Watak Kekuasaan, Hasto Minta Negara Lindungi Rakyat Kecil dari Oligarki

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Terkini

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:23 WIB

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Imigrasi Sumut Sapu Bersih Penghargaan di Bimtek PIMPASA 2026

Imigrasi Sumut Sapu Bersih Penghargaan di Bimtek PIMPASA 2026

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Jadi Man of the Match Persija vs Persik, Denis Kolinger Tak Mau Tinggi Hati

Jadi Man of the Match Persija vs Persik, Denis Kolinger Tak Mau Tinggi Hati

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Menpar Dorong Wisata Alam Tak Sekadar Jual Keindahan, tapi Juga Jaga Lingkungan

Menpar Dorong Wisata Alam Tak Sekadar Jual Keindahan, tapi Juga Jaga Lingkungan

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Bicara Watak Kekuasaan, Hasto Minta Negara Lindungi Rakyat Kecil dari Oligarki

Bicara Watak Kekuasaan, Hasto Minta Negara Lindungi Rakyat Kecil dari Oligarki

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:53 WIB

×