Masalah Pangan dan Pertanian di Indonesia, Jokowi Kasih Banyak PR ke IPB

Ummi Hadyah Saleh, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 01 September 2022 | 16:49 WIB
Masalah Pangan dan Pertanian di Indonesia, Jokowi Kasih Banyak PR ke IPB
Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat menyampaikan pidatonya pada Pembukaan Dies Natalis ke-59 IPB yang ditayangkan melalui YouTube IPB TV, Kamis (1/9/2022). [Bidikan layar YouTube IPB TV]

Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta Institut Pertanian Bogor (IPB) memanfaatkan momentum krisis pangan dengan berinovasi. Jokowi lantas menugaskan IPB untuk melakukan pengembangan riset agromaritim untuk membangun serta mendukung sistem pangan yang tangguh.

Mulanya, Jokowi menyampaikan jika saat ini sebanyak 345 juta penduduk dunia di 92 negara mengalami kerawanan pangan yang sangat serius. Akibat adanya kondisi ketidakpastian global, Jokowi menyebut kalau kenaikan indeks harga pangan global mencapai rekor tertinggi.

Bukan hanya itu, biaya logistik di jalur laut meningkat tiga kali lipat. Hal tersebut, kata Jokowi, berpengaruh pada biaya produksi pangan dan pertanian. Menurut Jokowi, persoalan pangan dan pertanian harus menjadi fokus perhatian Indonesia, tidak terkecuali perguruan tinggi.

"Ini menjadi momentum yang tepat bagi IPB untuk berdiri terdepan menyelesaikan masalah pangan dan pertanian di negara kita Indonesia. IPB harus bisa menghasilkan lebih banyak inovasi, memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa, mewujudkan ketahanan kemandirian, dan kedaulatan pangan," kata Jokowi saat menyampaikan pidatonya pada Pembukaan Dies Natalis ke-59 IPB yang ditayangkan melalui YouTube IPB TV, Kamis (1/9/2022).

Jokowi menilai sudah saatnya potensi besar di sektor pangan mesti dikembangkan lebih optimal, ditingkatkan kualitas dan daya saingnya serta dikembangkan inovasinya. Hal tersebut dianggapnya harus dilakukan untuk menghasilkan produk-produk pangan substitusi impor, produk-produk pangan yang kompetitif dan berdaya saing.

Jokowi lantas memberi sejumlah tugas kepada IPB untuk bisa memenuhi harapannya itu. Pertama, ia meminta IPB mengembangkan riset agromaritim untuk menghasilkan inovasi tepat guna.

"Dalam hal ini, IPB harus terus untuk meneruskan inovasi -inovasinya untuk menghasilkan varietas unggul juga diversifikasi pangan berbahan baku lokal," tuturnya.

Kedua, Jokowi meminta IPB untuk memperluas penyebaran inovasi ke berbagai pelosok Indonesia, memperluas kemitraan dengan berbagai stakeholder, pemerintah pusat dan daerah, kementerian dan lembaga, industri, petani, peternak, dan juga masyarakat luas.

Sementara yang ketiga, Jokowi menginginkan IPB mengembangkan program-program studi kekinian dan kurikulum yang adaptif.

baca juga

"Mengembangkan ilmu-ilmu baru yang relevan dengan kebutuhan saat ini dan masa depan, antara lain bioinformatik, biomedicine, data science, complexity and sustainable science, computational science and information technology, nanoscience and technology, neuronomics, dan lain-lainnya," tuturnya.

Keempat, Jokowi minta IPB menyiapkan early warning zoonosis untuk menghadapi ancaman penyakit infeksius yang bersumber dari hewan. Itu dimintanya karena ada prediksi kalau penyakit zoonosis akan terus meningkat.

"Kita harus pelajari ilmunya, kembangkan pengetahuannya untuk mengurangi ancaman yang membahayakan kesehatan manusia dan menekan risiko atas dampak yang diakibatkan," jelas Jokowi.

Sementara yang kelima, Jokowi meminta IPB memperkuat sinergi dengan industri dalam riset dan pemanfaatan hasil hasil riset pelopori sinergi kolaborasi riset dan pemanfaatannya dengan industri.

"Terus perkuat komitmen dan inovasi untuk menjadi perguruan tinggi yang produktif dan terpercaya, perguruan tinggi yang berbasis pertanian, kelautan, dan bioscience tropica serta terdepan dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan rakyat," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden Jokowi Menjawab Soal Kenaikan Harga BBM Bersubsidi, Kapan Pertalite dan Solar Naik Harga?

Presiden Jokowi Menjawab Soal Kenaikan Harga BBM Bersubsidi, Kapan Pertalite dan Solar Naik Harga?

News | Kamis, 01 September 2022 | 16:17 WIB

Presiden Jokowi Lihat Sejarah Pertambangan PT Freeport Indonesia di Grasberg

Presiden Jokowi Lihat Sejarah Pertambangan PT Freeport Indonesia di Grasberg

Sulsel | Kamis, 01 September 2022 | 16:04 WIB

Menanti Pengembangan Varietas Padi dari IPB di Food Estate Kalteng

Menanti Pengembangan Varietas Padi dari IPB di Food Estate Kalteng

Bisnis | Selasa, 23 Agustus 2022 | 10:57 WIB

Terkini

Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger

Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 23:08 WIB

Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global

Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 23:01 WIB

Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun

Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 22:40 WIB

Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen

Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:32 WIB

Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan!  Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan

Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:19 WIB

Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar

Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:08 WIB

3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?

3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:51 WIB

Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper

Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:34 WIB

Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?

Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:09 WIB

Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK

Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:48 WIB