Alasan Kebangkitan Pariwisata di Asia Tenggara Belum Tentu Hal yang Baik

Siswanto, ABC

Sabtu, 03 September 2022 | 03:00 WIB
Alasan Kebangkitan Pariwisata di Asia Tenggara Belum Tentu Hal yang Baik
Pertunjukan perdana Tari Soledo di kompleks Candi Borobudur, Senin (16/8/2022) malam. (Dok. Divisi Komunikasi Publik Badan Otorita Borobudur)

Suara.com - Ledakan turis setelah banyak perbatasan dibuka mungkin bagus untuk bisnis, tapi bisa menjadi ancaman juga bagi tempat-tempat seperti Angkor Wat, Borobudur, dan Maya Bay di Thailand.

Pengembangan pariwisata dan banyak hotel di sekitar candi Angkor Wat di Kamboja, misalnya, berisiko terhadap struktur candi tersebut karena posisinya di atas permukaan air yang kian menyusut.

Atau seperti yang terjadi di kawasan Maya Bay di Thailand, yang pernah masuk film The Beach, yang terpaksa ditutup di tahun 2018 karena kerusakan sebagian besar karang dan kehidupan laut, sehingga menyebabkan erosi pantai.

Pada bulan April, hanya empat bulan setelah dibuka kembali untuk turis asing, Pemerintah Filipina mengatakan pemerintah daerah di kawasan pantai Boracay gagal mengendalikan jumlah orang yang datang.

Seperti Maya Bay di Thailand, Boracay sempat ditutup sementara pada tahun 2018 oleh presiden Rodrigo Duterte, dengan alasan untuk pemulihan lingkungan.

Ada sejumlah pertanyaan soal pariwisata, siapa yang diuntungkan, apa dampaknya terhadap lingkungan lokal, seperti dikatakan Fergus Maclaren, presiden Komite Pariwisata Budaya Internasional.

"Dampak sosial, dampak lingkungan, dampak budaya, benar-benar mulai berdampak pada kesejahteraan dan kesehatan lingkungan dan komunitas lokal," kata Fergus.

Ketika jumlah orang-orang mulai bepergian dan turis asing kembali bertambah, tekanan juga meningkat.

Tantangan di Pulau Komodo

Pemerintah Indonesia menemukan cara untuk memerangi dampak pariwisata, salah satunya dengan membatasi jumlah orang yang bisa mendaki Candi Borobudur.

baca juga

Namun di tempat lain, seperti Taman Nasional Komodo, satu-satunya habitat komodo yang tersisa, rencana pengembangan pariwisata mengkhawatirkan para pemerhati lingkungan dan UNESCO.

Hera Oktadiana, seorang profesor di James Cook University dengan fokus penelitian soal pariwisata di Indonesia, mengatakan turis dari kalangan anak muda menjadi lebih sadar secara dampak sosial dan lingkungan.

Dr Hera mengatakan transparansi seputar proyek Komodo masih kurang dan masih banyak yang harus dilakukan untuk melibatkan masyarakat lokal dalam prosesnya, karena ini adalah bagian penting dari pariwisata berkelanjutan.

Menurut Cypri Jehan Paju Dale dari Kyoto University, dengan mengubah ekosistem hewan punah jadi tujuan wisata ditambah target lebih dari 1 juta pengunjung per tahun, Pemerintah Indonesia sepertinya memprioritaskan bisnis daripada konservasi.

Berdasarkan rencana, pengembangan pariwisata akan dikonsentrasikan di Pulau Rinca, salah satu taman nasional, yang terinspirasi dari film 'Jurassic Park'.

Dr Dale, yang juga meneliti pengembangan pariwisata di Taman Nasional Komodo, mengaku khawatir mata pencaharian penyedia pariwisata lokal berskala kecil akan terancam, karena beberapa perusahaan besar sudah diberikan izin untuk mengembangkan dan beroperasi secara eksklusif di dalam taman nasional tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:24 WIB

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:16 WIB

iForte dan Protelindo Group Luncurkan Lagu "Cahaya Hati", Kolaborasi dengan Raisa & Eross Candra

iForte dan Protelindo Group Luncurkan Lagu "Cahaya Hati", Kolaborasi dengan Raisa & Eross Candra

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 09:25 WIB

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:57 WIB

Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B

Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:45 WIB

Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan

Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan

Health | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:35 WIB

Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter

Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:25 WIB

Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?

Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:22 WIB

Anggaran Dipotong Pusat, Renovasi 11 Sekolah di Jakarta Terpaksa Mundur ke 2027

Anggaran Dipotong Pusat, Renovasi 11 Sekolah di Jakarta Terpaksa Mundur ke 2027

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:09 WIB

Gotong Royong Polhut Se-Indonesia, Bangun Rumah untuk Saudara di Aceh Tamiang

Gotong Royong Polhut Se-Indonesia, Bangun Rumah untuk Saudara di Aceh Tamiang

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:07 WIB

Terkini

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:24 WIB

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Kalbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:45 WIB

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:29 WIB

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:16 WIB

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Riau | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:14 WIB

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Sumbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:58 WIB

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:57 WIB

Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B

Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:45 WIB

Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas

Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas

Jawa Tengah | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:43 WIB

Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan

Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan

Health | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:35 WIB

×