Alasan Kebangkitan Pariwisata di Asia Tenggara Belum Tentu Hal yang Baik

SiswantoABC Suara.Com
Sabtu, 03 September 2022 | 03:00 WIB
Alasan Kebangkitan Pariwisata di Asia Tenggara Belum Tentu Hal yang Baik
Pertunjukan perdana Tari Soledo di kompleks Candi Borobudur, Senin (16/8/2022) malam. (Dok. Divisi Komunikasi Publik Badan Otorita Borobudur)

"[Ini] menciptakan konflik penggunaan sumber daya antara perusahaan-perusahaan dengan masyarakat lokal, [dan] perusahaan kecil, atau individu yang bekerja dalam konservasi di bawah kerangka pariwisata berbasis masyarakat,” kata Dr Dale.

Dia mengatakan proyek tersebut tidak memiliki rencana pengelolaan konservasi yang lengkap dan khawatir pembangunannya malah akan menghancurkan habitat penting bagi komodo yang terancam punah.

"

"Ini adalah salah satu prinsip pariwisata berkelanjutan, kita bisa mendapatkan manfaat dari ekosistem ... jika kita mempertahankannya."

"

Menteri Pariwisata Indonesia, Sandiago Uno, mengatakan Pemerintah Indonesia berencana untuk berkonsultasi dengan masyarakat setempat dalam beberapa bulan mendatang.

Dia mengatakan kenaikan biaya masuk akan digunakan untuk mendanai proyek konservasi dan kerja sama dengan bisnis pariwisata lokal menjadi prioritas.

"Pemerintah ingin konservasi dan ekonomi melalui pariwisata berjalan seimbang," katanya.

Sandiaga mengatakan Pemerintah Indonesia berusaha melestarikan habitat komodo dengan memusatkan wisatawan hanya di satu area taman: Pulau Rinca.

Baca Juga: Teras Malioboro 1: Wajah Baru Malioboro yang Jadi Icon Wisata Jogja

Risiko yang dialami Angkor Wat

Ketika dunia berhenti pada Maret 2020 akibat pandemi COVID-19 dan turis tak lagi mengunjungi Angkor Wat, Sareth Duch, seorang operator tur di Kamboja mengalami mimpi buruk.

"Ini masih jadi pikiran di benak semua orang, bahkan sampai sekarang kami masih berusaha untuk sembuh," kata Sareth.

Ia mencari cara untuk mempertahankan bisnis pariwisata dan perhotelan yang sudah ia jalani selama satu dekade.

"Kami memutuskan untuk mengubah restoran untuk turis lokal kami, jadi kami menjual makanan Khmer, dan kami mempertahankan tenaga kerja kami," katanya.

Selama hampir satu tahun, penghasilan dari restoran dan tabungan bisa membuat pekerja tetap mendapat gaji.

Tapi saat turis masih belum kembali pada pertengahan 2021, Sareth mulai melepaskan staf dengan janji mereka akan dipanggil kembali ketika pariwisata internasional kembali berlanjut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI