Begini Susahnya Dapatkan Visa Penduduk Tetap di Australia

Siswanto, ABC

Selasa, 20 September 2022 | 10:56 WIB
Begini Susahnya Dapatkan Visa Penduduk Tetap di Australia
Ilustrasi Australia (Pixabay/pattyjansen)

Suara.com - Marina Shatalova sudah berusaha bertahun-tahun untuk mengumpulkan poin yang cukup untuk bisa mengajukan visa 'permanent resident' atau penduduk tetap di Australia.

Saat ini Pemerintah Australia sedang berusaha mendatangkan tenaga terampil dari luar negeri sebagai prioritas, selain juga menjanjikan jalur untuk menjadi penduduk tetap lebih mudah.

Namun mereka yang sudah berada di sini, seperti migran dengan keahlian tertentu atau pelajar internasional, masih kesulitan mendapatkan visa tersebut karena poin yang dikumpulkan tergantung dari latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, kemampuan bahasa, usia dan syarat lainnya.

Sistem poin kadang membingungkan ditambah peraturan yang diubah tanpa peringatan terlebih dahulu.

Bekerja sebagai guru di Rusia, Marina pertama-tama berusaha menjadi penduduk tetap di Australia lewat visa kategori 189, jalur independen dengan profesi guru.

Para pelamar biasanya harus mengirimkan apa yang disebut '"expression of interest", jika mereka memiliki poin yang cukup, maka pemerintah akan mengundang mereka untuk mendaftar.

Pemegang visa 189 tidak harus bekerja dan tinggal di kawasan regional, tidak memerlukan sponsor perusahaan, tapi harus berusia di bawah 45 tahun dan memiliki keterampilan yang dibutuhkan Australia.

Marina yang tiba di Australia 12 tahun lalu dan sekarang memiliki putra berusia 10 tahun, sudah mendapatkan gelar sarjana pendidikan di Australia dan lulus untuk kemampuan bahasa Inggris, serta dianggap layak dalam kemampuan mengajar.

Dia harus melakukan tes bahasa Inggris sampai 11 kali, dengan setiap kali ujian membayar hampir Rp4 juta, dinyatakan kemampuannya "superior" sehingga dia mendapatkan poin tambahan.

baca juga

Namun ketika dia mengirimkan "expression of interest", dia tidak mendapatkan informasi apa pun dari Pemerintah Australia, sampai masa berlaku untuk kualifikasinya mengajar berakhir dalam masa dua tahun.

"Saya berpendidikan, sehat dan pembayar pajak, namun tidak pernah diundang untuk melamar jadi penduduk tetap meski pun di sini selalu kekurangan guru," katanya.

Sean Dong, seorang agen migrasi di Melbourne, mengatakan untuk mendapatkan visa 189 memang sulit dalam beberapa tahun terakhir.

"Sistem imigrasi Australia memang sangat kompleks," katanya.

"Poin minimum untuk mendapatkan PR adalah 65, namun dalam dua tahun terakhir pelamar visa 189 hampir tidak ada yang mendapatkan undangan meski pun ada yang sudah memiliki 90 atau 100 poin."

"Sistem ini gagal memberikan solusi bagi pasar tenaga kerja Australia," katanya.

"Dalam hal migran dengan keterampilan lebih tinggi, kita harusnya menggunakan visa sponsor dari perusahaan untuk menerapkan berapa banyak kebutuhan yang diperlukan, bukannya berapa banyak yang berminat datang," tambahnya.

"Australia seharusnya memberikan status PR bagi mahasiswa internasional bila mereka bisa memberikan sumbangan kepada masyarakat."

Standar pendidikan yang tinggi, kemampuan bahasa Inggris, masa tunggu yang tidak menentu dan pengalaman kerja yang diperlukan bukan hanya syarat yang menjadi tantangan bagi mereka yang ingin jadi penduduk tetap Australia.

Sunny Patel, yang berasal dari India mendapatkan gelar master di bidang teknik mesin dari Deakin University di Geelong tahun lalu, kemudian pindah ke Sydney.

Pria berusia 25 tahun tersebut berencana mengajukan permohonan visa 190, visa khusus untuk tenaga terampil yang dibutuhkan di negara bagian New South Wales.

Tetapi tanggal 7 September lalu, Pemerintah New South Wales mengeluarkan daftar pekerjaan baru yang berlaku untuk pengajuan visa.

Mereka juga menambah perlunya bukti menunjukkan sudah berapa tahun mereka memiliki pengalaman kerja di Australia, ditambah harus sudah mengumpulkan poin minimum, untuk bisa diundang mendaftar.

Yang lebih menjadi masalah bagi Sunny adalah pekerjaannya sebagai insinyur teknik mesin tidak ada lagi dalam daftar pekerjaan tersebut.

"Jadi bagi semua insinyur teknik mesin yang sudah bekerja di sini tidak lagi memiliki peluang untuk diundang mengajukan permohonan menjadi PR," katanya.

Sunny  sekarang memiliki visa sementara lulusan universitas yang masa berlakunya kurang dari setahun.

"Ini sekarang sepertinya jalan buntu bagi saya dan teman-teman saya yang bekerja di industri yang sama," katanya.

Mengapa status PR sangat penting

Selain karena masalah keamanan dan kenyamanan memiliki status yang jelas, beberapa kalangan bisnis juga bertindak diskriminatif terhadap mereka yang memiliki status visa sementara.

Sravan Reddy Palvai, juga berasal dari India, mengatakan karena dia tidak memilki status PR, membuat ia harus bekerja sebagai pengendara Uber dan bukannya sebagai insinyur di bidang komputer.

Sravan lulus dari Charles Sturt University di Melbourne di tahun 2019 dengan gelar master di bidang IT, kualifikasi yang dianggap sangat dibutuhkan di Australia.

Dengan pengalaman bekerja selama hampir enam tahun di luar negeri, pria berusia 32 tahun mengajukan keinginan menjadi PR segera setelah lulus kuliah.

Sampai sekarang dia masih menunggu kabar dari Pemerintah Australia untuk mengundangnya mengajukan lamaran resmi.

Sravan mengatakan dia sudah diwawancarai oleh beberapa perusahaan informasi teknologi di Melbourne, namun tidak mendapatkan pekerjaan karena dia hanya memiliki visa tinggal sementara.

"Ketika saya menjelaskan mengenai kondisi visa saya, mereka mengatakan '"sorry, kami hanya mencari mereka yang sudah memiliki visa tinggal permanen'," katanya.

Sravan mengatakan bekerja di industri IT adalah alasan utama mengapa dia datang ke Australia.

"Saya biasanya bercerita mengenai diri saya kepada pelanggan Uber yang naik mobil saya," katanya.

"Saya mencoba menjelaskan kepada setiap orang bahwa saya sedang mencari pekerjaan di bidang IT. Profil saya kuat sekali."

Dalam pernyataannya, juru bicara Departemen Dalam Negeri Australia mengatakan kepada ABC bahwa Pemerintah Australia mengakui pentingnya migrasi untuk mengisi lowongan kerja dan merangsang pertumbuhan ekonomi.

"Itulah sebabnya kami berusaha mengurangi permohonan visa yang sudah masuk ke tingkat sebelum COVID-19 dan mempekerjakan lebih banyak staf untuk mempercepat proses," kata pernyataan tersebut.

'Begitu banyak rintangan'

Setelah merasa peluangnya untuk mendapatkan visa tinggal permanen lewat jalur guru hampir tidak memungkinkan, Marina mengubah rencananya dan pindah ke kawasan regional, agar ia bisa mendapatkan visa tinggal sementara selama lima tahun.

Di sini dia mendapatkan kualifikasi untuk bekerja sebagai agen penjual rumah dan di tahun 2019 memulai usaha sendiri.

Namun kemudian permohonan visanya ditolak karena Departemen Dalam Negeri mengatakan tahun pertamanya bekerja sebagai agen penjual rumah adalah "masa kualifikasi" sehingga tidak berlaku.

"Bila kita mengajukan bukti pengalaman kerja selama tiga tahun, maka poinnya 10," kata Marina.

"Bila bekerja kurang dari tiga tahun, poinnya lima."

Setelah mengajukan banding ke Tribunal Banding Administratif, Marina sekarang mendapat undangan untuk mengajukan permohonan visa 189 sebagai guru.

Namun kalau dia tidak memenangkan banding, dia tidak bisa mengajukan permohonan PR ketika berada di Australia.

"Bila saya kalah, saya harus meninggalkan negeri ini dan meninggalkan anak saya dan harus ke luar negeri," katanya.

"Begitu banyak rintangan yang harus dihadapi."

Baca laporannya dalam bahasa Inggris

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sesuai Arahan Presiden, Menteri P2MI Lepas 40 Peserta Pelatihan Wellness Therapist di Denpasar

Sesuai Arahan Presiden, Menteri P2MI Lepas 40 Peserta Pelatihan Wellness Therapist di Denpasar

News | Kamis, 04 Desember 2025 | 12:25 WIB

Terkini

Orang Utan pun Menyerah Hadapi Karhutla, Akankah Pemerintah Terus Menunggu Hujan?

Orang Utan pun Menyerah Hadapi Karhutla, Akankah Pemerintah Terus Menunggu Hujan?

Kalbar | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Berburu iPhone 18, Ada Triple Zero hingga 31 Oktober

Berburu iPhone 18, Ada Triple Zero hingga 31 Oktober

Tekno | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:03 WIB

Tiket Konser Syahrini Beli di Mana? Harga Paling Mahal Tembus Rp35 Juta

Tiket Konser Syahrini Beli di Mana? Harga Paling Mahal Tembus Rp35 Juta

Entertainment | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Nutrisi Manis Wajah: 5 Sheet Mask Strawberry untuk Kulit Plumpy dan Cerah

Nutrisi Manis Wajah: 5 Sheet Mask Strawberry untuk Kulit Plumpy dan Cerah

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Kerja 24 Jam saat BBM Langka di Bali, Petugas SPBU 'Burnout' di Depan Gubernur Koster

Kerja 24 Jam saat BBM Langka di Bali, Petugas SPBU 'Burnout' di Depan Gubernur Koster

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:58 WIB

5 Kombinasi Shio Atasan dan Bawahan yang Paling Produktif di Kantor, Kerja Tim Lancar

5 Kombinasi Shio Atasan dan Bawahan yang Paling Produktif di Kantor, Kerja Tim Lancar

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Kabut Asap Memburuk, Sekolah di Madina Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Kabut Asap Memburuk, Sekolah di Madina Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Sumut | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:54 WIB

Isu Pergantian Kepala BNPB Mencuat Usai OTT KPK, Internal Ngaku Menghormati Hak Prerogatif Presiden

Isu Pergantian Kepala BNPB Mencuat Usai OTT KPK, Internal Ngaku Menghormati Hak Prerogatif Presiden

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:53 WIB

YLPK Bali Sentil Pertamina: Jangan Cuma Lempar Laporan di Atas Kertas

YLPK Bali Sentil Pertamina: Jangan Cuma Lempar Laporan di Atas Kertas

Bali | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:51 WIB

Langganan Konten Eksklusif Artis, Worth It atau Justru Bikin Rugi?

Langganan Konten Eksklusif Artis, Worth It atau Justru Bikin Rugi?

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:50 WIB

×