Perempuan Iran Tewas Setelah Ditangkap Polisi karena Langgar Aturan Hijab

Siswanto, BBC

Selasa, 20 September 2022 | 11:01 WIB
Perempuan Iran Tewas Setelah Ditangkap Polisi karena Langgar Aturan Hijab
BBC

Suara.com - Kerusuhan terjadi di tengah pemakaman perempuan Iran yang meninggal setelah ditangkap oleh polisi karena melanggar aturan hijab.

Mahsa Amini, 22, meninggal pada Jumat (16/09), beberapa hari setelah saksi mata mengatakan dia dipukuli di sebuah mobil polisi di Teheran - tuduhan yang langsung dibantah oleh polisi.

Beberapa perempuan yang berdemonstrasi di tengah upacara pemakaman Amini dilaporkan melepas hijab mereka sebagai protes atas kewajiban mengenakan hijab di negara itu.

Dalam video yang beredar di dunia maya, para pelayat meneriakkan "matilah diktator", dengan polisi kemudian menembaki kerumunan.

Pemakaman berlangsung di Saqez, kampung halaman Amini, yang terletak di Kurdistan, Iran bagian barat.

Baca juga:

Dalam video lain yang beredar di media sosial, penduduk setempat berkumpul pagi-pagi sekali demi menghindari pasukan keamanan Iran mencegah mereka melakukan demonstrasi di pemakaman.

Laporan menunjukkan bahwa beberapa pengunjuk rasa yang marah berbaris menuju kantor gubernur setempat untuk memprotes kematian Amini.

Menurut video yang diterima dan diverifikasi oleh BBC Persia, pasukan keamanan menembaki pengunjuk rasa.

baca juga

Sejumlah warga dilaporkan cedera dan ditangkap.

https://twitter.com/Shayan86/status/1571144517604245506?s=20&t=cKyzuQE0DAQrvLRXTVtAEw

Dalam sebuah video yang dipublikasikan di Twitter, pasukan keamanan terlihat menjaga kantor gubernur dan menangkap pengunjuk rasa yang mencoba mendekati gedung.

Sementara, unggahan lain menunjukkan nisan Amini beredar di dunia maya. Nisan itu bertuliskan: Kamu tidak mati. Namamu akan menjadi kode [untuk panggilan berunjuk rasa].

Dipukul polisi atau serangan jantung?

Amini ditangkap pada Selasa (13/09) oleh polisi moral Iran karena diduga tidak mematuhi aturan berpakaian tentang hijab.

Menurut saksi mata, dia dipukuli saat berada di dalam mobil polisi yang menangkapnya.

Kekerasan yang ia alami membuatnya berada dalam kondisi koma.

Polisi Iran membantah tuduhan pemukulan, dengan mengatakan bahwa Amini "menderita gagal jantung mendadak".

Namun keluarga Amini mengatakan bahwa dia perempuan muda yang sehat tanpa kondisi medis tertentu yang membuatnya berpotensi mengalami masalah jantung mendadak.

Presiden Iran Ebrahim Raisi, yang berhaluan garis keras, telah memerintahkan kementerian dalam negeri untuk melakukan penyelidikan atas kematian tersebut.

Apa yang terjadi usai kematiannya?

Rumah Sakit Kasra di Teheran Utara mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ketika Amini dirawat pada 13 September, tubuhnya menunjukkan "tidak ada tanda-tanda vital".

Pernyataan itu kemudian dihapus dari media sosial rumah sakit setelah akun media sosial garis keras menuduh staf rumah sakit sebagai "agen anti-rezim".

TV Iran juga menayangkan rekaman CCTV Amini yang ditahan.

Aktivis hak asasi manusia menuduh TV pemerintah menyensor rekaman untuk membuat berita palsu.

Menurut Netblocks, sebuah organisasi pengawas yang memantau keamanan siber dan tata kelola internet, koneksi internet telah terganggu di berbagai lokasi di Iran sejak berita kematian Amini, termasuk di ibu kota, Teheran, dan Saqez.

Banyak pengguna internet mengatakan mereka tidak dapat mengunggah video di Instagram atau mengirim konten melalui WhatsApp.

Surat kabar Sharq yang dikendalikan negara Iran melaporkan bahwa kecepatan internet Teheran yang sangat rendah mengganggu pasar saham pada hari Sabtu.

https://twitter.com/netblocks/status/1570867826331914242?s=20&t=xdMSmzFzNsWtFcfGyAFyhg

Banyak orang Iran, termasuk individu pro-pemerintah, mengekspresikan kemarahan mereka di platform media sosial mengenai keberadaan polisi moral, juga dikenal sebagai Patroli Pembimbing.

Unggahan mereka disertai tagar yang diterjemahkan sebagai Patroli Pembunuhan.

Sejumlah video yang beredar di media sosial menunjukkan aparat menahan para perempuan, menyeret mereka, dan dengan paksa membawa mereka pergi.

"Pembenaran dan pendidikan'

Polisi Teheran beralasan penangkapan Amini karena "pembenaran dan pendidikan" tentang hijab yang wajib dikenakan oleh semua perempuan Iran.

Insiden yang terhadap terhadap Amini adalah yang terbaru dari serangkaian laporan kebrutalan terhadap perempuan oleh pihak berwenang di Iran dalam beberapa pekan terakhir.

Sejak revolusi Islam pada 1979 di Iran, perempuan secara hukum diwajibkan untuk mengenakan pakaian "Islam" yang sederhana.

Baca juga:

Dalam praktiknya, ini berarti para perempuan harus mengenakan cadar, pakaian yang menutup seluruh tubuh, hijab, dan manteau (mantel) yang menutupi lengan mereka.

Dalam beberapa tahun terakhir, kampanye menentang kewajiban mengenakan hijab bagi para perempuan menguat di Iran.

Namun, aksi-aksi keras yang dilakukan polisi moralitas Iran terhadap para perempuan yang dituding melanggar aturan berpakaian telah membuat mereka yang menentang kebijakan itu menyerukan tindakan.

Baru-baru ini, kepala peradilan Iran, Gholamhossein Mohseni-Ejeie, menyarankan bahwa kekuatan asing berada di balik kampanye tersebut, menginstruksikan badan-badan intelijen untuk menemukan "tangan di balik cadar".

Banyak orang Iran menyalahkan Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei, secara langsung.

Pidato lamanya dibagikan kembali di media sosial di mana ia membenarkan peran polisi moral dan menegaskan bahwa di bawah pemerintahan Islam, perempuan harus dipaksa untuk mematuhi aturan berpakaian Islami.

Episode terbaru yang melibatkan kematian Amini, hanya akan memperdalam kesenjangan antara sebagian besar generasi muda Iran dan para penguasa radikalnya, sebuah keretakan yang tampaknya semakin sulit untuk diperbaiki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setahun Kematian Mahsa Amini, Ibunda Ungkap Kisah Putrinya

Setahun Kematian Mahsa Amini, Ibunda Ungkap Kisah Putrinya

Video | Senin, 18 September 2023 | 10:00 WIB

Demi Keadilan, Pedemo Perempuan Protes Kematian Mahsa Amini: Luapkan Amarah dan Aspirasi

Demi Keadilan, Pedemo Perempuan Protes Kematian Mahsa Amini: Luapkan Amarah dan Aspirasi

Video | Jum'at, 16 Desember 2022 | 20:15 WIB

Profil Amir Nasr-Azadani, Pesepak bola Iran yang Terancam Dihukum Gantung karena Kampanyekan Hak Perempuan

Profil Amir Nasr-Azadani, Pesepak bola Iran yang Terancam Dihukum Gantung karena Kampanyekan Hak Perempuan

Bola | Selasa, 13 Desember 2022 | 16:37 WIB

Pesepak Bola Iran Amir Nasr-Azadani Terancam Hukum Gantung karena Ikut Demo Hak Perempuan

Pesepak Bola Iran Amir Nasr-Azadani Terancam Hukum Gantung karena Ikut Demo Hak Perempuan

Bola | Selasa, 13 Desember 2022 | 07:13 WIB

Iran Bubarkan Polisi Moral setelah Didemo Hampir 3 Bulan

Iran Bubarkan Polisi Moral setelah Didemo Hampir 3 Bulan

News | Selasa, 06 Desember 2022 | 11:18 WIB

Warga Iran Rayakan Kemenangan Amerika Serikat atas Negaranya di Piala Dunia 2022, Apa Alasannya?

Warga Iran Rayakan Kemenangan Amerika Serikat atas Negaranya di Piala Dunia 2022, Apa Alasannya?

Bola | Rabu, 30 November 2022 | 06:53 WIB

Keluarga Timnas Iran yang Berlaga di Piala Dunia 2022 Terima Ancaman Rezim

Keluarga Timnas Iran yang Berlaga di Piala Dunia 2022 Terima Ancaman Rezim

Your Say | Selasa, 29 November 2022 | 15:33 WIB

Enggan Dibungkam, Suporter Iran Tunjukkan Dukungan atas Kasus Mahsa Amini di Piala Dunia 2022

Enggan Dibungkam, Suporter Iran Tunjukkan Dukungan atas Kasus Mahsa Amini di Piala Dunia 2022

Your Say | Sabtu, 26 November 2022 | 13:00 WIB

Pengunjuk Rasa Asal Iran Dikonfrontasi saat Laga Lawan Wales

Pengunjuk Rasa Asal Iran Dikonfrontasi saat Laga Lawan Wales

News | Sabtu, 26 November 2022 | 08:03 WIB

Pelatih Iran Minta Jurnalis BBC 'Tanyakan pada Southgate Tentang Afghanistan'

Pelatih Iran Minta Jurnalis BBC 'Tanyakan pada Southgate Tentang Afghanistan'

News | Jum'at, 25 November 2022 | 10:45 WIB

Terkini

Api Tak Menunggu Kontrak Sewa: Urgensi Pesawat Amfibi bagi Negeri Kepulauan

Api Tak Menunggu Kontrak Sewa: Urgensi Pesawat Amfibi bagi Negeri Kepulauan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 09:05 WIB

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Anjlok Jadi Rp2.602.000/Gram

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Anjlok Jadi Rp2.602.000/Gram

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 09:03 WIB

Terdampak Karhutla, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

Terdampak Karhutla, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

Foto | Senin, 14 September 2026 | 09:00 WIB

Bukan Jaga Malam, Pos Kamling di Kudus Malah Jadi Tempat Judi Dadu Digital

Bukan Jaga Malam, Pos Kamling di Kudus Malah Jadi Tempat Judi Dadu Digital

News | Senin, 14 September 2026 | 08:59 WIB

PTK Perkuat Bisnis Maritim, Jadi Penopang Rantai Logistik Energi

PTK Perkuat Bisnis Maritim, Jadi Penopang Rantai Logistik Energi

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:58 WIB

Penampakan SPBU Modular di CPI Makassar, Mulai Beroperasi Hari Ini

Penampakan SPBU Modular di CPI Makassar, Mulai Beroperasi Hari Ini

Sulsel | Senin, 14 September 2026 | 08:49 WIB

Adu Cepat di Kategori Baru 21K, 5.000 Pelari Bersaing di SiBakul Jogja Sport & Fest 2026

Adu Cepat di Kategori Baru 21K, 5.000 Pelari Bersaing di SiBakul Jogja Sport & Fest 2026

Sport | Senin, 14 September 2026 | 08:45 WIB

Minyak Dunia Menggila! Nyaris Tembus US$108 per Barel Usai Arab Saudi Diserang

Minyak Dunia Menggila! Nyaris Tembus US$108 per Barel Usai Arab Saudi Diserang

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:43 WIB

Touring Tanpa Pengawalan Bikers HOG Indomobil Buktikan Etika Berkendara di Jalan

Touring Tanpa Pengawalan Bikers HOG Indomobil Buktikan Etika Berkendara di Jalan

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 08:40 WIB

Indonesia Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026: Ujian Kedewasaan Tribun Sepak Bola

Indonesia Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026: Ujian Kedewasaan Tribun Sepak Bola

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 08:35 WIB

×