Perang Sindiran PDIP Vs Partai Demokrat: Sentil Persoalan Pilpres hingga Kenaikan BBM

Agatha Vidya Nariswari

Selasa, 20 September 2022 | 16:01 WIB
Perang Sindiran PDIP Vs Partai Demokrat: Sentil Persoalan Pilpres hingga Kenaikan BBM
Ilustrasi perseteruan PDIP dengan Partai Demokrat. [Suara.com/Ema Rohimah]

Tak cukup hanya merespons pernyataan SBY dengan imbauan mengenai politik kebenaran, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kritiyanto balik melanjcarkan serangan ke Partai Demokrat dengan menyebut Pemilu 2009 penuh dengan kecurangan.

Pemilu 2009 adalah pemilu kedua di era pemerintahan SBY, dimana pada saat itu SBY kembali maju sebagai calon presiden bersama Boediono.

Menurut Hasto, pada Pemilu 2009 lalu, kenaikan suara Partai Demokrat yang mencapai 30 persen patut dipertanyakan.

Ia mengatakan, kenaikan suara Partai Demokrat yang cukup drastis tersebut merupakan hasil dari sebuah manipulasi, dimana tak lama sebelum pemilu digelar, SBY sengaja mengeluarkan kebijakan yang populis. Diantaranya menurunkan harga BBM, pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan pembagian beras miskin atau raskin.

Hasto juga menduga SBY menggunakan dana Bank Century untuk memenangkan pemilu 2009, dimana saat itu Bank Century sedang terlilit kasus. Tak hanya sampai disana, Hasto juga mengatakan adanya penggunaan instrument negara yakni penyusupan agen ke dalam KOmisi Pemilihan Umum (KPU) hingga pengerahan aparatur negara dalam pemilu.

Hasto juga menuding adanya manipulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pemilu 2009 lalu. Ia mengatakan, pada era pemerintahan SBY tersebut DPT dimanipulasi dengan begitu massif, sehingga membuat SBY dengan mudah memperoleh kemenangan dalam Pemilu 2009.

“Zaman Pak Harto saja nggak pernah lakukan manipulasi DPT. Ini dapat dimanipulasi secara masif,” kata dia.

Dan untuk menghilangkan jejak, lanjut Hasto, dokumen Pemilu 2009 telah dihancurkan.

Demokrat tanggapi tudingan soal pemilu 2009 curang

baca juga

Tak mau hanya diam, Partai Demokrat membalas tudingan PDI Perjuangan mengenai kecurangan dalam Pemilu 2009.

Juru bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra memastikan bahwa tidak ada DPT yang bermasalah atau yang dimanipulasi pada Pemilu 2009.

Menurut dia, kenaikan suara Partai Demokrat yang signifikan pada Pemilu 2009 adalah berkat haril kerja keras pemerintahan SBY pada saat itu, yang hasilnya dirasakan oleh rakyat.

Menurut dia, ketika SBY menjadi presiden, jumah rakyat miskin dan pengangguran semakin sedikit. Sementara itu gaji PNS termasuk para guru, TNI dan Polri meningkat hampir setiap tahunnya.

Pendapatan perkapita meningkat drastis, keuangan negara stabil dan utang negara sangat minim. Selain itu, tambah Herzaky, iklim demokrasi pada era kepemimpinan SBY sangatlah kondusif. Saat itu, kata Herzaky, siapapun bisa dengan bebas melakukan kritik tanpa harus khawatir diintimidasi.

Terkait dengan KPU, Herzaky menyinggung adanya skandal pada 2019 lalu dimana tertangkapnya salah satu komisioner KPU karena kasus suap.

Dan kasus itu turut menyeret salah satu kader PDI Perjuangan yakni Harun Masiku, yang hingga kini masih menjadi buronan.

Hasto sentil kebijakan kenaikan harga BBM di pemerintahan SBY

Aksi saling sindir dan adu argument antara PDI Perjuangan dengan Partai Demokrat belum berhenti. Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto kemudian juga menyinggung mengenai kebijakan kenaikan harha BBM di era SBY. Menurut dia, kenaikan harga BBM di era SBY memiliki konteks yang berbeda dengan kenaikan harga BBM di era SBY.

Hasto mengatakan, kondisi fiscal saat pemerintahan SBY sangat bagus karena mewarisi pemerintahan sebelumnya, yakni Megawati Soekarnoputri.

Ia juga menyinggung kebijakan menurunkan harga BBM yang dilakukan SBY saat itu. Menurut Hasto, turunnya harga BBM saat itu dipolitisasi dan diklaim sebagai hasil kerja pribadi SBY, padahal saat itu ada pengaruh internasional.

“Keputusan SBY mengumumkan sendiri penurunan harga BBM itu dipolitisasi sebagai hasil kerja pribadi, bukan sebagai pengaruh internasional. Ini untuk elektoral,” kata Hasto dalam konferensi daring, pada Minggu (18/9/2022).

Penyataan Hasto itu kemudian ditanggapi kembali oleh Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra.

Menurut dia, kenaikan harga BBM di era SBY disebabkan meroketnya harga minyak dunia yang mencapai 150 USD per barrel.

Namun setelah itu SBY juga berlaku adil dengan menurunkan harga BBM ketika harga minyak dunia turun,

Menurut Herzaky, hal itulah yang tida pernah dilakukan pemerintahan Jokowi.

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahaya Asap! Ganjar Pranowo Tegur  Pembakar Jerami di Tol Bawen-Ungaran

Bahaya Asap! Ganjar Pranowo Tegur Pembakar Jerami di Tol Bawen-Ungaran

Serang | Selasa, 20 September 2022 | 15:54 WIB

Berawal Celetukan Johan Budi, Trimedya Panjaitan Benarkan Adanya Tim Dewan Kolonel untuk Wangikan Puan Pencapresan 2024

Berawal Celetukan Johan Budi, Trimedya Panjaitan Benarkan Adanya Tim Dewan Kolonel untuk Wangikan Puan Pencapresan 2024

News | Selasa, 20 September 2022 | 15:27 WIB

Singgung Jagoan PDIP Dua Kali Kalah dari SBY, Demokrat: Kami Harap Aria Bima Makin Tua Makin Bijak

Singgung Jagoan PDIP Dua Kali Kalah dari SBY, Demokrat: Kami Harap Aria Bima Makin Tua Makin Bijak

News | Selasa, 20 September 2022 | 15:20 WIB

Balas Aria Bima PDIP, Demokrat: Playing Victim Itu yang Suka Menangis saat BBM Naik Era SBY

Balas Aria Bima PDIP, Demokrat: Playing Victim Itu yang Suka Menangis saat BBM Naik Era SBY

News | Selasa, 20 September 2022 | 14:45 WIB

'Kita Bersama Wong Cilik' Puan Maharani Yakin PDIP Bisa Hattrick di Pemilu 2024, Warganet: Iyain Aja

'Kita Bersama Wong Cilik' Puan Maharani Yakin PDIP Bisa Hattrick di Pemilu 2024, Warganet: Iyain Aja

News | Selasa, 20 September 2022 | 14:03 WIB

Terkini

Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger

Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 23:08 WIB

Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global

Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 23:01 WIB

Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun

Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 22:40 WIB

Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen

Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:32 WIB

Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan!  Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan

Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:19 WIB

Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar

Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:08 WIB

3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?

3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:51 WIB

Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper

Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:34 WIB

Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?

Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:09 WIB

Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK

Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:48 WIB