SBY Singgung Kecurangan Pemilu 2019, Keganjilan Pemilu 2009 Disorot Pengamat: Akan Jadi Blunder Luar Biasa

Ruth Meliana Dwi Indriani

Senin, 26 September 2022 | 08:11 WIB
SBY Singgung Kecurangan Pemilu 2019, Keganjilan Pemilu 2009 Disorot Pengamat: Akan Jadi Blunder Luar Biasa
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.[YouTube/KompasTV]

Suara.com - Pernyataan mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengenai adanya dugaan kecurangan dalam Pemilu 2019 telah memicu kontroversi. Bahkan, dugaan itu dinilai justru bisa menjadi blunder luar biasa bagi SBY dan Partai Demokrat.

Melansir Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno mengatakan bahwa tudingan mengenai adanya kecurangan dalam pemilu bisa menjadi bumerang.

Pasalnya, baik SBY maupun Partai Demokrat belum bisa membuktikan tuduhan itu. Adi menjelaskan bahwa dalam politik, mengkritik merupakan hal yang wajar. Namun jika tidak diperkuat dengan hal wajar, maka itu bisa menjadi blunder yang luar biasa.

"Sebenarnya kritik yang semacam ini adalah perkara alamiah dalam politik kita, tapi kalau tidak kuat data dan argumen, maka akan menjadi blunder yang cukup luar biasa," kata Adi dalam keterangan pers, Minggu (25/9/2022).

Dalam kesempatan ini, Adi turut menyinggung adanya kecurangan pemilu pada 2009 di pemerintahan SBY. Hal tersebut bahkan bisa dibuktikan pada permasalahan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Kala itu, lanjut Adi, banyak masyarakat yang tidak terdaftar sebagai pemilih saat kontestasi pilpres. Bukti ini juga diperkuat dari pernyataan sikap dan petisi yang ditandatangani partai-partai oposisi, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan aktivis-aktivis demokrasi soal kecurangan tersebut.

"Ada 45 juta penduduk yang tidak menggunakan bahkan gagal menggunakan hak suaranya karena persoalan DPT," ungkap Adi.

"Pemilu 2009 dianggap gagal, lantaran disinyalir ada permainan dalam jumlah DPT yang kemudian menghilangkan begitu banyak hak suara," lanjutnya.

Pernyataan kontroversial SBY itu juga ditanggapi oleh mantan kader Partai Demokrat, Gede Pasek Suardika. Menurutnya, tuduhan ada kecurangan dalam Pemilu 2024 yang diucapkan SBY memiliki motif politis.

baca juga

Sebab, SBY menilai dalam parameter, jika anaknya (Agus Harimurti Yudhoyono/SBY) tidak menjadi capres atau cawapres, maka ada kecurangan dalam Pilpres 2024 mendatang.

"Parameter yang terukur itu harus dibuktikan secara yuridis. Konteks yang disampaikan itu soal kemungkinan gagal anaknya (AHY) jadi pasangan capres-cawapres. Terlebih publik membaca soal itu," tegas Gede Pasek.

Gede Pasek bahkan menyebut figur AHYkurang kuat sebagai tokoh di Pilpres 2024. Ia menilai bahwa AHY tidak mempunyai jam terbang yang cukup dalam memimpin sebuah negara.

Hal ini dibuktikan dari elektabilitas AHY masih sangat rendah saat ini. Ini juga sejalan dengan kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta pada 2017 lalu di mana perolehan suara AHY masih menempati urutan ketiga saat itu.

"Karena Mas AHY kan belum pernah terjun, terlebih kemampuan elektoral Mas AHY di DKI nomor 3. Jadi kan tidak bisa dijual itu, sehingga harus orang lain yang dijual," tandas Gede Pasek.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Momen AHY dan Peserta Jambore Otomotif Indonesia Bersihkan Sampah di Pinggir Danau Toba

Momen AHY dan Peserta Jambore Otomotif Indonesia Bersihkan Sampah di Pinggir Danau Toba

Sumut | Minggu, 25 September 2022 | 16:14 WIB

Hanya Ingin Menjadi Ulama, Ma'aruf Amin: Saya Disuruh Belok Sama Pak Jokowi

Hanya Ingin Menjadi Ulama, Ma'aruf Amin: Saya Disuruh Belok Sama Pak Jokowi

Bekaci | Minggu, 25 September 2022 | 16:00 WIB

Blunder Bila Tak Dibuktikan Data, Tudingan SBY soal Kecurangan Pemilu 2024 jadi Bumerang buat Demokrat

Blunder Bila Tak Dibuktikan Data, Tudingan SBY soal Kecurangan Pemilu 2024 jadi Bumerang buat Demokrat

News | Minggu, 25 September 2022 | 12:54 WIB

Es Teh Indonesia Disebut Blunder karena Somasi Pembeli, Viral di Twitter

Es Teh Indonesia Disebut Blunder karena Somasi Pembeli, Viral di Twitter

Denpasar | Minggu, 25 September 2022 | 11:29 WIB

Duel Sengit Capres 2024 Prabowo-Jokowi vs Anies Baswedan-SBY, Jika Terjadi

Duel Sengit Capres 2024 Prabowo-Jokowi vs Anies Baswedan-SBY, Jika Terjadi

Bandung | Minggu, 25 September 2022 | 09:55 WIB

Adian Napitupulu Sindir Pedas AHY: Lurah Belum Pernah, Lalu Mau Memimpin Sebuah Negara?

Adian Napitupulu Sindir Pedas AHY: Lurah Belum Pernah, Lalu Mau Memimpin Sebuah Negara?

Bandungbarat | Minggu, 25 September 2022 | 07:53 WIB

Terkini

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:15 WIB

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:13 WIB

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:09 WIB

×