Pengacara: Lukas Enembe Punya Tambang Emas di Papua

Chandra Iswinarno, Rakha Arlyanto

Senin, 26 September 2022 | 16:03 WIB
Pengacara: Lukas Enembe Punya Tambang Emas di Papua
Pengacara Gubernur Papua Lukas Enembe, Aloysius Renwarin. (Suara.com/Rakha).

Suara.com - Pengacara Gubernur Papua Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening mengklaim kliennya memiliki tambang emas di Mamit, Kabupaten Tolikara, Papua.

Keterangan itu disampaikan Stefanus, merespons pernyataan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata yang menawarkan SP3 kasus korupsi Lukas Enembe, jika bisa membuktikan sumber dana dari temuan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Saya langsung tanya bapak (Lukas Enembe) waktu itu ada (tambang emas). Ya di Tolikara itu, sedang dalam proses dia punya foto semua, dokumennya sudah diurus oleh stafnya," kata Stefanus di Jakarta Selatan, Senin (26/9/2022).

Stefanus kemudian menirukan ucapan Lukas Enembe sambil berkelakar. Kala itu, Luka Enembe menyebut PT Freeport merupakan miliknya.

"Katakan itu Freeport saya punya, kamu ragukan lagi? Freeport itu saya punya. Sebagai gubernur saya punya itu," kata Stefanus seraya menirukan ucapan Lukas Enembe.

Dia pun kemudian menantang pimpinan KPK khususnya Alexander Marwata untuk datang ke Tolikara supaya bisa melihat langsung tambang emas milik Lukas Enembe.

"Kemarin sudah coba mengajak kalau bisa kita karena Pak Alexander Marwata yang minta, mari kita sama-sama ke Mamit, kita sama-sama ke Tolikara lihat itu tambang," jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata meminta Lukas Enembe, tersangka kasus suap, untuk bersikap kooperatif dan hadir menjalani pemeriksaan.

"Pada penasehat hukum dari Pak Lukas Enembe, kami mohon kerjasamanya, kooperatif," kata Marwata saat konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (19/9/2022).

baca juga

Marwata menjanjikan, jika dugaan korupsi yang dituduhkan ke Lukas Enembe tidak terbukti, penyidikannya akan dihentikan atau dikeluarkan SP3.

"KPK berdasarkan Undang-undang yang baru ini bisa menghentikan penyidikan dan menerbitkan SP3," kata dia.

"Kalau nanti dalam proses penyidikan Pak Lukas itu bisa membuktikan dari mana sumber uang yang puluhan ratusan miliar tersebut, misalnya pak lukas punya usaha tambang emas ya sudah, pasti nanti akan kami hentikan," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sambangi Komnas HAM Minta Kesehatan Lukas Enembe Diperhatikan, Tapi Anggota DPRP Bungkam Soal Judi Kasino Gubernur Papua

Sambangi Komnas HAM Minta Kesehatan Lukas Enembe Diperhatikan, Tapi Anggota DPRP Bungkam Soal Judi Kasino Gubernur Papua

News | Senin, 26 September 2022 | 15:56 WIB

Teddy Gusnaidi Minta KPK Fokus ke Kasus Gratifikasi Gubernur Papua Lukas Enembe, Bukan Urusan Main Judi

Teddy Gusnaidi Minta KPK Fokus ke Kasus Gratifikasi Gubernur Papua Lukas Enembe, Bukan Urusan Main Judi

Jabar | Senin, 26 September 2022 | 15:38 WIB

Hakim Agung Jadi Tersangka KPK, Pakar: Sinyal Baik Rombak Sistem Pengawasan di MA

Hakim Agung Jadi Tersangka KPK, Pakar: Sinyal Baik Rombak Sistem Pengawasan di MA

News | Senin, 26 September 2022 | 15:36 WIB

Terkini

Direktorat Politik Dalam Negeri Perkuat Kebijakan Politik Berbasis Data dengan Dashboard Eksekutif

Direktorat Politik Dalam Negeri Perkuat Kebijakan Politik Berbasis Data dengan Dashboard Eksekutif

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:24 WIB

Red Notice Terbit, Polri Buru Syekh Ahmad Al Misry ke Mesir Lewat Jalur Interpol

Red Notice Terbit, Polri Buru Syekh Ahmad Al Misry ke Mesir Lewat Jalur Interpol

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:22 WIB

Diskon Medical Check-Up di Siloam Pakai BRI, Cek Syaratnya

Diskon Medical Check-Up di Siloam Pakai BRI, Cek Syaratnya

Health | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:20 WIB

Juventus Bawa Kabar Baik untuk Emil Audero, saat Dia Terancam Jadi Kiper Ketiga Como

Juventus Bawa Kabar Baik untuk Emil Audero, saat Dia Terancam Jadi Kiper Ketiga Como

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:16 WIB

Ma Dong Seok Gabung Film Extraction 3, Satu Layar dengan Chris Hemsworth

Ma Dong Seok Gabung Film Extraction 3, Satu Layar dengan Chris Hemsworth

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:15 WIB

Sifat Segitiga Sama Kaki Lengkap dengan Contoh Soal dan Jawabannya

Sifat Segitiga Sama Kaki Lengkap dengan Contoh Soal dan Jawabannya

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:15 WIB

Said Didu Prediksi Masa Jabatan Prabowo Hanya 2 Tahun, Singgung Adanya Skenario 'Kudeta Senyap'

Said Didu Prediksi Masa Jabatan Prabowo Hanya 2 Tahun, Singgung Adanya Skenario 'Kudeta Senyap'

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:14 WIB

Api Berkobar Saat Warga Terlelap, Lima Rumah di Pisangan Baru Ludes

Api Berkobar Saat Warga Terlelap, Lima Rumah di Pisangan Baru Ludes

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:13 WIB

5 Penyebab Kenapa Flek Hitam Tetap Muncul padahal Sudah Pakai Sunscreen Tiap Hari

5 Penyebab Kenapa Flek Hitam Tetap Muncul padahal Sudah Pakai Sunscreen Tiap Hari

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:13 WIB

Polri Minta Hakim Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah Soal Penyitaan Emas dan Uang

Polri Minta Hakim Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah Soal Penyitaan Emas dan Uang

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:12 WIB

×