Australia Lebih Perhatikan Hewan Ketimbang Anak-anak Saat Situasi Darurat

Siswanto, ABC

Senin, 26 September 2022 | 17:30 WIB
Australia Lebih Perhatikan Hewan Ketimbang Anak-anak Saat Situasi Darurat
ilustrasi anak-anak (pexels.com/Lukas)

Suara.com - Di sebuah kamar mandi umum di pusat evakuasi kebakaran hutan di kawasan Mallacoota, relawan Red Cross menemukan seorang ibu yang kesulitan mencuci botol susu untuk bayinya.

Meski ada risiko signfikan dari penularan bakteri, ibu tersebut mengatakan ia tidak punya pilihan lain karena situasi yang darurat.

"Ini membuat saya sadar, ya Tuhan, ini bukan hal yang benar," ujar Pam Halnon, relawan tersebut.

"Sebagai seorang ibu dan nenek, saya sadar sakit perut bisa terjadi dan ini bukan yang kita inginkan saat darurat seperti ini," ujarnya.

Tapi masalah seperti ini bukan saja hanya terjadi saat Australia mengalami kebakaran hutan yang hebat dikenal dengan nama 'Black Summer' di tahun 2019/2020.

Menurut Pam, masalah seperti ini sering ditemukan di seluruh Australia dan sebuah penelitian menyoroti kurangnya persiapan  dan perencanaan saat kondisi darurat terjadi, khususnya bagi orangtua dan anak kecil.

'Perencanaan yang lebih baik untuk hewan'

Pada tahun 2013, hasil audit organisasi Save The Children menyimpulkan bahwa anak-anak menderita akibat perencanaan darurat yang diabaikan, karena kebutuhan mereka tidak dipertimbangkan secara rutin dan sistematis.

Pam mengatakan, selain infrastruktur yang tidak memadai di pusat-pusat evakuasi, informasi yang ditujukan kepada orangtua juga kurang.

"Ada informasi tentang cara merawat anjing … informasi tentang tangki air … informasi soal asbestos, tapi tak ada informasi yang ditujukan untuk para keluarga yang punya anak kecil," ujarnya.

baca juga

"Tidak ada yang memberi tahu para keluarga ini bagaimana mereka bisa melewati satu atau dua minggu ke depan dengan keluarga muda mereka."

Asisten profesor dari School of Nursing and Midwifery di Western Sydney University, Karleen Gribble, mengatakan Australia tertinggal untuk urusan seperti ini.

"Saya memutuskan untuk melakukan audit saya sendiri … dan dapat melihat semua negara bagian dan teritori dan rencana mereka, serta panduan nasional dan menunjukkan kami benar-benar tidak memiliki perencanaan untuk anak-anak," katanya.

"Faktanya, kita memiliki perencanaan yang lebih baik untuk hewan daripada apa yang kita lakukan untuk anak-anak."

Kesepakatan yang diabaikan?

Sebuah studi tahun 2019 yang dilakukan oleh Dr Gribble menunjukkan kata "binatang", "hewan peliharaan" dipakai lebih dari 2.300 kali dalam perencanaan dan panduan di seluruh negara bagian di Australia, sedangkan kata bayi atau balita disebut 124 kali.

Dr Gribble mengatakan sebagai anggota Majelis Kesehatan Dunia, Australia sudah menyetujui rencana internasional yang memerlukan perencanaan darurat yang memadai untuk bayi dan anak kecil.

"Pada tahun 2010, Majelis Kesehatan Dunia memberikan suara untuk mendukung serangkaian perencanaan tertentu … dan mengatakan negara-negara perlu mengembangkan perencanaan di sepanjang garis pedoman ini," katanya.

"Australia belum melakukannya."

Dr Gribble mengatakan alasan perencanaan kesiapsiagaan darurat untuk anak-anak diabaikan karena dua faktor, yakni anak-anak sudah dianggap rentan dan jadi tanggung jawab orangtua mereka, serta layanan darurat sebagian besar dijalankan oleh laki-laki.

"Diasumsikan orang tua akan menjaga anak-anak mereka dan ini 100 persen benar, tetapi bukan berarti mereka tidak memerlukan bantuan," katanya.

"Masalah kedua adalah penanganan gawat darurat benar-benar didominasi laki-laki dan saya rasa hal ini ada dampaknya."

Dr Gribble kini mengumpulkan data untuk menguraikan kekurangan-kekurangan dalam perencanaan tanggap darurat di Australia dengan cara mensurvei orangtua yang pernah mengalami situasi ini secara langsung untuk membuat model yang lebih baik.

"Selama beberapa tahun terakhir, saya dan orang lain benar-benar mendorong pemerintah untuk melakukan sesuatu, dan di awal tahun ini Asosiasi Menyusui Australia mengajukan permohonan anggaran kepada pemerintah federal untuk mendapatkan sejumlah uang agar dapat melakukan sesuatu soal ini," katanya.

"Kami telah mendapatkan beberapa informasi yang bermanfaat dan berharga.

"Banyak orang mengatakan mereka mengungsi meski mereka tidak ingin melakukannya karena punya anak kecil … tetapi mereka juga mengatakan mereka menunda evakuasi karena memiliki anak kecil, karena sangat melelahkan untuk memikirkan semua halbarang yang harus dikemas dan dibawa untuk anak-anak mereka.

"Orangtua akan menjaga anak-anak mereka, tetapi mereka membutuhkan bantuan."

Artikel ini diproduksi oleh Erwin Renaldi dari ABC News.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Luke Vickery: 2024 Main di GBT Bela Australia, 2026 Cetak Assist di GBK Bersama Timnas Indonesia

Luke Vickery: 2024 Main di GBT Bela Australia, 2026 Cetak Assist di GBK Bersama Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 20:54 WIB

Agen OpenAI Retas Situs Pemerintah, Bobol Data Kesehatan Publik Australia

Agen OpenAI Retas Situs Pemerintah, Bobol Data Kesehatan Publik Australia

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:12 WIB

Warga Australia Habisi 2 Anak Kandung dengan Sadis di Bali, Lalu Bunuh Diri

Warga Australia Habisi 2 Anak Kandung dengan Sadis di Bali, Lalu Bunuh Diri

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:16 WIB

Hubungan Seks di Halaman Rumah Warga! WNA Australia Dilarang ke Indonesia 10 Tahun

Hubungan Seks di Halaman Rumah Warga! WNA Australia Dilarang ke Indonesia 10 Tahun

News | Rabu, 09 September 2026 | 15:10 WIB

Warga Australia Diblokir Masuk Bali Selama 10 Tahun karena Kasus Asusila

Warga Australia Diblokir Masuk Bali Selama 10 Tahun karena Kasus Asusila

News | Rabu, 09 September 2026 | 14:29 WIB

Tampang Pria Australia Pembunuh Ibu Dua Orang Anak Asal Indonesia di Melbourne

Tampang Pria Australia Pembunuh Ibu Dua Orang Anak Asal Indonesia di Melbourne

News | Selasa, 08 September 2026 | 16:23 WIB

Australia Tersingkir, Kreator yang Nyinyir Timnas Indonesia U-20 Jadi Sasaran Netizen

Australia Tersingkir, Kreator yang Nyinyir Timnas Indonesia U-20 Jadi Sasaran Netizen

Bola | Selasa, 08 September 2026 | 14:57 WIB

Dibuat Malu Timnas Indonesia U-20, PSSI-nya Australia Ngamuk: Kami Di Bawah Standar

Dibuat Malu Timnas Indonesia U-20, PSSI-nya Australia Ngamuk: Kami Di Bawah Standar

Bola | Selasa, 08 September 2026 | 12:53 WIB

Anak Krakatau dan Lewotobi Erupsi, Pemerintah Australia Ungkap Bahaya Lain yang Mengintai Turis

Anak Krakatau dan Lewotobi Erupsi, Pemerintah Australia Ungkap Bahaya Lain yang Mengintai Turis

News | Senin, 07 September 2026 | 14:23 WIB

Sedang Berlangsung! Link Streaming Timnas Indonesia U-20 vs Australia: Garuda Muda Unggul 1-0

Sedang Berlangsung! Link Streaming Timnas Indonesia U-20 vs Australia: Garuda Muda Unggul 1-0

Bola | Minggu, 06 September 2026 | 17:02 WIB

Terkini

Detective Conan: Heiji dan Kazuha Akhirnya Resmi Pacaran Setelah 28 Tahun

Detective Conan: Heiji dan Kazuha Akhirnya Resmi Pacaran Setelah 28 Tahun

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Karhutla Bukan Sekadar Krisis Lingkungan, FKUI Soroti Ancaman Kesehatan Masyarakat

Karhutla Bukan Sekadar Krisis Lingkungan, FKUI Soroti Ancaman Kesehatan Masyarakat

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:29 WIB

Jokowi Sebut Ada Operasi Politik Soal Isu Ijazah-Pemakzulan Gibran, Guntur Romli PDIP Beri Sindiran

Jokowi Sebut Ada Operasi Politik Soal Isu Ijazah-Pemakzulan Gibran, Guntur Romli PDIP Beri Sindiran

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:28 WIB

Kronologi Tabrakan 2 Kereta Babaranjang di Sumsel, Lokomotif Terguling dan Kru Terluka

Kronologi Tabrakan 2 Kereta Babaranjang di Sumsel, Lokomotif Terguling dan Kru Terluka

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Survei SMRC Tempatkan Sudirman Said di Atas Prabowo-Gibran, MTI Soroti Kualitas Rekam Jejak

Survei SMRC Tempatkan Sudirman Said di Atas Prabowo-Gibran, MTI Soroti Kualitas Rekam Jejak

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:24 WIB

Tingkatkan Literasi Pelajar, Permata Bank Gelar Edukasi di SMP Negeri 3 Ngaglik

Tingkatkan Literasi Pelajar, Permata Bank Gelar Edukasi di SMP Negeri 3 Ngaglik

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:19 WIB

KPK Pamer Barang Bukti OTT BNPB Rp5,47 Miliar, Ada Emas hingga Aset Kripto

KPK Pamer Barang Bukti OTT BNPB Rp5,47 Miliar, Ada Emas hingga Aset Kripto

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:17 WIB

WALHI Catat 8.324 Titik Panas di Papua, Ribuan Berada di Kawasan Proyek Besar

WALHI Catat 8.324 Titik Panas di Papua, Ribuan Berada di Kawasan Proyek Besar

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Pulang dari Belanda ke Jakarta: Kapan Artefak Adat Benar-Benar Merdeka?

Pulang dari Belanda ke Jakarta: Kapan Artefak Adat Benar-Benar Merdeka?

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Terungkap Tren Pembeli iPhone 18 Pro, Warna Burgundy Jadi Incaran

Terungkap Tren Pembeli iPhone 18 Pro, Warna Burgundy Jadi Incaran

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:14 WIB

×