- Enam warga Australia hilang di perbatasan Nepal dan China bersama ratusan warga asing.
- Pihak keluarga menuntut transparansi informasi serta koordinasi darurat antara Australia, Nepal, dan China.
- Sinyal ponsel mengindikasikan keberadaan korban berada di sekitar wilayah perbatasan Gyirong, Tibet.
Suara.com - Operasi pencarian 6 warga Australia yang hilang di kawasan perbatasan Nepal dan Tibet membutuhkan langkah diplomasi nyata lintas negara. Pemerintah China mengonfirmasi keberadaan mereka di antara 261 warga asing yang terpisah dari rombongan akibat kondisi darurat di wilayah tersebut.
Kepastian status enam turis ini menjadi titik terang dari total 41 warga negara Australia yang secara keseluruhan belum ditemukan. Otoritas penyiaran ABC bahkan melaporkan angka tersebut berpotensi melonjak menjadi 42 orang seiring proses verifikasi di lapangan.
Informasi terkini memicu keprihatinan mendalam mengingat belum adanya akses komunikasi langsung antara tim penyelamat dengan pihak keluarga. Kondisi di perbatasan Gyirong kini menuntut keterbukaan penuh dari pemerintah China untuk mempercepat proses evakuasi.

Sumi Adhikari, warga asal Sydney, menjadi salah satu turis yang hilang saat mengikuti tur lintas negara tersebut. Suaminya, Nava Pandey, memutuskan terbang langsung ke Nepal untuk menyusuri jejak keberadaan istrinya secara mandiri.
Pandey menegaskan bahwa sinergi penanganan antara Nepal dan China menjadi kunci utama keselamatan seluruh korban. Ia meminta otoritas terkait segera membuka jalur informasi resmi agar pihak keluarga tidak terombang-ambing dalam ketidakpastian.
"Kami memohon dengan hormat kepada pemerintah China dan otoritas lokal untuk merilis seluruh informasi terverifikasi, memberikan pembaruan berkala terkait upaya pencarian, serta membuka komunikasi langsung dengan keluarga yang terdampak," ujar Pandey dikutip dari BBC, Minggu (30/8/2026).
"Keluarga tidak boleh dibiarkan tanpa kepastian di masa-masa kritis seperti ini," tegasnya.
Bagaimana Jejak Para Turis Hilang Terdeteksi di Perbatasan?
Selain Sumi Adhikari, Reshma Patel asal Newcastle juga dilaporkan terpisah dari rombongan tur yang sama. Keberadaannya hingga kini masih misterius di tengah medan perbatasan yang sulit dijangkau.
Bhavin Patel, suami Reshma, turut bertolak ke Nepal demi mengumpulkan petunjuk mengenai posisi terakhir istrinya. Pelacakan mandiri terus dilakukan keluarga melalui bantuan pemetaan sinyal seluler.
Berdasarkan analisis data aktivitas ponsel, Bhavin meyakini istrinya sempat menyeberangi garis perbatasan menuju wilayah Tibet. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa para korban berada di area pengawasan otoritas China.
"Kami memohon dengan hormat kepada Australia, Nepal, dan China untuk segera berkoordinasi serta melanjutkan upaya pencarian di wilayah Gyirong," tulis Bhavin dalam pernyataan resminya.
"Keluarga kami sangat membutuhkan bantuan untuk menemukan keberadaannya," tambah Bhavin.
Desakan keluarga kini berfokus pada pembentukan posko informasi bersama di area Gyirong. Kecepatan tindakan tim SAR di dua wilayah perbatasan menentukan peluang keselamatan para korban.
Pemerintah Australia diharapkan segera memfasilitasi komunikasi tingkat tinggi dengan Beijing dan Kathmandu. Hingga kini, keluarga para turis masih menunggu kepastian resmi mengenai kondisi kerabat mereka.