Akibat Heatwave, Gletser Swiss Mengalami Pencairan Terburuk Tahun Ini

Welly Hidayat

Kamis, 29 September 2022 | 19:56 WIB
Akibat Heatwave, Gletser Swiss Mengalami Pencairan Terburuk Tahun Ini
Ilustrasi Pegunungan Himalaya. (Pixabay/120191)

Suara.com - Gletser swiss mencair tak seperti biasanya, kini mengalami pencairan terburuk yang pernah tercatat. Diperkirakan pencairan gletser ini diakibatkan oleh terjadinya gelompang panas atau heatwave yang melanda Benua Eropa.

Berdasarkan pencatatan tahun ini yang dilakukan oleh Jaringan Pemantauan Gletser Swiss (GLAMOS), Gletser swiss mengalami pencairan sebanyak 6 persen dari total gletser tersisa atau sekitar 3 kilometer persegi.

Jika dibandingkan dengan rekor terburuk sebelumnya, angka tahun ini meningkat dua kali lipat dibanding 2003 silam.

Fenomena tersebut dipicu dari adanya hujan salju yang rendah dan diperparah oleh gelombang panas yang sedang melanda Eropa.

Para peneliti juga mengkhawatirkan perubahan iklim menjadi pemicu tingginya angka gletser yang mencair.

Hujan salju merupakan cara alami untuk menutup kembali lapisan gletser yang mencair.

Namun akibat dari minimnya hujan salju yang turun selama musim dingin, perbaikan dan penambahan lapisan gletser secara alami tidak terjadi pada tahun ini.

Maka dari itu, para peneliti di seluruh Pegunungan Alpen harus melakukan emergency repair work yakni perbaikan darurat terhadap lusinan situs gletser di Pegunungan Alpen yang jika terjadi pencairan es maka tiang pengukur gletser akan tercabut dan merusak data yang mereka kumpulkan.

Seperti yang dilansir oleh Reuters, fenomena pencairan gletser terparah di Swiss ini dapat dilihat dari batu-batu yang sudah ribuan tahun terkubur es, kini dapat dilihat dengan mata telanjang.

baca juga

Tak hanya itu, jenazah dan bahkan pesawat yang pernah jatuh dan hilang di pegunungan alpen beberapa dekade lalu, kini dapat ditemukan. Dan yang terparah, gletser kecil di daerah lainnya pun sudah hilang.

Berdasarkan laporan yang diberikan oleh PBB pada 2019 silam terkait Perubahan Iklim, Gletser di Pegunungan Alpen akan kehilangan lebih dari 80% es pada tahun 2100 mendatang, dihitung massa es mulai dari tahun tercatat.

Fenomena tersebut terjadi jika gas emisi rumah kaca terus terjadi di bumi ini, dilansir dari Reuters.

Sabrina Hamdi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bek Persija Ondrej Kudela Gagal Selamatkan Ceko dari Degradasi di UEFA Nations League

Bek Persija Ondrej Kudela Gagal Selamatkan Ceko dari Degradasi di UEFA Nations League

Bola | Rabu, 28 September 2022 | 05:48 WIB

Hasil Bola Tadi Malam: Spanyol Bungkam Portugal, Brasil Bantai Tunisia, Vietnam vs India 3-0

Hasil Bola Tadi Malam: Spanyol Bungkam Portugal, Brasil Bantai Tunisia, Vietnam vs India 3-0

Bola | Rabu, 28 September 2022 | 05:33 WIB

Keunikan Bandara Internasional Banyuwangi yang Raih Penghargaan Arsitektur Dunia

Keunikan Bandara Internasional Banyuwangi yang Raih Penghargaan Arsitektur Dunia

Indotnesia | Selasa, 27 September 2022 | 11:00 WIB

Matador Tumbang Di Kandang, Spanyol Kalah 1-2 Atas Swiss

Matador Tumbang Di Kandang, Spanyol Kalah 1-2 Atas Swiss

Bola | Minggu, 25 September 2022 | 05:51 WIB

KABAR DUKA Pesepakbola Nicolas Schindelholz Meninggal Dunia di Usia Muda karena Kanker Paru-Paru

KABAR DUKA Pesepakbola Nicolas Schindelholz Meninggal Dunia di Usia Muda karena Kanker Paru-Paru

Bola | Selasa, 20 September 2022 | 16:43 WIB

Membanggakan, Tim Robot Indonesia R2045 akan Ikuti Ajang FHC 2022 di Swiss

Membanggakan, Tim Robot Indonesia R2045 akan Ikuti Ajang FHC 2022 di Swiss

Purwokerto | Selasa, 13 September 2022 | 18:36 WIB

Terkini

Kronologi Santriwati Diduga Dicabuli Pimpinan Ponpes di Bogor

Kronologi Santriwati Diduga Dicabuli Pimpinan Ponpes di Bogor

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:48 WIB

Diajak Belajar Kitab Kuning, Santriwati Diduga Jadi Korban Perbuatan Cabul

Diajak Belajar Kitab Kuning, Santriwati Diduga Jadi Korban Perbuatan Cabul

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:40 WIB

Polemik Lagu Lalaki Langit Ciptaan Bupati Purwakarta, Disindir Rossa hingga Disomasi LBH Jabar

Polemik Lagu Lalaki Langit Ciptaan Bupati Purwakarta, Disindir Rossa hingga Disomasi LBH Jabar

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:40 WIB

Ahmad Luthfi Luncurkan Logis, Warga Jateng Kini Bisa Konsultasi Psikolog Gratis

Ahmad Luthfi Luncurkan Logis, Warga Jateng Kini Bisa Konsultasi Psikolog Gratis

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:17 WIB

Kemlu Qatar: Perundingan Sukses, AS dan Iran Kembali Bertemu Usai Pemakaman Ali Khamenei

Kemlu Qatar: Perundingan Sukses, AS dan Iran Kembali Bertemu Usai Pemakaman Ali Khamenei

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:57 WIB

Kronologi Penyekapan Karyawan Padel Kebayoran Lama: Berawal dari Raket Hilang

Kronologi Penyekapan Karyawan Padel Kebayoran Lama: Berawal dari Raket Hilang

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:43 WIB

Tak Ada Lagi Wacana Pilkada via DPRD

Tak Ada Lagi Wacana Pilkada via DPRD

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:32 WIB

Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Ditembak Tentara Israel di Jalur Gaza

Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Ditembak Tentara Israel di Jalur Gaza

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:29 WIB

Bukan Cuma Rokok, Ini Alasan Kanker Paru Masih Sulit Ditangani di Indonesia

Bukan Cuma Rokok, Ini Alasan Kanker Paru Masih Sulit Ditangani di Indonesia

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:17 WIB

Ini Lirik Lagu Lalaki Langit Ciptaan Bupati Purwakarta yang Tuai Kecaman, Dinilai Rendahkan Wanita

Ini Lirik Lagu Lalaki Langit Ciptaan Bupati Purwakarta yang Tuai Kecaman, Dinilai Rendahkan Wanita

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:17 WIB

×