'Saya Didorong dari Belakang dan Lihat Ayah Jatuh', Kisah Pilu Anak yang Ortunya Meninggal di Tragedi Kanjuruhan

Agatha Vidya Nariswari

Senin, 03 Oktober 2022 | 14:56 WIB
'Saya Didorong dari Belakang dan Lihat Ayah Jatuh', Kisah Pilu Anak yang Ortunya Meninggal di Tragedi Kanjuruhan
Ultras Garuda bersama Gabungan suporter klub di Indonesia melakukan aksi 1000 lilin dan tabur bunga di depan Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Minggu (2/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Seorang anak berusia 11 tahun bernama M Alfiansyah menjadi yatim piatu akibat kedua ortunya meninggal dunia pada tragedi Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. 

Didampingi oleh pamannya yang bernama Doni (43), ia mengatakan bahwa bercita-cita menjadi seorang polisi karena profesi itu dinilai menarik bagi seorang anak SD Negeri Bareng 2 Kota Malang itu.

"Saya bercita-cita menjadi polisi, sepertinya asik gitu menjadi polisi," kata Alfiansyah.

Orang tuanya, yakni M Yulianton (40) dan Devi Ratna Sari (30) menjadi korban meninggal dunia akibat peristiwa kericuhan di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022) malam.

Kedua orang tuanya meninggal dunia saat akan keluar dari pintu 14 usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya. Dalam pertandingan itu, Arema FC kalah dari Persebaya dengan skor 2-3.

Berusaha keluar dari stadion

Pada saat insiden itu, ia bersama kedua orang tuanya berusaha keluar dari stadion. Alfiansyah mengaku bahwa ia sempat terjatuh kemudian bergegas untuk keluar.

Saat itu, ia masih bersama dengan kedua orang tuanya. Saat hendak ke bawah, ia terjatuh tetapi langsung berdiri. Namun, ia melihat ayahnya terjatuh usai ia berhasil berdiri dan didorong dari belakang.

"Waktu mau ke bawah saya terjatuh, terus langsung berdiri. Itu masih bersama ayah dan mama. Setelah saya berdiri saya didorong dari belakang dan kemudian melihat ayah terjatuh," ujarnya.

baca juga

Ia menambahkan setelah ayah Alfiansyah terjatuh tersebut, ia kemudian berjalan secara perlahan hingga bisa keluar dari Stadion Kanjuruhan. Ia mengaku tidak merasa berdesak-desakan untuk keluar pada saat itu.

"Iya saya keluar sendiri, berjalan. Berjalan aja biasa sampai keluar," ujarnya.

Sementara itu, Doni menambahkan Alfiansyah selama ini dikenal sebagai sosok anak yang pendiam. Ia mengatakan akan mendukung penuh cita-cita Alfiansyah untuk menjadi seorang polisi.

"Kalau nantinya Alfi mau ikut saya, saya akan sangat bersedia, karena dia keponakan saya. Ia juga bercita-cita menjadi polisi, itu sangat mulia, jadi polisi yang baik. Saya mendukung itu," katanya.

Ia mengenang kedua almarhum orang tua Alfiansyah sebagai sosok yang sangat baik. Selama ini, almarhum Yulianto memang penggemar Arema FC, namun, setelah menikah tidak lagi pernah menonton pertandingan ke stadion.

Sementara almarhum ibunda Alfiansyah, baru pertama kali ke Stadion Kanjuruhan pada malam terjadi kericuhan itu. Almarhum ayah Alfiansyah, sempat berkata bahwa ajakan untuk menonton pertandingan di Stadion Kanjuruhan untuk membahagiakan anaknya.

"Istrinya itu baru pertama kali ke stadion dan anaknya juga baru pertama kali. Almarhum sempat mengatakan, saya ingin membahagiakan anak saya. Ternyata menyenangkan anak yang terakhir kalinya," ujarnya.

Kericuhan terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu malam.

Kerusuhan tersebut semakin membesar dimana sejumlah flare dilemparkan termasuk benda-benda lainnya. Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut dan pada akhirnya menggunakan gas air mata.

Berdasarkan data terakhir, menyebutkan bahwa korban meninggal dunia akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur sebanyak 129 orang. Selain itu, dilaporkan sebanyak 323 orang mengalami luka pada peristiwa itu. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Kabupaten Malang Tewas Dalam Tragedi Kanjuruhan 68 Orang, Selebihnya Dari Daerah Lain

Warga Kabupaten Malang Tewas Dalam Tragedi Kanjuruhan 68 Orang, Selebihnya Dari Daerah Lain

Malang | Senin, 03 Oktober 2022 | 14:48 WIB

Andika Perkasa Belum Kantongi Nama Oknum TNI Terlibat Tragedi Kanjuruhan: Kami Tuntaskan Besok Sore

Andika Perkasa Belum Kantongi Nama Oknum TNI Terlibat Tragedi Kanjuruhan: Kami Tuntaskan Besok Sore

Kalbar | Senin, 03 Oktober 2022 | 14:48 WIB

Tragedi Kanjuruhan Sebabkan Seratusan Lebih Aremania Melayang, Komisi X DPR Desak Pemerintah Susun RUU tentang Suporter

Tragedi Kanjuruhan Sebabkan Seratusan Lebih Aremania Melayang, Komisi X DPR Desak Pemerintah Susun RUU tentang Suporter

News | Senin, 03 Oktober 2022 | 14:47 WIB

4 Pelajaran yang Bisa Dipetik dari Tragedi Kanjuruhan

4 Pelajaran yang Bisa Dipetik dari Tragedi Kanjuruhan

Bola | Senin, 03 Oktober 2022 | 14:43 WIB

Tawarkan Anak Korban Tragedi Kanjuruhan Masuk Kepolisian, Kapolri Kena Skakmat: Puncak Komedi

Tawarkan Anak Korban Tragedi Kanjuruhan Masuk Kepolisian, Kapolri Kena Skakmat: Puncak Komedi

News | Senin, 03 Oktober 2022 | 14:38 WIB

Terkini

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:30 WIB

Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Batam | Minggu, 01 November 2026 | 07:07 WIB

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:00 WIB

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 06:51 WIB

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:38 WIB

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

×