Puji Jokowi Lihai Selesaikan Proyek, Pengamat Australia: Bukan Kelasnya Presiden, Tapi...

Dany Garjito, Fita Nofiana

Senin, 03 Oktober 2022 | 15:49 WIB
Puji Jokowi Lihai Selesaikan Proyek, Pengamat Australia: Bukan Kelasnya Presiden, Tapi...
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Dok. Biro Pers Presiden)

Suara.com - Seorang Indonesianis dari Australia, Kevin Evans menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo memiliki kemampuan bukan sebagai presiden atau pemimpin negara. Hal ini dinyatakan sendiri oleh Kevin Evans dalam perbincangan soal tata negara di kanal Youtube Refly Harun.

"Pak Jokowi sangat efektif untuk mengegoalkan satu agenda, dulu Pak Harto mau bikin MRT siapa yang goal? padahal Pak Harto kurang apa kuasanya tapi gagal, jadi dalam hal ini untuk mengelola roda administasi luar biasa," ujar Kevin. 

Namun dia menyebutkan bahwa Jokowi jarang sekali mengemukakan soal konsep besar bernegara. 

"Masalah tinggi soal demokrasi dan lain-lan saya tak banyak dengar presiden [Jokowi] mengatakan itu, tapi untuk hal mengurus masalah roda kebijakan pemerintah saya rasa sudah jelas kelihatan, suka enggak suka sama proyeknya tapi mampu," imbuhnya.. 

Indonesianis Kevin Evans (Youtube/Reflyharun)
Indonesianis Kevin Evans (Youtube/Reflyharun)

Kevin Evan juga menyebutkan bahwa ada perbedaan yang mendasar dari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jokowi. 

Saat ditanya perbedaan Jokowi dan SBY, Kevin menyebutkan bahwa SBY lebih cocok jadi Presiden sementara Jokowi jadi perdana menteri. Hal ini berdasarkan bahwa keduanya memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda. 

"Ya betul [SBY presiden Jokowi perdana menteri], jadi saya rasa kita lihat dari awal kan ada dua tipe pemimpin ada solidarity maker dan administrater dan kita [dulu] punya Bung Karno dan Pak Hatta," ujar Kevin. 

Presiden Joko Widodo memberikan keterangan terkait tragedi Kanjuruhan. [Youtube Sekretariat Presiden]
Presiden Joko Widodo. [Youtube Sekretariat Presiden]

"Nah sebagai sosok yang bisa menggariskan hal besar kan jelas Bung Karno di situ, yang bisa mengerti semua seluk beluk kebijakan kan jelas lebih kuat Bung Hatta," tambahnya. 

Kevin menyatakan bahwa SBY lebih mengarah pada konsep besar sementara Jokowi langsung bekerja di hal teknis dan merampungkan agenda secara praktis. 

"Dan itulah konsep [kepemipinan] yang sebetulnya ada sejak lama kepala negara (presiden) ya cocoknya seperti itu, kepala pemerintahan (perdana menteri) yang seperti itu."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Niat Sumbang Lagu di Nikahan, Suara Pria Ini Malah Bikin Ngakak

Niat Sumbang Lagu di Nikahan, Suara Pria Ini Malah Bikin Ngakak

Jogja | Senin, 03 Oktober 2022 | 14:50 WIB

Pria Ini Ditabrak Orang dari Belakang, Ada Cetakan Wajah di Jaketnya

Pria Ini Ditabrak Orang dari Belakang, Ada Cetakan Wajah di Jaketnya

Jogja | Senin, 03 Oktober 2022 | 14:35 WIB

Tinggal Lama di Bali, Bule Cantik Curhat Nggak Bertenaga Kalau Sehari Belum Makan Ini

Tinggal Lama di Bali, Bule Cantik Curhat Nggak Bertenaga Kalau Sehari Belum Makan Ini

Lifestyle | Senin, 03 Oktober 2022 | 14:30 WIB

Terkini

Guru Besar UGM Soroti Penetapan Dadan sebagai Tersangka: Kenapa Baru Sekarang?

Guru Besar UGM Soroti Penetapan Dadan sebagai Tersangka: Kenapa Baru Sekarang?

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:30 WIB

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Ketua Banggar DPR: Sudah Lewati Batas Psikologis

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Ketua Banggar DPR: Sudah Lewati Batas Psikologis

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:27 WIB

Gara-Gara Bunyi Desis di Gardu PLN, 45 Kelurahan Jakarta Terancam Krisis Air Akhir Pekan Ini

Gara-Gara Bunyi Desis di Gardu PLN, 45 Kelurahan Jakarta Terancam Krisis Air Akhir Pekan Ini

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:21 WIB

Kenapa Perdamaian Perang AS - Iran Maju Mundur?

Kenapa Perdamaian Perang AS - Iran Maju Mundur?

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:12 WIB

Pakar UGM Usul 3 Reformasi MBG: Fokus ke Siswa Miskin hingga Benahi Menu

Pakar UGM Usul 3 Reformasi MBG: Fokus ke Siswa Miskin hingga Benahi Menu

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:02 WIB

Usai Dadan Terasangka, Prabowo Ultimatum Mitra Makan Bergizi Gratis: Yang Brengsek Segera Tobat!

Usai Dadan Terasangka, Prabowo Ultimatum Mitra Makan Bergizi Gratis: Yang Brengsek Segera Tobat!

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:58 WIB

Rudal Iran Hantam Bandara Kuwait, Teheran Klaim Eror Sistem Patriot AS

Rudal Iran Hantam Bandara Kuwait, Teheran Klaim Eror Sistem Patriot AS

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:49 WIB

Kejati Jakarta Tetapkan Ko Xiong Tersangka Korupsi Kredit Rp600 Miliar di KoinWorks

Kejati Jakarta Tetapkan Ko Xiong Tersangka Korupsi Kredit Rp600 Miliar di KoinWorks

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:48 WIB

Bom Waktu di Bawah Aspal Jakarta: Mengapa Jalan Amblas Bisa Terjadi Lagi?

Bom Waktu di Bawah Aspal Jakarta: Mengapa Jalan Amblas Bisa Terjadi Lagi?

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:46 WIB

Limbah Filter Rokok Picu Polusi Mikroplastik Global, Lebih Berbahaya?

Limbah Filter Rokok Picu Polusi Mikroplastik Global, Lebih Berbahaya?

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:34 WIB