Mahfud MD: Presiden Sudah Bicara Tentang Gas Air Mata dan Unprofessional Polisi

Jum'at, 07 Oktober 2022 | 16:22 WIB
Mahfud MD: Presiden Sudah Bicara Tentang Gas Air Mata dan Unprofessional Polisi
Menkopolhukam, Mahfud MD. (Twitter/@Miduk17)

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan jika Presiden Jokowi sudah bicara mengenai penggunaan gas air mata terkait tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang.

Pernyataan itu disampaikan Mahfud MD untuk menanggapi berbagai kritik mengenai respons Presiden Jokowi yang dinilai tidak membahas fatalnya gas air mata. Terlebih, Presiden Jokowi dalam konferensi pers hanya membahas mengenai curamnya tangga di Stadion Kanjuruhan.

"Ketika presiden melihat lapangan, lalu melihat, 'Oh ini kuncinya, ini (tangga) terlalu curam, pintunya dikunci'. Itu saja. Itu sebagai tambahan saja," jelas Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (7/10/2022).

"Tapi substansi pandangan presiden itu sudah dipidatokan hari Minggu dan Senin, bahwa itu masalah gas air mata, masalah regulasi, kedisiplinan dan perintah mengambil tindakan itu kan perhatian presiden," sambungnya.

Mahfud juga menegaskan jika Presiden Jokowi melihat tragedi Kanjuruhan secara menyeluruh. Apalagi, kata Mahfud, faktor terbentuknya TGIPF Tragedi Kanjuruhan karena adanya penggunaan gas air mata.

"Presiden justru bicara yang lebih komprehensif," ucap Ketua Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan ini.

Tak sampai di situ, Mahfud juga membeberkan Presiden Jokowi sudah berbicara mengenai unprofesional polisi hingga regulasi, termasuk tentang kultur PSSI.

"Sebelum melihat bangunan itu, beliau sudah membentuk tim dan sudah bicara mengenai gas air mata, bicara tentang unprofessional polisi, sudah bicara tentang regulasi, tentang kultur PSSI, maka dibentuk TGIPF," beber Mahfud.

Mahfud turut menanggapi adanya media asing yang juga melakukan investigasi tragedi Kanjuruhan. Menurutnya, hal itu perlu disambut baik. Terlebih hasil investigasi media asing juga bisa menjadi pembanding. 

Baca Juga: Tak Masalah Erick Thohir Temui Presiden FIFA, Menpora: Kan Dekat dengan Gianni Infantino, Bagi Saya Siapa Saja

"Ya biar saja, bagus. Kita tidak melarang. Kalau dulu kan dilarang-larang. Sekarang semuanya lah. Nanti kita cocokkan mana yang paling rasional, mana yang paling faktual," ungkap Mahfud.

Sebagai informasi, sebanyak 131 orang tewas setelah pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya yang berakhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu malam, 1 Oktober 2022.

Peristiwa itu dipicu tembakan gas air mata yang ditembakkan ke arah tribun hingga memicu kepanikan suporter. Banyak dari mereka yang meninggal dunia karena terinjak-injak hingga kehabisan napas. 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, korban luka ringan di tragedi di Stadion Kanjuruhan sebanyak 440 orang. Sedangkan 29 orang menderita luka berat. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI