Kehadiran dokter Tifa di masyarakat tak lekang dari segudang kritik yang ia layangkan terhadap berbagai isu publik. Ia gemar menulis artikel opini melalui berbagai kanal media kesehatan.
Meski menyandang keahlian di bidang epidemiologi atau kajian wabah, dokter Tifa pernah mengkritisi vaksinasi dari pemerintah. Melalui berbagai kanal kepenulisan, dokter Tifa menyebut bahwa pemerintah tidak boleh memaksa rakyat untuk melakukan vaksinasi.
Sontak, sikap dokter Tifa terhadap program vaksinasi oleh pemerintah disambut dengan kontroversi di tengah-tengah masyarakat.
Selain itu, dokter Tifa juga kerap menuai kontroversi lantaran gemar melayangkan sindiran ke berbagai tokoh publik.
Salah satu di antaranya yakni eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ia disambut bulan-bulanan warganet karena mengaitkan politik dengan sosok putri Anies yang urung berhijab.
"Dear @aniesbaswedan untuk 2024, cuma kurang 1 langkahmu. Putrimu, Tia, pakaikanlah Jilbab," cuit Dokter Tifa.
Ia juga kerap mengkritik Presiden Joko Widodo hingga mempertanyakan soal keaslian status sarjana yang dipegang sang Presiden.
Terkait dengan klaim mengambil matkul Anatomi 15 SKS tersebut, beberapa warganet sontak mempertanyakan. Bahkan, salah seorang dari mereka juga menantang dokter Tifa untuk membuktikan klaim tersebut sembari membuktikan keaslian gelar sarjana Jokowi.
"Saya tantang @DokterTifa kita sama-sama ke UGM kita pastikan database di sana, percuma Anda dapat gelar dokter yang katanya ahli anatomi 15 SKS, kalau ndak berani berarti Anda yang dokter palsu," balas warganet di kolom komentar cuitan dokter Tifa.
Kontributor : Armand Ilham