10 Hari Usai Tragedi Kanjuruhan, Sejumlah Korban Masih Sesak Dan Luka Akibat Gas Air Mata

Bangun Santoso, Muhammad Yasir

Senin, 10 Oktober 2022 | 12:12 WIB
10 Hari Usai Tragedi Kanjuruhan, Sejumlah Korban Masih Sesak Dan Luka Akibat Gas Air Mata
TGIPF menemui sejumlah pihak untuk mendapatkan keterangan terkait kerusuhan Stadion Kanjuruhan Malang yang terjadi pada Sabtu (1/10/2022). [Kemenko Polhukam]

Suara.com - Sepuluh hari telah berlalu usai tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada 1 Oktober 2022 lalu. Sejumlah korban masih mengalami luka dan sesak nafas akibat gas air mata.

Hal ini terungkap saat Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi Kanjuruhan bertemu dengan Tim Gabungan Aremania di Malang pada Sabtu (8/10/2022).

TGIPF juga menyatakan telah mengantongi beberapa barang bukti dan informasi penting terkait Tragedi Kanjuruhan.

Anggota TGIPF, Akmal Marhali menyebut barang bukti tersebut di antaranya berupa rekaman CCTV dan selongsong gas air mata.

"Sudah diterima oleh TGIPF yang akan jadikan sebagai barang bukti, dan kemudian diolah oleh tim," kata Akmal kepada wartawan, Senin (10/10/2022).

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor KNPI Kota Malang, Jawa Timur, Tim Gabungan Aremania menyampaikan banyak informasi kepada TGIPF. Mereka juga mengantarkan TGIPF bertemu dengan beberapa saksi dan korban.

"Saat bertemu dengan para saksi dan korban, berbagai alat bukti penting kami dapatkan, ini nantinya akan memperkuat dan mempertajam analisis kami sehingga peristiwa Kanjuruhan ini dapat kami ungkap secara menyeluruh dan independen," katanya.

Berdasar keterangan saksi dan korban yang ditemui TGIPF, mereka mengaku masih merasakan sesak akibat gas air mata. Di sisi lain beberapa korban juga masih mengalami luka pada bagian mata yang memerah hingga menghitam.

"Rawat kontrol para korban harus juga menjadi perhatian semua pihak, termasuk efek trauma dan psikologis para korban, baik yang mengalami luka berat, sedang maupun yang luka ringan," ujar Akmal.

baca juga

Disebut Sebagai Kejahatan Terstruktur

Koalisi Masyarakat Sipil sebelumnya menyebut Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 korban jiwa ini sebagai kejahatan yang terstruktur. Dugaan itu disampaikan mereka berdasar hasil investigasi yang dilakukan selama satu pekan.

"Berdasarkan hasil investigasi tim pencari fakta koalisi masyarakat sipil kami mendapat temuan bahwa peristiwa kekerasan yang terjadi di stadion Kanjuruhan merupakan dugaan kejahatan yang secara terstruktur yang tidak hanya melibatkan pelaku lapangan," kata anggota tim pencari fakta Koalisi Masyarakat Sipil dari LBH Surabaya, Daniel saat jumpa pers di Malang, Jawa Timur, Minggu (9/10/2022).

Sementara, Kepala Divisi Hukum KontraS, Andi Muhammad Rezaldi yang juga tergabung dalam tim pencari fakta mengungkap setidaknya ada 12 temuan dari hasil investigasi mereka. Salah satunya adanya temuan terkait pengerahan aparat bersenjata gas air mata sejak pertengahan babak kedua.

"Kami menemukan bahwa pengerahan aparat keamanan atau mobilisasi berkaitan dengan aparat keamanan yang membawa gas air mata itu dilakukan pada tahap pertengahan babak kedua. Padahal dalam konteks atau situasi saat itu tidak ada ancaman atau potensi gangguan keamanan. Kadi ini kami melihat ada suatu hal yang ganjil," ungkap Andi.

Berdasar hasil investigasi, lanjut Andi, juga ditemukan bahwasanya kekerasan yang terjadi di Kanjuruhan tidak hanya melibatkan anggota Polri. Melainkan juga anggota TNI.

"Harus ditekankan dalam peristiwa ini, peristiwa tindak kekerasan tidak hanya melibatkan anggota kepolisian tapi juga prajurit TNI. Jadi itu yang kami temukan," ungkapnya.

131 Korban Meninggal

Berdasar data yang disampaikan Polri pada Sabtu (8/10/2022) kemarin, 131 kroban dilaporkan meninggal dunia akibat Tragedi Kanjuruhan ini. Sedangkan korban luka dilaporkan mencapai 574 orang.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menyebut 506 orang mengalami luka ringan. Sedangkan luka berat sebanyak 23 orang dan luka sedang 23 orang.

"Jumlah total korban 705 orang," jelas Dedi kepada wartawan, Sabtu (8/10/2022).

Dalam perkara ini, Polri telah menetapkan enam orang tersangka. Mereka di antaranya; Akhmad Hadian Lukita selaku Dirut PT LIB, Abdul Haris selaku Ketua Panpel atau Panitia Pelaksana, Suko Sutrisno selaku Security Officer, Kompol Wahyu Setyo Pranoto Kabagops Polres Malang, AKP Hasdarman selaku Komandan Kompi atau Danki 3 Satuan Brimob Polda Jawa Timur, dan AKP Bambang Sidik Achmadi selaku Kasat Samapta Polres Malang.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut pihaknya membuka peluang untuk menetapkan tersangka lain dalam dalam kasus ini.

"Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain," jelas Listyo saat jumpa pers di Malang, Jawa Timur, Kamis (6/10/2022).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

TGIPF: Stadion Kanjuruhan Perlu Diperbaiki Agar Sesuai Standar Keamanan

TGIPF: Stadion Kanjuruhan Perlu Diperbaiki Agar Sesuai Standar Keamanan

Video | Senin, 10 Oktober 2022 | 11:40 WIB

Temui Aremania, TGIPF Kantongi Barang Bukti dan Informasi Penting Terkait Tragedi Kanjuruhan

Temui Aremania, TGIPF Kantongi Barang Bukti dan Informasi Penting Terkait Tragedi Kanjuruhan

News | Senin, 10 Oktober 2022 | 11:40 WIB

Tragedi Kanjuruhan, Syaiful Huda: PSSI Seharusnya Bertanggung Jawab

Tragedi Kanjuruhan, Syaiful Huda: PSSI Seharusnya Bertanggung Jawab

DPR | Senin, 10 Oktober 2022 | 10:45 WIB

Ada Kejanggalan, KontraS Beberkan Aparat Ternyata Bawa Gas Air Mata saat Tengah Babak Kedua

Ada Kejanggalan, KontraS Beberkan Aparat Ternyata Bawa Gas Air Mata saat Tengah Babak Kedua

News | Senin, 10 Oktober 2022 | 10:56 WIB

Ungkit Rusuh 2018, Ketua Panpel Arema Bela Diri soal Tragedi Kanjuruhan: Yang Jadi Masalah Gas Air Mata!

Ungkit Rusuh 2018, Ketua Panpel Arema Bela Diri soal Tragedi Kanjuruhan: Yang Jadi Masalah Gas Air Mata!

News | Senin, 10 Oktober 2022 | 10:48 WIB

Anak Jadi Korban Kanjuruhan, Bapak ini Tempel Foto 2 Putrinya di Pintu 13, Publik Banjir Air Mata

Anak Jadi Korban Kanjuruhan, Bapak ini Tempel Foto 2 Putrinya di Pintu 13, Publik Banjir Air Mata

News | Senin, 10 Oktober 2022 | 10:43 WIB

Tragedi Kanjuruhan: Mengapa Gas Air Mata Bisa Mematikan?

Tragedi Kanjuruhan: Mengapa Gas Air Mata Bisa Mematikan?

Video | Senin, 10 Oktober 2022 | 10:00 WIB

Terkini

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

Sinopsis 100 Days of Deception: Misi Rahasia di Era Penjajahan Jepang

Sinopsis 100 Days of Deception: Misi Rahasia di Era Penjajahan Jepang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:40 WIB

Buntut Temuan Sel Mewah, Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Resmi Dicopot

Buntut Temuan Sel Mewah, Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Resmi Dicopot

Bogor | Sabtu, 26 September 2026 | 20:18 WIB

Doomscrolling: Antara Kepedulian Sosial dan Rasa Putus Asa yang Mengintai

Doomscrolling: Antara Kepedulian Sosial dan Rasa Putus Asa yang Mengintai

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:15 WIB

×