Ada Kejanggalan, KontraS Beberkan Aparat Ternyata Bawa Gas Air Mata saat Tengah Babak Kedua

Ruth Meliana Dwi Indriani, Sekar Anindyah Lamase

Senin, 10 Oktober 2022 | 10:56 WIB
Ada Kejanggalan, KontraS Beberkan Aparat Ternyata Bawa Gas Air Mata saat Tengah Babak Kedua
Polisi menambakan gas air mata ke arah tribun yang membuat Aremania kocar-kacir (Tangkap layar Instagram @kabarnegri)

Suara.com - Tim Pencari Fakta Koalisi Masyarakat Sipil membeberkan penemuan sementara mereka mengenai gerak-gerik aparat dalam tragedi Kanjuruhan.

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) yang menjadi salah satu bagian dari tim mengungkapkan adanya 12 temuan awal.

Dilihat Suara.com, Kepala Divisi Hukum KontraS Andi Muhammad Rizaldi memaparkan sejumlah temuan tersebut soal tragedi Kanjuruhan yang dilansir dari video kanal YouTube KOMPAS TV.

Andi lalu menjelaskan beberapa hal dari 12 temuan awal itu, dimulai dari adanya pengerahan atau mobilisasi aparat gas air mata ternyata telah dilakukan pada pertengahan babak kedua laga.

"Mobilisasi aparat keamanan yang membawa gas air mata itu dilakukan pada tahap pertengahan babak kedua. Padahal dalam konteks atau situasi saat itu tidak ada ancaman atau potensi gangguan keamanan," ungkap Andi dilihat Suara.com, Senin (10/10/2022).

Tindakan aparat itu lantas dinilai sebagai hal ganjil oleh KontraS.

Lalu, temuan lainnya adalah suporter yang turun ke lapangan tidaklah memicu atau membuat kericuhan seperti narasi yang tersebar.

Para suporter itu nyatanya memberikan semangat dan dorongan kepada para pemain Arema FC.

"Suporter yang turun ke lapangan sebetulnay mereka melakukan dorongan motivasi dan juga memberikan model kepada sejumlah pemain itu," jelas Andi.

baca juga

Perilaku suporter yang memberikan dukungan itu pun dikonfirmasi oleh para saksi mata lain di jagat media sosial.

Beberapa saat lalu, saksi mata pun turut mengunggah bukti video bahwa suporter yang turun ke lapangan memberikan pelukan dan semangat kepada para pemain.

Lebih lanjut, KontraS membeberkan bahwa aparat keamanan justru merespons berlebihan terhadap sejumlah suporter yang turun ke lapangan.

Aparat keamanan disebut melakukan kekerasan pada sejumlah suporter yang muncul di lapangan saat itu.

KontraS menilai tindakan kekerasan oleh aparat keamanan nyatanya membuat suporter lain ikut turun untuk menolong yang menjadi sasaran.

"Nah akibat dari peristiwa tindakan kekerasan ini berdampak atau mengakibatkan sejumlah suporter lain ikut turun ke dalam lapangan. Turunnya para suporter ke dalam lapangan bukan untuk melakukan satu tindakan serangan tapi untuk menolong kawan-kawan suporter yang lain," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berbagai Video Tragedi Kanjuruhan Telah  Dikumpulkan oleh TGIPF

Berbagai Video Tragedi Kanjuruhan Telah Dikumpulkan oleh TGIPF

Tantrum | Senin, 10 Oktober 2022 | 09:40 WIB

Terpopuler: Analisis Menohok Profesor Belanda Soal Tragedi Kanjuruhan, Remaja Bergentayangan Bawa Sajam di Bekasi

Terpopuler: Analisis Menohok Profesor Belanda Soal Tragedi Kanjuruhan, Remaja Bergentayangan Bawa Sajam di Bekasi

Bekaci | Senin, 10 Oktober 2022 | 09:15 WIB

Tim Pencari Fakta Masyarakat Sipil Ungkap 12 Temuan Tragedi Kanjuruhan

Tim Pencari Fakta Masyarakat Sipil Ungkap 12 Temuan Tragedi Kanjuruhan

Riau | Senin, 10 Oktober 2022 | 09:02 WIB

12 Temuan Tim Pencari Fakta Koalisi Masyarakat Sipil Tragedi Kanjuruhan: Soal Minuman Alkohol, Itu Menyesatkan

12 Temuan Tim Pencari Fakta Koalisi Masyarakat Sipil Tragedi Kanjuruhan: Soal Minuman Alkohol, Itu Menyesatkan

Sumsel | Senin, 10 Oktober 2022 | 08:28 WIB

Polisi Tembakkan Gas Air Mata, Penonton Bola di Liga Argentina Ada yang Meninggal

Polisi Tembakkan Gas Air Mata, Penonton Bola di Liga Argentina Ada yang Meninggal

Surabaya | Senin, 10 Oktober 2022 | 08:26 WIB

Tragedi Kanjuruhan: Mengapa Gas Air Mata Bisa Mematikan?

Tragedi Kanjuruhan: Mengapa Gas Air Mata Bisa Mematikan?

Video | Senin, 10 Oktober 2022 | 10:00 WIB

Terkini

Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki

Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:33 WIB

Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu

Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:28 WIB

Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari

Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:24 WIB

Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta

Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:59 WIB

Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta

Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:53 WIB

5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!

5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:45 WIB

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:53 WIB

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:38 WIB

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:47 WIB

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:41 WIB

×