Ungkit Rusuh 2018, Ketua Panpel Arema Bela Diri soal Tragedi Kanjuruhan: Yang Jadi Masalah Gas Air Mata!

Ruth Meliana Dwi Indriani, Elvariza Opita

Senin, 10 Oktober 2022 | 10:48 WIB
Ungkit Rusuh 2018, Ketua Panpel Arema Bela Diri soal Tragedi Kanjuruhan: Yang Jadi Masalah Gas Air Mata!
Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris meminta maaf kepada Aremania dan Aremanita [dok. Beritajatim]

Suara.com - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo telah menetapkan sejumlah orang sebagai tersangka dalam petaka Kanjuruhan.

Salah satunya Abdul Haris, Ketua Panitia Pelaksana Arema FC yang dinilai bertanggung jawab atas berbagai kelalaian yang mengakibatkan meninggalnya ratusan suporter pada Sabtu (1/10/2022) tersebut.

Panpel sendiri dinilai melakukan sejumlah kelalaian, mulai dari persiapan pengamanan suporter, pencetakan tiket yang dinilai overkapasitas Stadion Kanjuruhan, sampai gagalnya Pintu 13 dibuka saat suasana semakin mencekam.

Meski Abdul Haris pernah menyatakan keikhlasannya ditetapkan sebagai tersangka, ia kini berusaha memberi klarifikasi dari sudut pandangnya sebagai salah satu orang yang turut mengevakuasi para suporter ketika tragedi berlangsung.

Hal ini seperti disampaikan Abdul Haris lewat program Apa Kabar Indonesia Malam yang dilihat Suara.com di kanal YouTube tvOneNews.

Abdul Haris mengklaim jumlah tiket yang terjual malam itu mencapai 42.500 buah dan telah dikomunikasikan dengan pihak kepolisian.

"Selama pertandingan, mulai kick off sampai selesai pertandingan clear, tidak ada masalah. Penonton pun tidak meluber kemana-mana," ujar Abdul Haris, dikutip pada Senin (10/10/2022).

"Pertandingan sebelumnya, lawan Persija itu melebihi kapasitas (tapi) tidak ada masalah. Lawan Persib Bandung, Arema kalah dan main malam, (tapi) tidak ada masalah. Jadi yang jadi sumber petaka di sini adalah karena adanya penembakan gas air mata," tuturnya melanjutkan.

Ia menuturkan, panpel sudah memiliki SOP untuk membuka pintu stadion 15 menit sebelum pertandingan usai dan instruksi itu juga telah disampaikan kepada security officer.

baca juga

Lebih jauh diterangkan Abdul Haris, pintu yang selama ini dibuka di Stadion Kanjuruhan juga selalu sama dan biasanya tidak pernah menimbulkan kendala.

Abdul Haris kemudian mencontohkan kerusuhan yang terjadi pasca laga melawan Persib Bandung tahun 2018. Saat itu kerusuhan juga mengakibatkan polisi menembakkan gas air mata.

Tembakan gas air mata ke arah tribun penonton di Kanjuruhan Malang [Twitter]
Tembakan gas air mata ke arah tribun penonton saat tragedi Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam. [Twitter]

"Kita flashback kepada pertandingan tahun 2018, juga terjadi chaos ketika Arema melawan Persib Bandung. Terjadi penembakan gas air mata, sama kasusnya, korbannya kurang lebih 214 yang meninggal satu," kata Abdul Haris.

"Masalahnya sekarang, kenapa gas air mata sekarang ini bisa sampai pingsan, yang saya evakuasi sudah sesak napasnya, matanya sudah tertutup semua. Saya sendiri juga merasakan gas air mata itu ke hidung, ke tenggorokan sampai ke dada ini sesak sekali," lanjutnya.

Karena itulah, Abdul Haris menilai akar masalah hingga ratusan Aremania-Aremanita meninggal malam itu adalah akibat penembakan gas air mata yang berefek sangat buruk.

"Jadi intinya, yang menjadi masalah ini adalah gas air mata," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tragedi Kanjuruhan, Syaiful Huda: PSSI Seharusnya Bertanggung Jawab

Tragedi Kanjuruhan, Syaiful Huda: PSSI Seharusnya Bertanggung Jawab

DPR | Senin, 10 Oktober 2022 | 10:45 WIB

Ketum PSSI Iwan Bule Didesak Mundur, Pemerintah Angkat Tangan

Ketum PSSI Iwan Bule Didesak Mundur, Pemerintah Angkat Tangan

Serang | Senin, 10 Oktober 2022 | 01:19 WIB

Tim Pencari Fakta Masyarakat Sipil Temukan Dugaan Kejahatan Sistematis di Tragedi Kanjuruhan

Tim Pencari Fakta Masyarakat Sipil Temukan Dugaan Kejahatan Sistematis di Tragedi Kanjuruhan

Kalbar | Minggu, 09 Oktober 2022 | 22:53 WIB

Suporter Borussia Dortmund Dukung Pengusutan Tragedi Kanjuruhan secara Adil, Netizen: Danke!

Suporter Borussia Dortmund Dukung Pengusutan Tragedi Kanjuruhan secara Adil, Netizen: Danke!

Malang | Minggu, 09 Oktober 2022 | 19:41 WIB

Cerita Nakes di Malam Tragedi Kanjuruhan, Dipukuli Polisi saat Gendong Bocah Sekarat

Cerita Nakes di Malam Tragedi Kanjuruhan, Dipukuli Polisi saat Gendong Bocah Sekarat

Malang | Minggu, 09 Oktober 2022 | 16:48 WIB

Analisis Menohok Profesor Belanda Soal Tragedi Kanjuruhan: Sikap Represif Aparat dan Suara Akar Rumput

Analisis Menohok Profesor Belanda Soal Tragedi Kanjuruhan: Sikap Represif Aparat dan Suara Akar Rumput

Bekaci | Minggu, 09 Oktober 2022 | 16:32 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×