Menohok, Lukas Enembe Ditantang Ksatria dan Jangan Bawa-bawa Adat di Kasus Korupsi

Ruth Meliana Dwi Indriani

Selasa, 11 Oktober 2022 | 18:42 WIB
Menohok, Lukas Enembe Ditantang Ksatria dan Jangan Bawa-bawa Adat di Kasus Korupsi
Gubernur Papua, Lukas Enembe. (Antara)

Suara.com - Gubernur Papua Lukas Enembe telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan gratifikasi dan suap. Meski demikian, hingga kini Lukas Enembe terus mangkir setiap dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Melansir Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, terbaru, keluarga dan kuasa hukum Lukas Enembe justru meminta KPK memeriksa Gubernur Papua itu di lapangan terbuka. Ini agar bisa disaksikan masyarakat, di mana saat ini banyak warga setempat yang membela Lukas.

Permintaan itu pun ditanggapi dengan menohok oleh tokoh pemuda dari Kabupaten Jayapura, Robert Entong. Ia mempertanyakan kasus korupsi yang menjerat Lukas akan diproses menggunakan hukum pemerintah atau hukum adat.

"Pakai hukum apakah? Hukum pemerintah atau hukum adat?" tanya Robert.

Robert menjelaskan bahwa Lukas Enembe dituduh telah menyalahi aturan pemerintah terkait gratifikasi senilai Rp 1 miliar. Atas tuduhan itu, Robert menilai hukum yang tepat untuk memeriksa Lukas adalah hukum pemerintah.

Dalam kesempatan ini, Robert mengaku bingung jika kasus korupsi Lukas Enembe diproses dengan hukum adat. Pasalnya, masyarakat ada Papua, terutama di wilayah adat Jayapura tidak mengadili orang di lapangan terbuka.

Robert juga mengingatkan Lukas dipilih sebagai Gubernur Papua atas pilihan rakyat yang menggunakan hukum pemerintah. Lukas sendiri tidak pernah dipilih oleh masyarakat adat untuk menjadi kepala suku.

"Lukas menjadi Gubernur Papua karena dipilih rakyat menggunakan hukum Pemerintah. Kami tidak pernah pilih dia jadi kepala suku,” tegas Robert.

Karena itu, Robert mendesak agar Lukas Enembe bersikap ksatria dan mau bertanggung jawab atas semua perbuatan yang dilakukannya sesuai hukum pemerintah yang berlaku.

baca juga

Jika Lukas ngotot ingin diperiksa KPK di lapangan terbuka, Robert menyarankan agar pemeriksaan Lukas dilakukan di ruangan dan kemudian ditayangkan lewat media massa. Hal itu dinilai bisa membuat semua masyarakat menyaksikan.

Periksa di ruangan kan bisa disaksikan oleh masyarakat karena sudah ada media massa dan televisi yang bisa menyiarkan supaya masyarakat bisa melihat,” saran Robert.

Menurutnya, sikap Lukas Enembe dan keluarga berlit-belit demi bisa lepas dari jeratan hukum. Robert menantang jika Lukas memang tidak bersalah, maka segera buktikan ke KPK. Ia pasti dibebaskan jika terbukti tak bersalah. 

Jangan bawa-bawa adat dan menjadikan masyarakat sebagai tempat berlindung dari kesalahan,” kritik Robert.

Terakhir, Robert mengimbau kepada masyarakat yang masih melindungi Lukas di kediaman pribadinya di Koya Tengah untuk mengakhiri aksi mereka. Terlebih, aksi sejumlah warga yang membawa senjata tajam di depan rumah Lukas sangat meresahkan.

Kumpul-kumpul ratusan orang, bawa panah, bawa kampak, bikin kami masyarakat Jayapura resah. Warga selalu khawatir, tidak bisa kerja dengan tenang," ujar Robert.

Biarlah proses hukum yang berjalan. Masyarakat harus aman, bisa bekerja dengan tenang,” tandasnya.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Empat Bulan Buron, Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Mobil Operasional Desa Ditangkap

Empat Bulan Buron, Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Mobil Operasional Desa Ditangkap

Banten | Selasa, 11 Oktober 2022 | 18:24 WIB

Kejari: Negara Rugi Rp468 Juta dari Dugaan Korupsi SMKN 1 Batam

Kejari: Negara Rugi Rp468 Juta dari Dugaan Korupsi SMKN 1 Batam

Batam | Selasa, 11 Oktober 2022 | 18:20 WIB

Datang Khusus untuk Lukas Enembe, Rombongan Dokter Singapura Tiba di Papua

Datang Khusus untuk Lukas Enembe, Rombongan Dokter Singapura Tiba di Papua

Riau | Selasa, 11 Oktober 2022 | 18:12 WIB

Rombongan Tenaga Medis Singapura Tiba di Papua Periksa Kesehatan Lukas Enembe

Rombongan Tenaga Medis Singapura Tiba di Papua Periksa Kesehatan Lukas Enembe

News | Selasa, 11 Oktober 2022 | 17:47 WIB

Ketua KPK Sebut Kasus Selesai Bila Lukas Enembe Penuhi Panggilan Penyidik?

Ketua KPK Sebut Kasus Selesai Bila Lukas Enembe Penuhi Panggilan Penyidik?

News | Selasa, 11 Oktober 2022 | 17:39 WIB

Saksi Sidang Korupsi Kebelet Kencing, Respons Hakim Menggelitik: di Sini Bawaannya Memang Ingin Pipis Melulu

Saksi Sidang Korupsi Kebelet Kencing, Respons Hakim Menggelitik: di Sini Bawaannya Memang Ingin Pipis Melulu

Hits | Selasa, 11 Oktober 2022 | 18:10 WIB

Terkini

Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan

Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 20:45 WIB

Kronologi Konser Kotak Mendadak Dihentikan: Bau Menyengat di Lagu ke-10, Tantri Sampai Sesak Napas

Kronologi Konser Kotak Mendadak Dihentikan: Bau Menyengat di Lagu ke-10, Tantri Sampai Sesak Napas

News | Senin, 14 September 2026 | 20:36 WIB

Bahas RUU Perampasan Aset Habiburokhman 'Ditodong' Pukat UGM: Buka Drafnya, Biar Kami Bedah!

Bahas RUU Perampasan Aset Habiburokhman 'Ditodong' Pukat UGM: Buka Drafnya, Biar Kami Bedah!

News | Senin, 14 September 2026 | 20:36 WIB

Dari Anak Sekolah hingga Orang Dewasa, 330 Warga Tangerang Dapat Akses Pendidikan

Dari Anak Sekolah hingga Orang Dewasa, 330 Warga Tangerang Dapat Akses Pendidikan

Banten | Senin, 14 September 2026 | 20:29 WIB

Eks TA DPR Adi Harnowo Bantah Terlibat Penjualan Pita Cukai Palsu

Eks TA DPR Adi Harnowo Bantah Terlibat Penjualan Pita Cukai Palsu

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 20:21 WIB

Nikmati Cashback 20% Pakai QRIS BRImo di Cafe Kissa

Nikmati Cashback 20% Pakai QRIS BRImo di Cafe Kissa

Bri | Senin, 14 September 2026 | 20:18 WIB

Malam Ini, Kualitas Udara di Pekanbaru Sangat Tidak Sehat

Malam Ini, Kualitas Udara di Pekanbaru Sangat Tidak Sehat

Riau | Senin, 14 September 2026 | 20:17 WIB

Besok Sekolah Palembang Masuk atau Masih Daring? Ini Patokan ISPU untuk Tatap Muka

Besok Sekolah Palembang Masuk atau Masih Daring? Ini Patokan ISPU untuk Tatap Muka

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 20:16 WIB

Warga Rempang Dicekik hingga Diteror Intel Usai Tolak Sekolah Merah Putih di Tanah Adat

Warga Rempang Dicekik hingga Diteror Intel Usai Tolak Sekolah Merah Putih di Tanah Adat

News | Senin, 14 September 2026 | 20:11 WIB

Pencarian Hari Ketujuh Jurnalis Hilang, Tim SAR Fokus ke Wilayah Ditemukannya Life Jacket

Pencarian Hari Ketujuh Jurnalis Hilang, Tim SAR Fokus ke Wilayah Ditemukannya Life Jacket

Video | Senin, 14 September 2026 | 20:05 WIB

×