Video Memperlihatkan Dia Membakar Hijab Sebelum Dinyatakan Hilang

Siswanto, BBC

Rabu, 12 Oktober 2022 | 09:15 WIB
Video Memperlihatkan Dia Membakar Hijab Sebelum Dinyatakan Hilang
BBC

Suara.com - Video-video yang diunggah di dunia maya memperlihatkan remaja perempuan Iran itu sedang berdemo, beberapa jam sebelum kematiannya, kata ibunya kepada BBC Persia.

Nika Shakarami, 16 tahun, terlihat sedang berdiri di tempat sampah dan membakar jilbabnya di Teheran pada 20 September lalu, ketika yang lainnya sedang meneriakkan slogan menentang pemerintahan Republik Islam tersebut.

Dia kemudian menghilang, setelah seorang temannya mengatakan dia ditangkap oleh polisi.

Ibunya, Nasrin Shakarami, juga membantah dia ada dalam video CCTV yang dikeluarkan oleh pihak berwenang untuk mendukung klaim mereka bahwa kematiannya tidak terkait dengan protes hari itu.

Baca juga:

Dia menuduh pasukan keamanan membunuh putrinya, tetapi pihak berwenang mengatakan Nika meninggal setelah dilempar dari sebuah bangunan yang sedang dibangun, kemungkinan oleh para pekerja.

Pekan lalu, TV pemerintah Iran menyiarkan rekaman video buram yang menunjukkan seorang remaja perempuan, yang diidentifikasi sebagai Nika, berjalan menyusuri gang dan memasuki sebuah gedung melalui pintu.

https://twitter.com/BBCParham/status/1579456355555246082


Namun, pada Senin lalu (10/10), Nasrin Shakarami mengatakan kepada BBC Persia bahwa orang di dalam video itu bukan putrinya. Sumber lain yang dekat dengan keluarga juga mengatakan bahwa cara berjalan remaja putri dalam rekaman itu tidak seperti Nika.

baca juga

Shakarami juga menduga saudara perempuannya Atash dan saudara laki-lakinya Mohsen dipaksa untuk membuat pernyataan palsu tentang kematian Nika, selama mereka ditahan..

"Mereka mengancam akan menahan anak saudara laki-laki saya yang berusia empat tahun," katanya.

Mohsen ditampilkan di TV pada Rabu malam, lalu berbicara menentang demo yang sedang berlangsung, ketika seseorang di luar sorotan kamera sepertinya berbisik: "Katakan, bajingan!" Kemudian, Atash mengatakan bahwa Nika "tewas karena jatuh dari gedung". Mereka dibebaskan setelah membuat pernyataan.

Keluarga mengatakan mereka menemukan tubuh Nika di kamar mayat, 10 hari setelah dia hilang.

Mereka juga hanya diizinkan oleh pihak berwenang untuk melihat wajah Nika selama beberapa detik, untuk mengidentifikasinya.

Atash juga mengatakan Garda Revolusi mengatakan kepadanya bahwa Nika berada dalam tahanan mereka selama lima hari, kemudian diserahkan kepada petugas penjara.

Nasrin Shakarami mengatakan Nika telah menghilang beberapa jam setelah menghadiri unjuk rasa yang terlihat dalam video di media sosial, dalam beberapa hari terakhir.

Salah satu video menunjukkan seorang gadis berpakaian hitam berdiri di tempat sampah di jalan dan mengangkat jilbabnya yang terbakar.

Kerumunan di sekelilingnya terdengar meneriakkan "matilah diktator" - merujuk pada Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, yang memiliki keputusan akhir semua urusan di negara itu. Video lainnya menunjukkan adegan yang sama dari sudut yang berbeda.

https://twitter.com/BBCParham/status/1579429516057145345


"Seperti Nika, saya juga menentang wajib memakai jilbab sejak saya masih kecil. Tapi, generasi saya tidak cukup berani untuk memprotes," kata ibunda Nika kepada BBC Persia.

"Orang-orang seusia saya menerima penindasan, intimidasi, dan penghinaan selama bertahun-tahun, tetapi putri saya memprotes dan dia berhak melakukannya."

"Generasi Z" - yang didefinisikan lahir antara 1997 dan 2012 - berada di garis depan aksi unjuk rasa, yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini, seorang perempuan berusia 22 tahun yang ditahan oleh polisi moral karena diduga melanggar hukum ketat pemakaian hijab di Republik Islam itu.

Nika bukan satu-satunya pendemo perempuan muda yang terbunuh selama kerusuhan.

Hadis Najafi, 22 tahun, ditembak mati oleh pasukan keamanan saat melakukan protes di kota Karaj, sebelah barat Teheran, pada 21 September, kata keluarganya.

Gadis lainnya, Sarina Esmailzadeh yang berusia 16 tahun, diduga meninggal setelah kepalanya dipukuli dengan tongkat oleh pasukan keamanan selama aksi demo di Karaj pada 23 September, menurut Amnesty International.

Pada Senin (10/10), organisasi Masyarakat Iran untuk Melindungi Hak Anak melaporkan bahwa total 28 anak tewas selama protes.

Banyak anak lain telah ditangkap dan ditahan di pusat-pusat penahanan, kata kelompok itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Moral Iran dalam Sorotan Setelah Mahsa Amini Tewas

Polisi Moral Iran dalam Sorotan Setelah Mahsa Amini Tewas

News | Kamis, 22 September 2022 | 16:07 WIB

Terkini

Pemkot Depok Usul Lima Rute Baru Transjabodetabek

Pemkot Depok Usul Lima Rute Baru Transjabodetabek

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 13:20 WIB

DPR MInta Usut Tuntas Dugaan Penyekapan Perempuan oleh Oknum Polisi di Jawa Tengah

DPR MInta Usut Tuntas Dugaan Penyekapan Perempuan oleh Oknum Polisi di Jawa Tengah

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 13:00 WIB

Penyusunan Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal Jateng Perlu Dipercepat

Penyusunan Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal Jateng Perlu Dipercepat

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:27 WIB

Pengungsi WNA di Setiabudi, Pramono Anung Akan Tertibkan Fasilitas Publik yang Disalahgunakan

Pengungsi WNA di Setiabudi, Pramono Anung Akan Tertibkan Fasilitas Publik yang Disalahgunakan

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:19 WIB

KPK Dalami Keterangan Bupati Kuansing soal Dugaan Amplop untuk Menhut Raja Juli

KPK Dalami Keterangan Bupati Kuansing soal Dugaan Amplop untuk Menhut Raja Juli

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:13 WIB

3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN

3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:07 WIB

KPK Sita Uang Rp1,22 Miliar Valas hingga 55 Kg Logam Diduga Platinum

KPK Sita Uang Rp1,22 Miliar Valas hingga 55 Kg Logam Diduga Platinum

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:53 WIB

Hadiri Pelantikan Srikandi Jaga Desa, Hashim Djojohadikusumo Tekankan Pentingnya Peran Perempuan

Hadiri Pelantikan Srikandi Jaga Desa, Hashim Djojohadikusumo Tekankan Pentingnya Peran Perempuan

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:43 WIB

Kenakan Rompi Oranye KPK, Bupati Langkat Syah Afandin Bantah Sudah Tahu Ada OTT

Kenakan Rompi Oranye KPK, Bupati Langkat Syah Afandin Bantah Sudah Tahu Ada OTT

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:20 WIB

KPK Ungkap Kronologi Penemuan Uang Rp100 Juta di Bawah Jok Mobil dalam OTT Bupati Langkat

KPK Ungkap Kronologi Penemuan Uang Rp100 Juta di Bawah Jok Mobil dalam OTT Bupati Langkat

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:15 WIB

×