Usut Unsur Pidana, Bareskrim Tunggu Hasil Lab Obat Sirop Pemicu Gagal Ginjal dari BPOM

Agung Sandy Lesmana, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 31 Oktober 2022 | 12:31 WIB
Usut Unsur Pidana, Bareskrim Tunggu Hasil Lab Obat Sirop Pemicu Gagal Ginjal dari BPOM
Ilustrasi---Usut Unsur Pidana, Bareskrim Tunggu Hasil Lab Obat Sirop Pemicu Gagal Ginjal dari BPOM. [ANTARA FOTO/Ampelsa/hp].

Suara.com - Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri menunggu hasil uji laboratorium Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) terkait sampel obat sirop yang diduga kuat menjadi pemicu kasus gagal ginjal akut.

Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Pipit Rismanto mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat ke BPOM untuk meminta hasil uji laboratorium.

"Ini sedang kami mintakan (hasil uji lab BPOM). Jadi kan sementara memang ada, baru hasilkan ada diambang batas, tapi kami harus minta secara tertulis dari BPOM ya, hasil kuantitatifnya," kata Pipit saat dihubungi wartawan, Senin (31/10/2022).

Pada kasus ini, Dirtipidter Bareskrim Polri bekerja sama dengan BPOM melakukan investasi.

Ilustrasi pengobatan gagal ginjal akut. (Freepik)
Ilustrasi pengobatan gagal ginjal akut. (Freepik)

"Mereka kan kesepakatan investigasi. Kami kan memintakan BPOM benar-benar ya membantu. Saling membantu lah untuk terkait dengan pemeriksaan laboratoriumnya. Kan obat-obataman kami mintakan di sana," ujarnya.

Adapun sampel yang diuji di BPOM merupakan obat-obatan yang diduga menjadi pemicu terjadinya gagal ginjal akut.

"Jadi obat-obatan yang kami temukan dari pasien, yang dikonsumsi oleh pasien gitu. Kalau BPOM memang sudah terlebih dahulu menguji dari obat-obatan dari beberapa produsen," kata Pipit.

Pipit bilang, selain menunggu hasil laboratorium dari BPOM, pihaknya juga melakukan pengujian di Laboratorium Forensik Polri. Sampel yang diuji adalah darah dan urine pasien yang mengalami gangguan ginjal akut.

"Ada yang di laboratorium forensik Polri itu uji laboratoriumnya adalah uji urine dan darah," ujarnya.

baca juga

Pada kasus ini, jika sejumlah obat tersebut terbukti menjadi pemicu penyebab gagal ginjal akut perusahaan obat dapat terancam pidana Pasal 196 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan per tanggal 24 Oktober, terdapat 245 kasus gagal ginjal akut yang terjadi di 26 wilayah di Indonesia, dengan rincian 141 pasien meninggal dunia, 66 pasien dirawat, dan 38 pasien sembuh. Temuan sementara ratusan orang yang mengalami gangguan ginjal tersebut diduga disebabkan mengkonsumsi obat berbentuk sirop.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polemik Kandungan Etilen Glikol dan Dietilen Glikol, Yarindo Farmatama: Selama 20 Tahun Flurin DMP Sirup Tak Ada Keluhan

Polemik Kandungan Etilen Glikol dan Dietilen Glikol, Yarindo Farmatama: Selama 20 Tahun Flurin DMP Sirup Tak Ada Keluhan

Bisnis | Senin, 31 Oktober 2022 | 09:39 WIB

Gandeng Komunitas Penyintas Gagal Ginjal, Klinik Kecantikan Lajolie Aesthetic Resmi Dibuka

Gandeng Komunitas Penyintas Gagal Ginjal, Klinik Kecantikan Lajolie Aesthetic Resmi Dibuka

Jogja | Minggu, 30 Oktober 2022 | 19:15 WIB

Kasus Gagal Ginjal Pada Anak Meningkat, Berikut Gejala serta Pencegahannya!

Kasus Gagal Ginjal Pada Anak Meningkat, Berikut Gejala serta Pencegahannya!

Your Say | Minggu, 30 Oktober 2022 | 13:49 WIB

Persaingan Elektabilitas Calon Presiden Makin Ketat, Ridwan Kamil Masih Minta Waktu untuk Berpikir Gabung Partai Golkar

Persaingan Elektabilitas Calon Presiden Makin Ketat, Ridwan Kamil Masih Minta Waktu untuk Berpikir Gabung Partai Golkar

Bekaci | Minggu, 30 Oktober 2022 | 09:19 WIB

Terkini

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:58 WIB

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:43 WIB

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:22 WIB

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:50 WIB

×