Sejarah Hari Pahlawan, Mengenang Peristiwa 10 November di Surabaya

Aulia Hafisa

Sabtu, 05 November 2022 | 10:52 WIB
Sejarah Hari Pahlawan, Mengenang Peristiwa 10 November di Surabaya
Ilustrasi Perjuangan Pahlawan NKRI - Sejarah Hari Pahlawan (Unsplash)

Suara.com - Hari Pahlawan merupakan salah satu hari bersejarah bagi bangsa Indonesia yang diperingati setiap tanggal 10 November. Peringatan Hari Pahlawan tak terlepas dari perjuangan para pahlawan di masa lalu dalam mengusir para penjajah. Menjelang peringatan Hari Pahlawan, tak ada salahnya jika kita melihat kembali sejarah Hari Pahlawan. 

Penetapan Hari Pahlawan berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 316 Tahun 1959 tentang hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur dan ditetapkan oleh Presiden Soekarno. Keputusan itu untuk mengenang jasa para pahlawan dan tragedi pada 10 november 1945 di Surabaya. 

Sebagaimana dilansir dari beberapa sumber, Hari Pahlawan Nasional tanggal 10 November 1945 terjadi pertempuran di Surabaya yang merupakan pertempuran terbesar antara tentara Indonesia dan pasukan Inggris. Pertempuran sekaligus menjadi perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah dicetuskannya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. 

Sejarah Hari Pahlawan 

Hari Pahlawan diawali setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, karena pada saat itu situasi Indonesia belum stabil. Indonesia masih bergejolak terutama terjadi antara rakyat dan tentara asing. Hingga di pertengahan September, tentara Inggris berhasil mendarat di Jakarta dan kemudian sampai di Surabaya pada 25 September 1945. 

Tentara Inggris yang saat itu tergabung dalam AFNEI datang bersamaan dengan tentara NICA (Netherlands Indies Civil Administration). Kedatangan mereka bertujuan untuk memulangkan tentara Jepang ke negaranya sekaligus untuk mengembalikan status Indonesia sebagai negara jajahan kepada Belanda. 

Tujuan Belanda yang ingin merebut kemerdekaan Indonesia itu langsung memicu amarah warga Surabaya terhadap Belanda yang dianggap telah melecehkan kemerdekaan Indonesia dan juga bendera Merah-Putih. Lalu pada tanggal 27 Oktober 1945, perwakilan Indonesia mengadakan sebuah perundingan dengan pihak Belanda, akan tetapi justru berakhir dengan kericuhan. 

Peristiwa inilah yang menyebabkan pihak Indonesia dan tentara Inggris sepakat untuk menandatangani gencatan senjata pada 29 Oktober. Namun keesokan harinya, terjadi bentrokan antara dua belah pihak. Puncak dari bentrokan terjadi pada 30 Oktober 1945 ketika Brigadir Jenderal Mallaby terbunuh. 

Pimpinan tertinggi tentara Inggris untuk Jawa Timur itu dilaporkan tertembak, bahkan disebutkan jika mobil yang ditumpanginya telah meledak karena terkena granat. Tewasnya Jenderal Mallaby pun menyulut kemarahan tentara Sekutu dan menyebabkan penggantinya, Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh, mengeluarkan sebuah ultimatum. 

baca juga

Jenderal Eric mendesak semua pimpinan dan juga rakyat untuk menyerahkan senjata serta menghentikan perlawanan dengan menyerahkan diri. Ia juga menginstruksikan kepada semua pimpinan Indonesia dan pemuda di Surabaya datang pada pertemuan yang berlangsung 10 November 1945 pukul 06.00 pagi di tempat yang telah ditentukan. 

Ultimatum dari pihak Inggris itu tidak membuat tentara dan rakyat Surabaya takut. Semangat juang mereka justru semakin berkobar dan mereka siap berperang mempertahankan kemerdekaan NKRI. Sutomo atau yang dikenal dengan Bung Tomo membakar semangat pejuang untuk pantang menyerah dalam melawan penjajah lewat orasi dan semboyannya, "Merdeka atau mati!" 

Karena ultimatum tersebut tidak dipenuhi oleh tentara Indonesia dan rakyat Surabaya, terjadilah sebuah pertempuran Surabaya yang sangat dahsyat pada hari itu, 10 November 1945 hingga tiga minggu. Disebutkan dalam beberapa catatan, pertempuran Surabaya ini menjadi satu gencatan besar dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia. 

Surabaya yang menjadi medan peperangan dahsyat tersebut mengalami kerusakan berat. Kerugian tak hanya dalam materiil, namun pertempuran Surabaya juha menelan korban puluhan ribu nyawa rakyat yang sebagian besar merupakan warga sipil. 

Tak hanya itu, diperkirakan sekitar 150 ribu orang harus mengungsi dari Surabaya, termasuk 1.600 prajurit Inggris yang tewas, hilang, dan puluhan alat perang rusak dan juga hancur. Banyaknya nyawa rakyat yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Tanah Air menjadikan Surabaya dikenang sebagai kota pahlawan. 

Pertempuran berdarah ini juga berhasil memukul mundur tentara Inggris dan membuat bangsa Indonesia berhasil mempertahankan kemerdekaannya. Puncak pertempuran Surabaya yang terjadi pada 10 November 1945 inilah kemudian dikenal sebagai Hari Pahlawan. 

Demikian tadi ulasan mengenai sejarah Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November. Hari Pahlawan bertujuan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. 

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alasan Jokowi Beri Gelar Pahlawan ke Soeharto, Andil dalam Perjuangan Kemerdekaan

Alasan Jokowi Beri Gelar Pahlawan ke Soeharto, Andil dalam Perjuangan Kemerdekaan

Purwokerto | Sabtu, 05 November 2022 | 10:28 WIB

Dirilis Kemensos, Ini Makna Tema Logo Hari Pahlawan 2022

Dirilis Kemensos, Ini Makna Tema Logo Hari Pahlawan 2022

Bandung | Jum'at, 04 November 2022 | 21:15 WIB

Hari Pahlawan 10 November 2022: Sejarah, Logo, Tema Perayaan, dan Ucapan

Hari Pahlawan 10 November 2022: Sejarah, Logo, Tema Perayaan, dan Ucapan

News | Jum'at, 04 November 2022 | 18:34 WIB

Terkini

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:18 WIB

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:13 WIB

Wacana Blokir Medsos Anak: Solusi Aman atau Bikin Anak Makin Penasaran?

Wacana Blokir Medsos Anak: Solusi Aman atau Bikin Anak Makin Penasaran?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:10 WIB

GPCI Siap Kawal MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

GPCI Siap Kawal MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:10 WIB

OJK Siapkan 8 Jurus Reformasi Pasar Modal, Free Float IPO Minimal 15%

OJK Siapkan 8 Jurus Reformasi Pasar Modal, Free Float IPO Minimal 15%

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:10 WIB

Beda Skin Tint dan BB Tint, Mana yang Lebih Cocok untuk Makeup Harian?

Beda Skin Tint dan BB Tint, Mana yang Lebih Cocok untuk Makeup Harian?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:05 WIB

Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional

Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:01 WIB

Hasto Bongkar Konsep MBG Alternatif PDIP, Sentil Program yang Terlalu Sentralistik

Hasto Bongkar Konsep MBG Alternatif PDIP, Sentil Program yang Terlalu Sentralistik

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Ekonomi Vietnam Bakal jadi Raja di ASEAN, Indonesia Terancam Turun Kasta

Ekonomi Vietnam Bakal jadi Raja di ASEAN, Indonesia Terancam Turun Kasta

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Injak Kepala Teman hingga Tewas, Pelarian Buronan Pringsewu Kandas di Tangan Tekab 308

Injak Kepala Teman hingga Tewas, Pelarian Buronan Pringsewu Kandas di Tangan Tekab 308

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:58 WIB

×