Satu Keluarga di Kalideres Tewas Diduga Kelaparan, Ternyata Terkait Hal Mistis? Begini Kata Psikolog Forensik

Agatha Vidya Nariswari | Elvariza Opita
Satu Keluarga di Kalideres Tewas Diduga Kelaparan, Ternyata Terkait Hal Mistis? Begini Kata Psikolog Forensik
Pagar rumah satu keluarga tewas membusuk di Kalideres, Jakarta Barat, dipasang garis polisi, Sabtu (12/11/2022). [Suara.com/Yosea Arga Pramudita]

Sebuah keluarga di Kalideres meninggal dunia dengan kondisi jenazah sudah mengering dan diduga kelaparan. Pakar Psikologi Forensik Reni Kusumawardhani mengungkap pendapatnya.

Suara.com - Meninggalnya satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat secara misterius terus menjadi sorotan. Keempat anggota keluarga ditemukan dalam keadaan mengering dan diduga sudah tidak makan-minum untuk waktu yang lama.

Pakar Psikologi Forensik Reni Kusumawardhani menekankan pentingnya untuk melakukan prosedur autopsi, baik secara fisik maupun psikologi. Hal ini dimaksudkan untuk melihat lebih dalam mengenai dugaan penyebab kematian para korban.

"Yaitu menarik mundur kehidupan dari keempat orang ini. Apa sebetulnya yang ada di dalam kehidupan mereka, apa yang mereka maknai mengenai kehidupan?" jelas Reni dalam program MNC News Prime, Jumat (11/11/2022).

Tidak hanya tetangga di sekitar rumah, keluarga korban juga bisa menjadi rujukan autopsi psikologi.

Baca Juga: Ancaman Bencana Kelaparan Mengintai, Ini Masukan Pakar Pertanian UGM

Tim Labfor Polri menyambangi lokasi penemuan 4 jasad sekeluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (13/11/2022), (Suara.com/Faqih)
Tim Labfor Polri menyambangi lokasi penemuan 4 jasad sekeluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (13/11/2022), (Suara.com/Faqih)

Reni kemudian menyoroti kondisi jenazah yang lambungnya kosong. Menurutnya bisa jadi satu keluarga ini meninggal dunia akibat kecelakaan, di mana mereka benar-benar tak mampu membeli makanan, atau akibat bunuh diri.

"Ada penyebab lain, seperti ada yang bunuh diri dari salah satu anggota keluarganya yang bisa mempengaruhi keluarga lainnya. Ini tentunya kita harus gali tentang makna hidup yang mereka miliki. Jadi kita tidak bisa (membuat) short cut terhadap satu kesimpulan tanpa penelitian," lanjutnya, dikutip Suara.com dari kanal YouTube Official iNews, Selasa (15/11/2022).

Di poin inilah Reni kemudian membuka dugaan terlibatnya paham mistis di balik kematian satu keluarga di Kalideres tersebut.

Ris Astuti dan suaminya Handoyo, adik dari K. Margaretha Gunawan (58) yang merupakan satu dari empat jenazah satu keluarga yang ditemukan tewas diduga kelaparan, usai diperiksa Polsek Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu (12/11/2022). [Suara.com/Yosea Arga Pramudita]
Ris Astuti dan suaminya Handoyo, adik dari K. Margaretha Gunawan (58) yang merupakan satu dari empat jenazah satu keluarga yang ditemukan tewas diduga kelaparan, usai diperiksa Polsek Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu (12/11/2022). [Suara.com/Yosea Arga Pramudita]

"Kematian yang sifatnya bisa kecelakaan atau bunuh diri itu bisa didasari pada paham-paham seperti misalnya mistis. Nah mereka ada nggak kehidupan yang terkait dengan hal-hal gaib, mistis-mistis tertentu yang mereka yakini, ini perlu kita cari informasinya," ujarnya.

"Agar kita bisa menghubungkan, apakah ini kemungkinan karena memang mistik yang mereka yakini sehingga bersama-sama mengakhiri kehidupannya," sambungnya.

Baca Juga: Pakar Psikologi Forensik Sebut Chat Teddy Minahasa dan Dody Bukan Barang Bukti Berkualitas

Namun Reni mengingatkan pola tak lazim korban yang dilakukan semasa hidup tidak selalu diartikan sebagai bentuk keterlibatan hal-hal mistis.