Kemenkes: Puasa Ramadan Bisa Redakan Stres dan Kecemasan, Bila Dilakukan dengan Benar

Rabu, 18 Februari 2026 | 16:41 WIB
Kemenkes: Puasa Ramadan Bisa Redakan Stres dan Kecemasan, Bila Dilakukan dengan Benar
Ilustrasi Puasa. (Unsplash/Abdullah Arif)
Baca 10 detik
  • Kemenkes menyatakan puasa yang benar meningkatkan kesehatan fisik dan mental dengan menciptakan keseimbangan tubuh, pikiran, dan jiwa.
  • Ramadan dapat membangun ketenangan batin, meningkatkan mindfulness, serta memperbaiki pola makan dan tidur masyarakat.
  • Studi menunjukkan praktik puasa berkontribusi signifikan pada penurunan gejala stres dan peningkatan kesehatan mental individu.

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut puasa yang dijalankan dengan benar tak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan mental. Praktik pengendalian diri selama Ramadan dinilai mampu menciptakan keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan jiwa di tengah tekanan kehidupan modern.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, mengatakan puasa dapat menjadi sarana membangun ketenangan batin apabila disertai tujuan spiritual yang jelas dan pola hidup yang terjaga. 

Ia menyarankan masyarakat memanfaatkan Ramadan untuk meningkatkan mindfulness, menjaga pola makan dan tidur, serta memperkuat relasi sosial.

Menurut Imran, momentum Ramadan kerap beririsan dengan isu kesehatan jiwa yang masih menjadi tantangan di Indonesia. 

Data Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menunjukkan sekitar 1 dari 20 remaja terdiagnosis mengalami gangguan mental seperti kecemasan dan depresi.

"Namun, selama Ramadan, banyak individu melaporkan penurunan gejala stres dan kecemasan berkat praktik puasa dan aktivitas spiritual," ujarnya di Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Ia juga menyinggung hasil penelitian di MAN 2 Kota Cilegon pada 2019 yang mencatat praktik puasa berkontribusi sebesar 98,01 persen terhadap peningkatan kesehatan mental siswa. Studi tersebut menekankan pentingnya pengendalian diri dan peningkatan spiritualitas dalam membantu regulasi emosi.

"Studi Universitas Sirjan Azad menemukan bahwa individu yang berpuasa menunjukkan pengendalian diri yang lebih kuat, yang berdampak positif pada kesehatan mental mereka. Peneliti menemukan bahwa pengendalian diri selama puasa ini membantu individu untuk lebih tenang dalam menghadapi tekanan hidup," katanya.

Mengutip peneliti Prof Dr Siti Nur Azizah, Imran menjelaskan puasa berpotensi menjadi terapi jiwa karena berkaitan dengan pengaturan hormon stres. Puasa disebut membantu menjaga kadar kortisol dan meningkatkan produksi endorfin yang berhubungan dengan rasa bahagia.

Baca Juga: Bolehkah Puasa Tapi Belum Mandi Wajib? Ini Penjelasan Lengkapnya

Sejumlah penelitian lain juga menunjukkan temuan serupa. Riset National Library of Medicine (2024) menyebut puasa membantu menekan produksi hormon stres seperti kortisol sehingga tubuh dan pikiran lebih rileks. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI