Soroti Potensi Polarisasi Di Pilpres 2024, NasDem: Rekonsiliasi Cuma Di Kalangan Elite

Bangun Santoso | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Rabu, 16 November 2022 | 08:50 WIB
Soroti Potensi Polarisasi Di Pilpres 2024, NasDem: Rekonsiliasi Cuma Di Kalangan Elite
Focus Group Discussion (FGD) bertema Common Project Rekonsiliasi dan Reintegrasi Nasional di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta yang digelar oleh organisasi guru besar dan akademia se-Indonesia, Forum 2045. (Dok. Forum 2045)

Suara.com - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem, Willy Aditya menyoroti soal potensi polarisasi jelang Pilpres 2024 yang masih kuat. Hal ini disebutnya disebabkan karena rekonsiliasi pasca-pilpres 2019 yang hanya terjadi di kalangan elite saja.

Menurut Willy, usai Pilpres 2019 perpecahan masih terjadi di kalangan masyarakat kelas bawah. Bahkan, ada pihak yang diduga sengaja menyuarakan politik identitas agar masyarakat tak bisa bersatu.

Hal ini ia sampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema Common Project Rekonsiliasi dan Reintegrasi Nasional di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta yang digelar oleh organisasi guru besar dan akademia se-Indonesia, Forum 2045.

“Saya kira kita semua telah alpa usai Pilpres 2019 kemarin. Rekonsiliasi pasca Pilpres lalu hanya dibangun di level elit dan di level bawahnya terabaikan. Inilah yang menyebabkan potensi polarisasi masih kuat. Apalagi, sepertinya ada yang terus mengorkestrasi sentimen politik identitas, terutama di medsos,” ujar Willy kepada wartawan, Senin (16/11/2022).

Menurut Willy, dibutuhkan upaya serta iktikad yang kuat dari para pelaku politik untuk mencegah berlanjutnya keterbelahan seperti di tahun-tahun sebelumnya.

Karena itu, ia menilai Indonesia saat ini memerlukan sosok negarawan, yaitu kalangan yang senantiasa mengorientasikan semangat persatuan saat memegang kendali kekuasaan.

”Beda dengan politisi, negarawan percaya dengan political obligation (kewajiban politik) bahwa saat mereka berkuasa, proyek persatuan nasional dalam bentuk rekonsiliasi harus dipastikan berjalan,” ucap Willy.

Ketua Forum 2045 Untoro Hariadi mengatakan, pergelaran Pilpres 2014 dan 2019 masih menyisakan residu politik yang membelah masyarakat secara tajam. Bahkan, setelah bergabungnya Prabowo Subianto dalam Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin, ternyata tidak menyatukan publik dalam kerjasama yang produktif.

Fakta itu mengindikasikan belum adanya upaya serius dari berbagai kalangan untuk merajut persatuan bangsa yang terkoyak oleh perkubuan politik.

"Rekonsiliasi dan reintegrasi penting untuk digaungkan dalam upaya menjaga eksistensi negara-bangsa yang kita cintai dari potensi perpecahan, pengkerdilan budaya dan involusi kebangsaan,” ucap Untoro.

Menurut Untoro, ajakan rekonsiliasi dan reintegrasi bangsa sangat relevan mengingat kehidupan politik Indonesia secara umum masih belum beranjak dari kebanalan dan pragmatisme. Ajakan tersebut juga bermanfaat sebagai antisipasi menjelang Pemilu dan Pilpres 2024 mendatang yang rentan dengan kemunculan politik identitas.

“Literasi yang rendah dan daya kritis yang tumpul di tingkat akar rumputnya dapat disulut menjadi kayu bakar konflik, dengan api yang bernama populisme. Dalam situasi semacam itu, isu politik identitas dapat dimainkan untuk kepentingan kekuasaan, tanpa memperhitungkan dampaknya bagi bangunan kebangsaan kita,” ujar dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Said Abdullah Menuding Anies Hanya Mencari Keuntungan Politik: Tidak Ada Hubungannya dengan Gibran

Said Abdullah Menuding Anies Hanya Mencari Keuntungan Politik: Tidak Ada Hubungannya dengan Gibran

| Selasa, 15 November 2022 | 22:14 WIB

Nasdem Minta Pertemuan Anies dan Gibran Harus Dicontoh Semua Politisi

Nasdem Minta Pertemuan Anies dan Gibran Harus Dicontoh Semua Politisi

News | Selasa, 15 November 2022 | 21:14 WIB

Dipertanyakan PDIP, Pertemuan Gibran dengan Anies Baswedan Justru Dipuji Petinggi Partai Nasdem

Dipertanyakan PDIP, Pertemuan Gibran dengan Anies Baswedan Justru Dipuji Petinggi Partai Nasdem

Jawa Tengah | Selasa, 15 November 2022 | 21:06 WIB

Temui Gibran di Solo, Anies Baswedan: Tidak Ada Obrolan Khusus, Hanya Silaturahmi Saja

Temui Gibran di Solo, Anies Baswedan: Tidak Ada Obrolan Khusus, Hanya Silaturahmi Saja

Video | Selasa, 15 November 2022 | 20:15 WIB

Tuding Anies Baswedan Bakal Gunakan Politisasi Agama Islam di Pilpres 2024, Ade Armando: Ancaman Nyata Bagi Indonesia!

Tuding Anies Baswedan Bakal Gunakan Politisasi Agama Islam di Pilpres 2024, Ade Armando: Ancaman Nyata Bagi Indonesia!

Sumbar | Rabu, 16 November 2022 | 05:10 WIB

Fahri Hamzah Duga Batalnya Deklarasi Koalisi Anies Baswedan Cs Karena Bohir yang Belum Sepakat

Fahri Hamzah Duga Batalnya Deklarasi Koalisi Anies Baswedan Cs Karena Bohir yang Belum Sepakat

| Selasa, 15 November 2022 | 19:37 WIB

Elektabilitas Masih Rendah, Pengamat Minta Aher Rajin 'Muter-Muter' ke Pulau Jawa sampai Sumatra Sebelum Jadi Cawapres Anies Baswedan

Elektabilitas Masih Rendah, Pengamat Minta Aher Rajin 'Muter-Muter' ke Pulau Jawa sampai Sumatra Sebelum Jadi Cawapres Anies Baswedan

| Selasa, 15 November 2022 | 19:07 WIB

Terkini

Viral Keributan di KRL Jakarta - Bogor, Diduga Pelecehan: Ternyata Salah Paham karena Sesak

Viral Keributan di KRL Jakarta - Bogor, Diduga Pelecehan: Ternyata Salah Paham karena Sesak

News | Jum'at, 24 April 2026 | 17:41 WIB

Batch I Magang Nasional Berakhir, Kemnaker Genjot Sertifikasi dan Penempatan Kerja

Batch I Magang Nasional Berakhir, Kemnaker Genjot Sertifikasi dan Penempatan Kerja

News | Jum'at, 24 April 2026 | 17:29 WIB

5 Fakta Wacana Indonesia Pajaki Kapal yang Melintas di Selat Malaka, Negara Tetangga Gusar

5 Fakta Wacana Indonesia Pajaki Kapal yang Melintas di Selat Malaka, Negara Tetangga Gusar

News | Jum'at, 24 April 2026 | 17:15 WIB

Ekspresi Trump Lihat Bocah Nyeker dan Tidur Santai di Ruang Oval, Anak Siapa Tuh?

Ekspresi Trump Lihat Bocah Nyeker dan Tidur Santai di Ruang Oval, Anak Siapa Tuh?

News | Jum'at, 24 April 2026 | 17:00 WIB

Pembatasan Masa Jabatan Ketum Parpol Dinilai Krusial Perbaiki Demokrasi

Pembatasan Masa Jabatan Ketum Parpol Dinilai Krusial Perbaiki Demokrasi

News | Jum'at, 24 April 2026 | 16:53 WIB

Israel Bersiap Lawan Iran Lagi, Menanti Restu dari AS

Israel Bersiap Lawan Iran Lagi, Menanti Restu dari AS

News | Jum'at, 24 April 2026 | 16:40 WIB

Dua Hari Berturut, Langit Kelapa Gading Tercemar Asap Kebakaran Sampah

Dua Hari Berturut, Langit Kelapa Gading Tercemar Asap Kebakaran Sampah

News | Jum'at, 24 April 2026 | 16:36 WIB

Momen Saling Puji PM Thailand dengan Menlu China: Kamu Tampan, Kamu Juga!

Momen Saling Puji PM Thailand dengan Menlu China: Kamu Tampan, Kamu Juga!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 16:33 WIB

DPR Murka, Debt Collector Gunakan Ambulans dan Damkar untuk Tagih Utang

DPR Murka, Debt Collector Gunakan Ambulans dan Damkar untuk Tagih Utang

News | Jum'at, 24 April 2026 | 16:27 WIB

Iran Kecam Usulan Italia Gantikan Posisi Timnas di Piala Dunia 2026: Kebangkrutan Moral

Iran Kecam Usulan Italia Gantikan Posisi Timnas di Piala Dunia 2026: Kebangkrutan Moral

News | Jum'at, 24 April 2026 | 16:18 WIB