Kim juga sempat menuai kontroversi pada saat ia berkomentar terkait gerakan MeToo yang menyeret Partai Demokrat. Kala itu, Kim berkomentar bahwa gerakan Met Too terjadi pada saat pria tidak membayar wanita.
Hal tersebut disampaikan pada saat menyesalkan mantan Gubernur Provinsi Chungcheong Selatan, An Hee Jung yang dipenjara karena pelecehan seksual.
Kim menyebut bahwa kaum konservatif memastikan mereka membayar, sehingga tidak akan ada yang terlibat skandal MeToo.
Kritiknya tersebut menuai beragam kontroversi dari masyarakatnya. Kim pun lantas meminta maaf karena pernyataan yang tidak pantas tersebut.
Sebagai informasi, gerakan MeToo sendiri merupakan kampanye untuk melawan segala bentuk pelecehan dan kekerasan seksual.
Tidak Laporkan Aset Kalung Mewah
Kembali menuai kontroversi, Kim menjadi perbincangan pada saat kalung mewah yang sempat dikenakannya tidak tercatat dalam laporan properti. Kalung tersebut dipakai oleh Kim pada saat menemani Yoon ke Spanyol.
Kantor kepresidenan pada saat itu menyebut bahwa kalung tersebut merupakan hasil pinjaman dari kenalannya. Namun, publik tidak menelan secara mentah-mentah pernyataan Kim tersebut dan menuding bahwa Kim tidak jujur.
Diketahui, kalung yang digunakan oleh Kim tersebut ditaksir seharga 62 juta won atau sekitar Rp 728.762.880 jika dalam rupiah.
Memanipulasi Harga Saham
Menyadur dari laman Korea Herald, transkip telepon Kim dengan pegawai perusahaan sekuritas muncul dalam laporan berita.
Dalam transkip tersebut, Kim disebut-sebut membeli saham Deutsche Motors pada saat harga saham itu tengah dimanipulasi.
Tidak hanya itu, Kim juga disebut melakukan trading selama periode tersebut, tetapi ia tidak mengaku bahwa ia melakukan kontak dengan pihak yang melakukan manipulasi harga saham.
Atas laporan yang menggaduhkan publik tersebut, kantor kepresidenan kemudian menanggapi dengan menyebut bahwa laporan tersebut merupakan laporan palsu.
Tiru Gaya Audrey Hepburn di Kamboja
Pada saat ia mengunjungi Kamboja sebelum tiba di Indonesia, Kim sempat berswafoto sambil menggendong seorang anak yang menderita penyakit jantung bawaan.
Foto tersebut disebut-sebut mirip dengan foto Audrey Hepburn yang diambil selama kunjungannya ke pusat pemberian makan yang dibantu oleh UNICEF di Baidoa, Somalia pada tahun 1992.
Dalam foto yang menjadi perbincangan tersebut, tampak Kim mengenakan kemeja polo lengan pendek hitam dan celana putih. Ia menatap kejauhan sambil menggendong anak tersebut.
Sementara itu, Hepburn di fotonya yang diambil pada tahun 1992 silam juga mengenakan gaya polo gelap dengan celana chino berwarna terang juga menatap ke kejauhan sambil menggendong seorang anak dalam pelukannya.
Dalam hal ini, warganet dan oposisi utama mantan anggota Partai Demokrat Korea (DPK), Kim Yong-Min menuduh bahwa ibu negara Korea tersebut meniru Audrey Hepburn, aktris asal Inggris.
Mengundang Polisi yang Selidiki Keluarganya di Pelantikan
Kontroversi lain yang dilakukan oleh Kim yaitu pernah mengundang petugas kepolisian yang tengah menyelidiki keluarganya untuk menghadiri pelantikan Yoon.
Polisi juga diketahui masih menyelidiki dugaan bahwa Kim dan ibunya menerima perlakuan istimewa atas proyek pembangunan di distrik Gongheung Yangpyeong, Provinsi Gyeonggi selama 10 bulan lamanya.
Kontributor : Syifa Khoerunnisa