Karier di Dunia Militer Cemerlang, KSAL Yudo Margono Disebut Jadi Calon Kuat Panglima TNI

Agatha Vidya Nariswari
Karier di Dunia Militer Cemerlang, KSAL Yudo Margono Disebut Jadi Calon Kuat Panglima TNI
Kasal Laksamana TNI Yudo Margono mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/9/2022). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp].

Nama KSAL Yudo Margono digadang-gadang sebagai calon kuat Panglima TNI untuk menggantikan Andika Perkasa.

Suara.com - Nama Kepala Staf Angkatan Laut atau KSAL Laksamana Yudo Margono digadang-gadang menjadi calon kuat Panglima TNI pengganti Jenderal Andika Perkasa yang akan berakhir Desember 2022 mendatang. Nama Yudo Margono diusulkan Jokowi lewat surat presiden atau surpres berisikan nama calon Panglima TNI ke DPR RI pada Rabu (23/11/2022) kemarin.

Nama Yudo semakin menguat sebagai calon panglima TNI usai pertemuannya dengan Menteri Sekretaris Pratikno di Istana beberapa hari lalu terkuak ke ranah publik. Simak sepak terjang KSAL Yudo Margono berikut ini.

Sepak Terjang KSAL Yudo Margono

Yudo Margono yang lahir di Madiun, 26 November 1965 ini merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) pada 1998. Setelah lulus dari AAL, Laksamana Yudo Margono melanjutkan pendidikan militer ke sekolah Staf Komando AL dan lulus pada tahun 2003.  

Baca Juga: Jokowi Ajukan KSAL Yudo Margono Jadi Calon Panglima Pengganti Andika

Kemudian pada tahun 2011, Yudo melanjutkan sekolah di Staf Komando Tentara Nasional Indonesia. Ia dikenal giat untuk belajar dan menimbah ilmu, sehingga tidak hanya mengejar pendidikan militer saja, tetapi juga pendidikan sipil.  

Yudo Margono lulus tahun 2013 dari S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi di Universitas Krisnadwipayana. Ia juga menuntaskan Program Pendidikan Reguler Lembaga Ketahanan Nasional. Setelahnya Yudo kembali pendidikan sipil dan lulus dari S-2 di universitas yang sama sewaktu strata satu pada 2015.

Karier Militer 

Laksamana Yudo Margono punya karier cemerlang di dunia militer. Terbukti pada masa awal-awal sebagai TNI AL, ia menjadi komandan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Pandrong-801, Komandan KRI Sutanto-877 dan Komandan KRI Ahmad Yani-351. 

Tercatat pada tahun 2004-2008, Yudo menjabat sebagai Komandan Pangkalan Angkatan Laut Tual. Kemudian ia dirotasi dan memegang jabatan yang sama di Pangkalan Angkatan Laut Sorong pada 2008-2010. 

Baca Juga: KSAL Laksamana Yudo Margono Disebut Paling Layak Jadi Panglima TNI, DPR: Memang Harusnya Kan Laut

Pada tahun 2015-2016, karier militer Yudo mulai melejit, ketika ia ditunjuk menjadi Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut I Belawan. Ia juga sempat menjadi Kepala Staf Komando Armada RI Wilayah Barat pada 2016-2017. Sejak saat itu, Yudo Margono mulai menempati posisi-posisi strategis di lingkungan TNI, seperti Panglima Komando Lintas Laut Militer pada 2017-2018.

Bukan hanya itu saja, pada 2018, Yudo manjabat sebagai Panglima Armada Barat. Kemudian jadi Panglima Armada I pada 2018-2019 hingga Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I pada 2019-2020.  

Pada tahun 2020 hingga sekarang, Yudo menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Laut, di bawah pemerintahan Presiden Jokowi. Ia menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) ke-27 sejak tanggal 20 Mei 2020.

Digadang-gadang Jadi Calon Kuat Panglima TNI

Di sisi lain, sejak Jokowi menjabat sebagai presiden selama dua periode, belum ada  Panglima TNI yang berasal dari matra TNI AL. Kini tongkat komando Panglima TNI kembali ke TNI AD yakni Jenderal Andika Perkasa yang akan memasuki masa pensiun pada Desember 2022.

Jika perjalanannya mulus, Yudo akan menjadi orang pertama yang menduduki kursi Panglima TNI di era Jokowi dari matra TNI AL. 

Sebelumnya, anggota Komisi I DPR RI Rudianto Tjen menyebut KSAL Yudo Margono paling layak menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal Andika Perkasa. Politikus PDIP itu berharap jabatan Panglima TNI diisi dari matra Angkatan Laut (AL), tidak lagi dari matra Angkatan DARAT (AD).  

Walau menilai Yudo sebagai figur yang mumpuni jadi Panglima TNI, Rudi mengatakan semua Kepala Staf TNI kekinian punya peluang yang sama menjadi Panglima TNI. Terlebih hal tersebut menjadi keputusan atau hak prerogratif Presiden Jokowi.

Kontributor : Trias Rohmadoni