Apa Itu Resesi Seks? Masalah Serius yang Hantui Jepang dan Korea Selatan

Aulia Hafisa

Rabu, 30 November 2022 | 20:55 WIB
Apa Itu Resesi Seks? Masalah Serius yang Hantui Jepang dan Korea Selatan
Ilustrasi Pasangan Tidak Harmonis - Apa Itu Resesi Seks? (Pixabay)

Suara.com - Masyarakat di Jepang dan Korea Selatan tengah mengalami perubahan gaya hidup seiring terjadinya resesi seks. Hal inilah yang kemudian memicu terjadinya krisis demografis lantaran banyak wanita di negara tersebut memilih berhenti melahirkan. Lantas apa itu resesi seks

Pada 15 November 2022 lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memproyeksikan populasi dunia yang mencapai 8 miliar orang. Namun siapa sangka, jika Jepang dan Korea justru mengalami penyusutan populasi. Menurut laporan, Jepang dan Korea Selatan mengalami penurunan tingkat reproduksi dan minat masyarakat untuk memiliki keturunan. 

Berdasarkan data pemerintah, negeri Ginseng hanya mencatat tingkat kesuburan sebanyak 0,81 persen di tahun  2021, angka ini terendah sejak pencatatan pertama kali yang dilakukan pada tahun 1899. Padahal idealnya, suatu negara harus memiliki tingkat kesuburan sebesar 2,1 persen untuk tetap menjaga populasi. 

Penduduk Korsel mempunyai tingkat kesuburan terendah di dunia dan populasinya yang menua dengan cepat. Jumlah penduduk di Korea Selatan menurun tajam pada tahun 2021 dan diperkirakan akan terus anjlok dalam beberapa dekade. Saat ini, total populasi penduduk asli di Seoul hanya tersisa 9,49 juta jiwa, menurut Kementerian Dalam Negeri Korea Selatan. 

Penurunan populasi juga terjadi di Jepang, Populasi penduduk di Jepang dilaporkan semakin menurun dalam 10 tahun berturut-turut. Populasi Jepang hanya mencapai 125,5 juta pada 1 Oktober 2021. Jumlah ini mengalami penurunan 644 ribu jiwa dari tahun sebelumnya. Penurunan terdebut merupakan yang terbesar sejak tahun 1950. 

Populasi anak di negara Sakura juga menurun karena data terbaru menunjukkan jika Jepang mengalami penurunan selama 40 tahun terakhir. Pada tahun 2021, hanya terjadi 831 ribu kelahiran, jumlah tersebut tidak sebanding dengan angka kematiannya yang mencapai 1,44 juta pada tahun yang sama. 

Karena faktor penurunan angka kelahiran inilah membuat Jepang dan Korea Selatan berada dalam resesi seks. Terkait hal itu, lantas apa yang dimaksud dengan resesi seks? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini. 

Apa Itu Resesi Seks? 

Istilah 'resesi seks' muncul karena dilatarbelakangi oleh penurunan rata-rata jumlah aktivitas seksual yang dialami oleh suatu negara sehingga akan mempengaruhi tingkat kelahiran yang rendah. 

baca juga

Penyebab Resesi Seks 

Berikut ini adalah beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab terjadinya resesi seks, antara lain: 

1. Ketidaksiapan Finansial 

Berdasarkan survei, salah satu penyebab terjadinya resesi seks di Jepang dan Korea, karena masyarakatnya yang tidak mau menikah. Hal ini lantaran mereka tidak bisa membiayai pernikahan, dan tidak enggan menanggung beban ekonomi akibat mempunyai anak.  

2. Menemukan Kesenangan dengan Cara Lain 

Dari tahun 1992 sampai 1994, jumlah pria di Amerika yang melakukan masturbasi dalam minggu tertentu mengalami peningkatan dua kali lipat, menjadi 54 persen. Begitu juga wanita yang meningkat lebih dari tiga kali lipat, yakni 26 persen. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masih Ketat di Grup E Piala Dunia 2022, Berikut Skenario Spanyol dan Jerman Lolos ke 16 Besar

Masih Ketat di Grup E Piala Dunia 2022, Berikut Skenario Spanyol dan Jerman Lolos ke 16 Besar

Bola | Rabu, 30 November 2022 | 16:17 WIB

Melihat Peluang Wakil Asia yang Tersisa untuk Bisa Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2022

Melihat Peluang Wakil Asia yang Tersisa untuk Bisa Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2022

Bola | Rabu, 30 November 2022 | 15:13 WIB

We All Are One Batal, Kpoper Tuntut Refund Tiket dan Buru Park Jaihyun

We All Are One Batal, Kpoper Tuntut Refund Tiket dan Buru Park Jaihyun

Denpasar | Rabu, 30 November 2022 | 14:47 WIB

Terkini

Kick Off Pembangunan Kantor Imigrasi, Upaya Imigrasi Sumut Dekatkan Layanan Publik

Kick Off Pembangunan Kantor Imigrasi, Upaya Imigrasi Sumut Dekatkan Layanan Publik

Sumut | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:24 WIB

4 Color Correcting Sunscreen SPF 50 Atasi Redness & Dark Spot saat Outdoor!

4 Color Correcting Sunscreen SPF 50 Atasi Redness & Dark Spot saat Outdoor!

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Mobil Keluarga 7 Seater Murah Paling Nyaman Apa Saja? Ini Opsinya, Anti Mabuk Darat!

Mobil Keluarga 7 Seater Murah Paling Nyaman Apa Saja? Ini Opsinya, Anti Mabuk Darat!

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:18 WIB

Daftar Zodiak yang Dikenal Paling Red Flag dalam Percintaan, Kamu Termasuk?

Daftar Zodiak yang Dikenal Paling Red Flag dalam Percintaan, Kamu Termasuk?

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Persib Bandung Matangkan Persiapan di Bali, Igor Tolic Jadikan Dua Laga Uji Coba sebagai Tolok Ukur

Persib Bandung Matangkan Persiapan di Bali, Igor Tolic Jadikan Dua Laga Uji Coba sebagai Tolok Ukur

Jabar | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Gubsu Bobby Nasution Siapkan Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara

Gubsu Bobby Nasution Siapkan Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:07 WIB

IHSG Melonjak 2,78% Sepekan, Transaksi Saham Tembus 39,95 Miliar Lembar

IHSG Melonjak 2,78% Sepekan, Transaksi Saham Tembus 39,95 Miliar Lembar

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:05 WIB

Ketok Palu Perubahan KUA-PPAS Rp7,99 Triliun: Menilik Peta Jalan Lampung Sejahtera di 2026

Ketok Palu Perubahan KUA-PPAS Rp7,99 Triliun: Menilik Peta Jalan Lampung Sejahtera di 2026

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:03 WIB

Soroti Era SBY dan Jokowi, Purbaya Sebut Mesin Ekonomi Indonesia Pincang Selama 20 Tahun

Soroti Era SBY dan Jokowi, Purbaya Sebut Mesin Ekonomi Indonesia Pincang Selama 20 Tahun

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Semi-Permanen di Ciamis Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp40 Juta

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Semi-Permanen di Ciamis Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp40 Juta

Jabar | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:52 WIB

×