Datang Diam-Diam Lewat Basement, 5 Fakta Pemeriksaan Ismail Bolong yang Resmi Jadi Tersangka

Farah Nabilla
Datang Diam-Diam Lewat Basement, 5 Fakta Pemeriksaan Ismail Bolong yang Resmi Jadi Tersangka
Ismail Bolong. [Istimewa]

Ismail Bolong yang sempat viral karena keterlibatannya di dalam kasus tambang ilegal Kaltim kini ditetapkan menjadi tersangka.

Suara.com - Mantan anggota Polres Samarinda, Ismail Bolong sempat menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri pada Selasa, (06/12/2022). Hal ini terungkap setelah sang pengacara, Johanes Tobing datang ke Bareskrim Mabes Polri untuk mendampingi kliennya.

Namun, hal ini menjadi sorotan karena Johanes Tobing diketahui datang sendirian tanpa sang klien. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? 

1. Masuk Bareskrim lewat basement

Ketidakhadiran Ismail Bolong yang seharusnya datang bersama sang pengacara, Johanes, terkuak setelah muncul kabar bahwa Ismail Bolong telah hadir di Bareskrim sejak pukul 11.00 WIB. Namun, Ismail diketahui masuk Bareskrim melalui basement gedung Bareskrim untuk menghindari kerumunan media.

Baca Juga: Aksi Lucu Gibran Jadi Kiper Tendangan Menko Airlangga dalam Peresmian Solo Techno Park

Hal ini juga dikonfirmasi langsung oleh Diktipidter Bareskrim Polri, Brigjen Pipit Rismanto. Pipit membenarkan adanya pemeriksaan terhadap Ismail Bolong.

"Iya betul (hadir di Bareskrim). Sedang dalam pemeriksaan," ujar Pipit.

2. Sempat mangkir

Ismail sebelumnya sempat dipanggil oleh Bareskrim pada 29 November 2022 lalu. Namun panggilan ini tidak dipenuhi oleh Ismail dengan alasan sakit. Pemanggilan ini pun tetap dilanjutkan, termasuk memanggil sang anak dan Istri yang diduga juga terlibat dalam kasus tambang ilegal di Kaltim dan memegang jabatan penting disana.

3. Polisi cekal Ismail ke luar negeri

Baca Juga: Gemas! Aksi La Lembah Jadi Dirigen Lagu Indonesia Raya di Acara Cap Go Meh Buat Gibran dan Selvi Kagum

Menuju hari pemeriksaannya, pihak kepolisian pun segera mengajukan pencekalan kepada Ismail Bolong agar tidak bisa keluar negeri dalam waktu yang telah ditentukan. Hal ini juga dikonfirmasi oleh Kepala Subbagian Humas Dirjen Imigrasi, Ahmad Nursaleh, mengkonfirmasi adanya permintaan dari Mabes Polri tersebut. Pencekalan ini pun berlaku sejak tanggal 3 hingga 22 Desember 2022.