Dishub DKI Kesulitan Bubarkan Parkir Liar Gegara Kegocek Terus: Warga hingga Preman Main Kucing-kucingan

Agung Sandy Lesmana | Fakhri Fuadi Muflih
Dishub DKI Kesulitan Bubarkan Parkir Liar Gegara Kegocek Terus: Warga hingga Preman Main Kucing-kucingan
Dishub DKI Kesulitan Bubarkan Parkir Liar Gegara Kegocek Terus: Warga hingga Preman Main Kucing-kucingan. [Suara.com/Alfian Winanto]

"Kucing-kucingan itu. Sudah diusir, nongol lagi. Kita sebelumnya sudah lakukan penindakan," jelas Aji.

Suara.com - Kepala Unit Pengelola (UP) Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Aji Kusambarto mengakui keberadaaan parkir liar semakin marak di ibu kota. Pihak Dishub kesulitan membubarkan parkiran yang tidak membayar retribusi kepada pemerintah ini.

Aji mengatakan juru parkir (jukir) yang mengelola parkiran liar ini kebanyakan merupakan warga sekitar hingga preman. Mereka memanfaatkan lahan yang ada demi mendapatkan pendapatan ilegal.

"Yang banyak (jadi jukir liar) mungkin masyarakat sekitar situ hingga preman-preman yang mungkin kehidupannya memanfaatkan hal lahan untuk memungut sesuatu yang istilahnya potensial untuk perekonomian," ujar Aji saat dikonfirmasi, Kamis (8/12/2022).

Meski mengakui semakin marak, Aji menyebut sebenarnya pihaknya tak mendiamkannya saja. Namun, ketika parkir liar dibubarkan, para oknum ini tetap saja kembali lagi untuk membuka lahan parkir liar.

Baca Juga: Jadwal TV RCTI Minggu 29 Januari 2023: Ada Acara untuk Anak,Ikatan Cinta dan Preman Pensiun Tetap Tayang

"Kucing-kucingan itu. Sudah diusir, nongol lagi. Kita sebelumnya sudah lakukan penindakan," jelas Aji.

Tak hanya itu, bahkan ada juga oknum jukir liar mengenakan seragam Dishub yang dijual bebas di toko pakaian. Tujuannya agar mendapatkan kepercayaan masyarakat atau mengelabui petugas.

"Namanya seragam-seragam parkirkan bisa dibeli. Di (kawasan) Senen pun banyak, kan," ucap dia.

"Tapi, kalau menemukan jukir tidak terdaftar dan bukan jukir resmi, akan kita tindak dan dilakukan pembinaan. Dalam penertiban itu kan kita bawa, juga didampingi oleh teman-teman kepolisian," pungkas Aji.

Sebelumnya, Pengamat transportasi, Azaz Tigor Nainggolan memperkirakan pendapatan parkir liar di Jakarta jumlahnya mencapai ratusan miliar rupiah. Menurutnya hal ini tidak boleh dibiarkan terus terjadi.

Baca Juga: Takut Mati, Pendakwah Bertato Ungkap Hal Mengerikan soal Matanya pada Denny Sumargo

Untuk perhitungannya, ia menyebut satu kali parkir liar di Jakarta bisa dikenakan tarif Rp10 ribu. Jika dikalikan dengan Satuan Ruang Parkir (SRP) yang diperkirakan sebanyak 16 ribu selama 8 jam sehari untuk satu tahun, maka pendapatannya bisa mencapai Rp460 miliar.