Presiden Peru Dimakzulkan, Digantikan oleh Wakil Presiden Dina Boluarte

Diana Mariska
Presiden Peru Dimakzulkan, Digantikan oleh Wakil Presiden Dina Boluarte
Presiden baru Peru, Dina Boluarte. (Cris BOURONCLE / AFP)

Kongres Peru secara resmi melantik Wakil Presiden Dina Boluarte sebagai pemimpin negara usai Pedro Castillo dimakzulkan.

Suara.com - Kongres Peru secara resmi melantik Wakil Presiden Dina Boluarte sebagai pemimpin negara usai Pedro Castillo dimakzulkan karena mencoba membubarkan Kongres demi mempertahankan kekuasaan.

Seperti dilaporkan oleh Warta Ekonomi pada Kamis (8/12), Castillo dicopot dari posisinya sebagai orang nomor satu di Peru melalui sidang pemakzulan. Ia sebelumnya diketahui mencoba mempertahankan kekuasaannya dengan berupaya membubarkan Kongres.

Dalam sidang itu, 101 anggota kongres mendukung pencopotannya, enam menolak, dan 10 lainnya menyatakan abstain.

Usai hasil ini, Wakil Presiden Dina Boluarte dilantik untuk menjabat sebagai Presiden Peru hingga tahun 2026, sekaligus menjadi perempuan pertama yang memegang posisi itu.

Baca Juga: 5 Negara Amerika Selatan yang Bisa Jadi Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Maret 2023

Boularte mengimbau masyarakat untuk secara kolektif mengatasi krisis politik yang melanda negeri itu, dan ia berjanji bahwa kabinetnya akan terdiri dari aliran-aliran politik yang berbeda.

Terkait pemakzulan Castillo, Boluarte mengkritik upaya mantan presiden itu untuk terus berkuasa dan menyebut upaya pembubaran Kongres sebagai “percobaan kudeta”.

Sebelumnya, Castillo mengatakan ia akan menutup Kongres secara sementara sekaligus menggelar “pemerintahan pengecualian” serta menyelenggarakan pemilihan legislatif yang baru.

Akibat pernyataan ini, sejumlah menterinya mengumumkan pengunduran diri; oposisi dan sekutu juga menuduh Castillo berupaya melakukan kudeta.

Polisi dan Angkatan Bersenjata juga mengeluarkan peringatan agar Castillo tidak berusaha membubarkan Kongres karena hal itu tidak konstitusional.

Baca Juga: Demo Berdarah Berminggu-minggu Di Peru, 60 Orang Tewas

Usai dimakzulkannya sang mantan presiden, di Lima, puluhan orang mengibarkan bendera dan merayakan peristiwa itu. Sementara itu, di wilayah lain, warga menyampaikan dukungan mereka kepada Castillo.

Kantor pemerintahan dan Kongres di Lima kini dilindungi barikade baja, dan puluhan petugas polisi berjaga-jaga dengan mengenakan helm dan tameng.