Solo Kota Ramah dan Bertoleransi

Fabiola Febrinastri

Selasa, 13 Desember 2022 | 17:40 WIB
Solo Kota Ramah dan Bertoleransi
Masjid Agung Surakarta. (Dok: Istimewa)

Suara.com - Indonesia memiliki beberapa kota yang dikenal sangat toleran, salah satunya adalah Kota Solo, Jawa Tengah, yang pernah mendapatkan Indeks Kota Toleran pada tahun 2021. Kota ini merupakan kota besar di Jawa Tengah yang menunjang kota-kota lainnya, seperti Semarang dan Yogyakarta.

Memiliki kemajemukan beragama yang menonjol adalah ciri khas dari kota yang memiliki lima kecamatan dan lima puluh empat kelurahan ini. Tampak dari bangunan-bangunan tua yang terjaga kelestariannya serta rumah-rumah ibadah dan lembaga pendidikan berbasis ragam agama, yang terletak dalam radius beberapa meter saja.

Kota Solo atau sering juga disebut Surakarta, dipimpin oleh Wali Kota Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo. Hari ini, wajah Kota Solo lebih semarak ketimbang hari lainnya.

Momen akhir tahun yang hanya tersisa beberapa hari ke depan, membuat Kota Solo kian berseri menghias diri. Tim media kami mendapati banyak ornamen menyerupai pohon Natal berupa replika pohon cemara berhiaskan lampu berwarna-warni di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, seputar Balai Kota Solo, Sabtu (10/12/2022).

Sementara itu, di area yang sama terdapat juga dekorasi berbentuk lampion-lampion yang menggantung menambah molek pemandangan kota berusia 76 tahun ini.

Banyak pelancong yang sengaja mengunjungi tempat-tempat ikonik di kota ini untuk menikmati akhir pekan bersama keluarga. Kawasan yang paling diminati para wisatawan adalah Keraton Surakarta, Masjid Agung, Vihara Dharma Sundara, yang semuanya memiliki keistimewaan dan memberikan pengalaman wisata religi serta wisata budaya yang menarik.

Tak heran jika Kota Solo mendapatkan julukan Kota Toleran, karena selain warga masyarakatnya yang ramah, Solo juga merupakan kota yang nyaman untuk ditinggali, sebab tidak pernah menutup diri dan selalu terbuka untuk siapa saja yang ingin berkunjung.

Hal tersebut dibuktikan saat berkunjung ke Masjid Agung Surakarta, yang bernama asli Masjid Ageng Karaton Surakarta Hadiningrat, yang berada di kawasan Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon. Banyaki wisatawan asing  mengaku sudah berada di Kota Solo selama dua bulan lamanya.

Wisatawan asal China itu tidak bisa berbicara menggunakan bahasa Indonesia, sehingga tim kami memakai bahasa Inggris agar lebih mudah berkomunikasi dengan pria yang memperkenalkan dirinya bernama Han Shen tersebut.

baca juga

Han Shen, dalam keterangannya mengaku memasuki pelataran Masjid Agung menunggu dua temannya yang sedang melaksanakan salat. Diketahui, teman-teman Han Shen ternyata berkebangsaan Indonesia.

Bagi Han Sen, kehidupan muslim di Kota Solo sangat damai karena mereka saling menghargai satu sama lain. Ia mendengar kabar terkait isu terorisme yang pernah terjadi di sebuah kota di Indonesia dan dia sangat menyayangkan kejadian itu.

Very sad because many people get injured and get hurt at that time. I think every people’s live is expensive, we have to spread peace and love whatever their religion and their belief. Terorism activity is not good for life because we have to respect each other, I just don’t know why they hurting people," ungkap Han Shen mengenai gerakan radikal yang kerap melakukan teror.

Dia berharap, peristiwa serupa tidak terjadi lagi dikemudian hari.

Sementara teman-temannya menyelesaikan ibadahnya, pria berkacamata itu sangat penasaran dengan kondisi di dalam masjid, namun sayang Han Shen yang diketahui seorang non muslim itu tidak dapat memasuki ruang ibadah, sebab dirinya memakai celana pendek. Dia hanya dapat mengamati aktifitas ibadah salat dzuhur dari halaman dan beberapakali mengabadikan momen itu menggunakan ponselnya.

Terkait hal itu, Sekretaris Masjid Agung Surakarta, Ir. H. Abdul Basid yang dijumpai usai pelaksanaan ibadah salat dzuhur mengatakan, kunjungan wisatawan non muslim dibolehkan selama menggunakan pakaian yang layak dan kunjungannya tidak berpotensi mengganggu kegiatan ibadah.

Dia juga menjelaskan, Masjid Agung ini tidak sebatas melaksanakan ibadah sholat berjamaah dan syiar Islam saja, namun menurutnya, masjid yang dibangun oleh Raja Pakubuwono III pada tahun 1763 ini kerap menggelar forum diskusi lintas agama untuk mengedukasi masyarakat umum akan pentingnya toleransi antar umat beragama.

“Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk merawat kerukunan. Islam itu rahmatan lil’alamin (pembawa rahmat, cahaya dan keberkahan bagi alam semesta). Kami merangkul Forum Lintas Agama dan beberapa organisasi lainnya untuk meningkatkan wawasan terkait tradisi serta meningkatkan solidaritas dan toleransi untuk menangkal gelombang radikalisme yang marak terjadi," kata Basid.

Basid menuturkan, kegiatan tersebut diharapkan dapat mengurangi potensi tindakan yang mencederai kerukunan antar umat beragama dan mampu meredam berkembangnya paham-paham negatif yang beredar di masyarakat.

“Di Masjid Agung ini, kami tidak boleh mengembangkan ajaran atau ceramah yang tidak mencerminkan moderasi beragama. Kalau ada pemuka agama ingin ceramah di sini, maka kita biasanya akan diseleksi terlebih dulu. Penting untuk berkonsultasi dengan pihak Keraton Surakarta, dengan Pemerintah, Dewan Masjid Indonesia dan segenap pengurus Masjid Agung Surakarta agar terhindar dari peristiwa yang dapat menimbulkan kegaduhan. Yang berceramah di sini (Masjid Agung) tidak boleh menyerang ormas (organisasi masyarakat) lain. Kami juga tidak dibenarkan menyerang program-program pemerintah dan wajib mengedepankan ukhuwah Islamiyah," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita Lama Jokowi: Lamar Keliling Partai Buat Maju Wali Kota Solo, Semua Menolak hingga Diselamatkan FX Rudyatmo

Cerita Lama Jokowi: Lamar Keliling Partai Buat Maju Wali Kota Solo, Semua Menolak hingga Diselamatkan FX Rudyatmo

News | Senin, 12 Desember 2022 | 17:38 WIB

Kaesang Pangarep Masih Luang Unggah Foto Saat Kirab Ngunduh Mantu, Bikin Netizen Tepuk Jidat: Kok Bisa Sempat Ngetwit

Kaesang Pangarep Masih Luang Unggah Foto Saat Kirab Ngunduh Mantu, Bikin Netizen Tepuk Jidat: Kok Bisa Sempat Ngetwit

Mamagini | Minggu, 11 Desember 2022 | 10:54 WIB

Kaesang Sungkeman ke Jokowi dan Iriana, Kahiyang-Bobby Menahan Tawa Geli

Kaesang Sungkeman ke Jokowi dan Iriana, Kahiyang-Bobby Menahan Tawa Geli

Serang | Jum'at, 09 Desember 2022 | 16:29 WIB

Mengenal Dilan Cepmek, Fotonya Jadi Background Wawancara Gibran Rakabuming di TV

Mengenal Dilan Cepmek, Fotonya Jadi Background Wawancara Gibran Rakabuming di TV

News | Kamis, 08 Desember 2022 | 17:06 WIB

Mengurus Kartu Keluarga di Kabupaten Karanganyar Ribet, Warganet Ini Malah Komplain ke Gibran: Begitu Syulit

Mengurus Kartu Keluarga di Kabupaten Karanganyar Ribet, Warganet Ini Malah Komplain ke Gibran: Begitu Syulit

Joglo | Kamis, 08 Desember 2022 | 07:32 WIB

Jalanan Solo Ramai Ornamen Natal, Publik Terharu Sanjung Gibran

Jalanan Solo Ramai Ornamen Natal, Publik Terharu Sanjung Gibran

Mamagini | Sabtu, 03 Desember 2022 | 17:18 WIB

Terkini

Kemendagri Beri Insentif Rp3 Miliar untuk Pemda Berprestasi di Papua

Kemendagri Beri Insentif Rp3 Miliar untuk Pemda Berprestasi di Papua

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:53 WIB

Prabowo: Tak Boleh Ada Daerah Tertinggal karena Jalan Rusak dan Akses Terbatas

Prabowo: Tak Boleh Ada Daerah Tertinggal karena Jalan Rusak dan Akses Terbatas

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:48 WIB

Istana Monitor Dugaan Suap Pengurus BEM UBK Usai Demo dan Bertemu Wapres

Istana Monitor Dugaan Suap Pengurus BEM UBK Usai Demo dan Bertemu Wapres

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:45 WIB

Hak Hidup Dirampas! Kemenham: Penyekapan Perempuan 3 Tahun di Bandung Pelanggaran HAM Serius

Hak Hidup Dirampas! Kemenham: Penyekapan Perempuan 3 Tahun di Bandung Pelanggaran HAM Serius

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:33 WIB

Terungkap di Forum Mahasiswa, Begini Kronologi Terbongkarnya Kasus Dugaan Suap BEM UBK

Terungkap di Forum Mahasiswa, Begini Kronologi Terbongkarnya Kasus Dugaan Suap BEM UBK

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:25 WIB

Kim Jong Un Ketar-ketir Tahu Kapal Selam Nuklir Korea Selatan: Korut Harus Tambah Senjata!

Kim Jong Un Ketar-ketir Tahu Kapal Selam Nuklir Korea Selatan: Korut Harus Tambah Senjata!

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:08 WIB

Rp20 Juta Dibagi Tujuh Orang, Ini Rincian Aliran Dana Suap yang Guncang BEM UBK

Rp20 Juta Dibagi Tujuh Orang, Ini Rincian Aliran Dana Suap yang Guncang BEM UBK

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

Konflik PT Mayawana Disorot: Kuburan Digusur, Warga Dipidana, Rantai Pasok APRIL Group Dipertanyakan

Konflik PT Mayawana Disorot: Kuburan Digusur, Warga Dipidana, Rantai Pasok APRIL Group Dipertanyakan

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

Bom Molotov di Koja Dipicu Cemburu, Ibu Bonceng Anak Jadi Korban Salah Sasaran

Bom Molotov di Koja Dipicu Cemburu, Ibu Bonceng Anak Jadi Korban Salah Sasaran

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:59 WIB

Mikroplastik dan Ledaka Alga Berbahaya: Bagaimana Polusi Plastik Ganggu Keseimbangan Ekosistem

Mikroplastik dan Ledaka Alga Berbahaya: Bagaimana Polusi Plastik Ganggu Keseimbangan Ekosistem

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:58 WIB