'Tampar' Luhut Soal OTT, Adhie Massardi: Lihat Kasus Sambo! Bangsa Ini Nyaris Tak Punya Etika Kekuasaan

Ruth Meliana Dwi Indriani

Jum'at, 23 Desember 2022 | 09:57 WIB
'Tampar' Luhut Soal OTT, Adhie Massardi: Lihat Kasus Sambo! Bangsa Ini Nyaris Tak Punya Etika Kekuasaan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. [Istimewa]

Suara.com - Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie M Massardi mengkritisi omongan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan soal operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tak cuma Luhut, ia juga menyesalkan sikap Menko Polhukam Mahfud MD yang dinilai mendukung pernyataan Luhut.

Tak sembarang bicara, Adhie berkaca pada pengalaman di masa lalu saat Luhut dan Mahfud MD sama-sama menjadi anak buah Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Saat menjadi menteri di Kabinet Persatuan Nasional (1999-2001), Adhie menilai Luhut dan Mahfud terlalu sibuk mengurus kementerian mereka.

Akibatnya, keduanya disebut jarang bertemu dengan Presiden Gus Dur. Situasi itu, lanjut Adhie, membuat mereka menjadi kurang mendapatkan pengarahan dari Gus Dur, khususnya terkait persoalan demokrasi, antikorupsi dan masalah mayoritas masyarakat.

Karena itu, Adhie tidak heran jika sekarang menilai sikap Luhut dan Mahfud tampak kurang dalam persoalan demokrasi dan korupsi. Meski demikian, ia tetap meminta agar masyarakat memaafkan kedua menteri Presiden Joko Widodo itu, karena pernyataan mereka dinilai tidak seburuk yang dibayangkan.

“Jadi menurut saya, dalam perkara demokrasi dan korupsi, artikulasi mereka (Luhut dan Mahfud) kurang pas dengan suasana kebatinan masyarakat," kata Adhie seperti dikutip dari Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Jumat (23/12/2022).

"Publik sebaiknya memaafkan mereka. Percayalah, apa yang diucapkan LBP dan Mahfud MD tidak seburuk yang diduga banyak orang,” sambung Ketua Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ini.

Dalam kesempatan ini, Adhie juga menyoroti pernyataan Luhut dan Mahfud yang sama-sama ingin meningkatkan pencegahan korupsi melalui digitalisasi, alih-alih dikagetkan dengan OTT KPK.

"Tak salah dong Pak Luhut. Daripada kita selalu dikagetkan oleh OTT lebih baik dibuat digitalisasi dalam pemerintahan agar tak ada celah korupsi. Kan memang begitu arahnya,” tulis Mahfud MD melalui akun Twitternya.

Adhie sendiri tidak membantah jika digitalisasi berpotensi menutup celah korupsi. Namun, ia tetap mengingatkan bagaimana liciknya pejabat Indonesia yang bisa menembus "gorong-gorong untuk nyolong".

baca juga

Menurutnya, inti persoalan dalam memberantas korupsi ada di mekanisme rekrutmen dan langkanya keteladanan dari pimpinan tertinggi. Ia pun mencontohkan kasus Ferdy Sambo yang bisa melenyapkan barang bukti dan menyeret puluhan anggota kepolisian demi masalah pribadinya.

"Bangsa ini memang nyaris tidak memiliki etika kekuasaan. Lihat kasus Ferdy Sambo. Jangankan hanya digitalisasi, semua barang bukti bisa lenyap dan untuk memuluskan tindak pidana hampir seratus orang dari berbagai lapisan bisa dikerjasamakan. Ini kan gila!” tegas Adhie.

“Saya curiga justru dengan digitalisasi sistem itu membuat korupsi jadi kian senyap, kian sulit dideteksi. Apalagi di-OTT,” tandas Adhie.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kantor Emil Dardak Digeledah KPK, IG Arumi Bachsin Digeruduk Netizen

Kantor Emil Dardak Digeledah KPK, IG Arumi Bachsin Digeruduk Netizen

Entertainment | Jum'at, 23 Desember 2022 | 09:38 WIB

Hakim Marahi Sambo Soal Beri Perintah Kontradiktif: Tahu di Hukum Pidana Ada Pertanggungjawaban Atasan?

Hakim Marahi Sambo Soal Beri Perintah Kontradiktif: Tahu di Hukum Pidana Ada Pertanggungjawaban Atasan?

News | Jum'at, 23 Desember 2022 | 09:43 WIB

Ngeri, Celotehan Luhut Soal OTT Bisa Mengarah ke Obstruction of Justice

Ngeri, Celotehan Luhut Soal OTT Bisa Mengarah ke Obstruction of Justice

News | Jum'at, 23 Desember 2022 | 09:18 WIB

CEK FAKTA: KPK Resmi Miskinkan Menkeu Sri Mulyani Karena Korupsi BLBI, Benarkah?

CEK FAKTA: KPK Resmi Miskinkan Menkeu Sri Mulyani Karena Korupsi BLBI, Benarkah?

News | Jum'at, 23 Desember 2022 | 08:38 WIB

Blak-blakan! Rizal Ramli Sebut Muhaimin Iskandar dan Airlangga Hartarto Pasien Rawat Luar KPK

Blak-blakan! Rizal Ramli Sebut Muhaimin Iskandar dan Airlangga Hartarto Pasien Rawat Luar KPK

Joglo | Jum'at, 23 Desember 2022 | 07:12 WIB

Tanpa Didampingi Selvi Ananda, Ekspresi Gibran Dukung Jan Ethes Main Basket Dapat Sorotan Warganet

Tanpa Didampingi Selvi Ananda, Ekspresi Gibran Dukung Jan Ethes Main Basket Dapat Sorotan Warganet

Depok | Jum'at, 23 Desember 2022 | 06:00 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×