Bunuh Wanita Hamil dan 3 Anak dengan Martil, Seorang Pria Divonis Penjara Seumur Hidup

Diana Mariska | BBC | Suara.com

Senin, 26 Desember 2022 | 11:32 WIB
Bunuh Wanita Hamil dan 3 Anak dengan Martil, Seorang Pria Divonis Penjara Seumur Hidup
Pria Inggris yang membunuh perempuan hamil dan tiga anak kecil dengan martil dipenjara selamanya. (BBC)

Suara.com - Seorang pria yang membunuh pacarnya sendiri yang sedang hamil beserta dua anak pacarnya, dan satu anak lainnya, dihukum penjara selama hidupnya.

Damien Bendall menghabisi empat korbannya tersebut dengan martil di sebuah rumah di kawasan Derbyshire, Inggris, pada 2021.

Dia mengaku bersalah telah membunuh korban-korbannya, yaitu Terri Harris (35 tahun), putra Harris yaitu John Bennett (13 tahun), lalu putrinya yang bernama Lacey Bennett (11 tahun), serta teman main Lacey yaitu Connie Gent (11 tahun).

Pria 32 tahun ini juga mengaku bersalah telah memperkosa Lacey.

Bendall mengakui semua dakwaan terhadap dirinya dalam persidangan di Pengadilan Derby Crown, Rabu (21/12), tempat dia juga menerima vonis oleh hakim Justice Sweeney.

Peringatan: Artikel ini mengandung deskripsi kekerasan yang bisa membuat Anda merasa tidak nyaman.

Dia dihukum penjara seumur hidup yang berarti dia tak akan pernah dibebaskan dari jeruji besi, kecuali dalam kondisi sakit yang luar biasa.

Justice Sweeney berkata kepadanya, "Sebagaimana telah dikatakan oleh pihak penuntut, Anda melakukan serangan brutal, ganas dan kejam terhadap perempuan dan tiga anak kecil yang tak berdaya, di mana Anda menghabisi semuanya."

'Tidak ada peluang'

Harris dan anak-anaknya ditemukan tewas di sebuah rumah di Chandos Crescent, Killamarsh, Inggris, pada 19 September 2021. Mereka dibunuh satu hari sebelumnya, yaitu pada 18 September malam.

"Terdakwa menyerang mereka menggunakan sebuah martil. Ia memukuli kepala dan tubuh bagian atas korban-korbannya," kata jaksa penuntut, Louis Mably KC di pengadilan.

Mably mengatakan kepada majelis hakim, Bendall dan Harris memiliki hubungan asmara. Mereka saling kenal dan bertemu lewat aplikasi kencan, setelah hubungan Harris dan suaminya berakhir.

Polisi tiba di rumah tersebut pada 19 September pagi setelah mendapat informasi dari ibunya Bendall. Kata dia, Bendall menusuk diri sendiri.

Dari rekaman yang diputar pengadilan - kamera yang terpasang di badan petugas polisi - Bendall terlihat berbicara kepada petugas di luar rumah.

Ia berkata dengan tenang kepada petugas polisi yang datang, "Saya telah membunuh empat orang", dan "Saya akan kembali ke penjara".

Petugas polisi yang datang awalnya tidak percaya, kata Mably, sampai akhirnya petugas menemukan empat mayat di dalam rumah.

Pertama, polisi menemukan tubuh John terbaring telanjang di lantai kamar mandi, karena John hendak mandi sebelum diserang oleh Bendall.

Polisi kemudian menemukan mayat Harris dan putrinya di kamar tidur utama. Harris tergeletak di lantai, dan tubuh Lacey berada di atas kasur.

'Saya menggunakan martil'

Bukti forensik menunjukkan bahwa Bendall menyerang dan memperkosa Lacey di lantai bawah sebelum memindahkannya ke lantai atas, tempat bocah itu kembali diperkosa.

Dia juga menggunakan semacam pengikat di lehernya, dan hal ini berkontribusi terhadap kematiannya bersamaan dengan cidera di bagian kepala.

Connie, yang sedang menginap di rumah Lacey, juga ditemukan tewas di ruang kamar lainnya.

Bendall, yang berdasarkan keterangan di pengadilan mengaku berada di bawah pengaruh kokain dan ganja, meninggalkan rumah tersebut setelah melakukan pembunuhan.

Ia juga membawa konsol gim milik John untuk dijual, lalu uangnya dibelikan narkoba.

Dia ditangkap dan dibawa ke rumah sakit, tapi luka yang ia buat sendiri bisa ditangani hanya dengan beberapa jahitan.

Ia lalu diinterogasi oleh polisi. Kepada polisi dia berkata, "Saya menggunakan sebuah martil. Saya tidak sadar atas apa yang telah saya lakukan, sampai akhirnya saya berjalan ke kamar saya, dan melihat pacar saya, dan putri saya."

Bendall tahu, Harris sedang hamil saat ia bunuh, karena ia juga mengatakan kepada polisi, "Saya berani bertaruh, Anda tidak hanya menemukan empat korban di Killamarsh kan? Maksud saya, ada lima [korban]. Karena pacar saya itu sedang hamil."

Pernyataan dari korban yang diwakili oleh keluarganya telah dibacakan di pengadilan oleh pihak penuntut.

Angela Smith, ibu dari Harris mengatakan: "Terri, Lacey, dan John sangat berarti bagi saya, dan mereka adalah orang-orang paling berharga dalam hidup saya.

"Saya bahkan tidak punya kesempatan untuk memberi ciuman dan pelukan serta mengatakan saya mencintai mereka. Itu membuat hati saya remuk."

Dia juga mengenang cerita dari kedua cucunya itu, bahwa mereka takut monster saat masih kecil.

"Saya mengatakan pada mereka, tidak ada yang namanya monster. Tapi saya keliru," katanya.

Jason Bennett adalah ayah kandung dari John and Lacey. Ia mengatakan pembunuhan ini telah "menghancurkan dan mencerabut kehidupan saya".

"Saya hidup dalam mimpi buruk yang terus menerus," katanya. "Saya punya gambaran yang tertanam di dalam kepala bagaimana mereka meninggal, saya hidup bersama trauma, dan merasakan rasa sakit mereka; rasanya seperti hukuman yang berulang-ulang."

Dia mengenang bagaimana Lacey dan Connie berjualan permen yang hasilnya untuk disumbangkan. Ia menggambarkan putrinya itu sebagai anak "baik dan peduli".

"Bahkan, John benar-benar tak pernah melukai seekor lalat sekali pun. Kalau dia melihat seekor serangga di dalam rumah, dia akan mengeluarkannya dengan hati-hati," katanya.

Charles Gent, ayah Connie, mengatakan pembunuhan putrinya "benar-benar menghancurkan hidup saya".

"Orang yang melakukan kejahatan ini hanya bisa digambarkan sebagai iblis sesungguhnya, dan tak akan boleh bebas dari penahanan.

"Seperti keluarga korban dalam kasus ini yang tak akan pernah bisa bebas dari hukuman seumur hidup akibat kejahatan yang mengejutkan dan menjijikan ini. Dia melakukan kejahatan pada perempuan dan anak-anak yang tak berdaya," katanya.

Selama persidangan, Crown Prosecution Service (CPS) - badan publik yang melakukan penuntutan - membuat pernyataan bahwa hukuman penjara selamanya terhadap terdakwa dibutuhkan.

Hal ini disetujui oleh tim pengacara termasuk dari Bendall sendiri.

Salah satu pengacaranya, Vanessa Marshall KC mengatakan: "Petunjuknya sudah jelas, bahwa diperlukan hukuman selama hidupnya, sebagaimana kejahatannya, empat nyawa melayang, dan dalam keadaan yang begitu mengerikan."

Bendall sebelumnya mengakui bersalah atas empat tuduhan melakukan pembunuhan secara tidak sengaja. Ia menyangkal membunuh secara sengaja dan memerkosa. Artinya, ia diadili karena kejahatan ini, sampai akhirnya ia mengubah keterangan sebelumnya.

"Tim pengacara mengajukan teori di dalam persidangan, bahwa tindakan kliennya itu dikarenakan gangguan psikologis," kata Andrew Basxter, wakil ketua CPS.

"Selama proses persidangan, CPS mengajukan ahli medis sebagai saksi untuk menilai apakah argumentasi itu pantas, padahal tidak.

"Ketika semua sudut pandang medis dikerahkan, banyak bukti menunjukkan bahwa dia sudah membunuh empat korban tanpa adanya masalah psikologis saat melakukan aksinya, dan Bendall mengakui semua tuduhan itu."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Premier League is Back! Ini Prediksi Skor Brentford FC vs. Tottenham Hotspur

Premier League is Back! Ini Prediksi Skor Brentford FC vs. Tottenham Hotspur

Your Say | Senin, 26 Desember 2022 | 11:21 WIB

Kasus Ibu dan Bayi Tewas di Inhu Terungkap, Dihabisi 2 Anak Bawah Umur gegara Suara Motor

Kasus Ibu dan Bayi Tewas di Inhu Terungkap, Dihabisi 2 Anak Bawah Umur gegara Suara Motor

Riau | Senin, 26 Desember 2022 | 10:39 WIB

Perayaan Natal, Raja Charles III Tetap Berikan Pidato Keagamaan meski Kian Banyak Warganya yang Tidak Beragama

Perayaan Natal, Raja Charles III Tetap Berikan Pidato Keagamaan meski Kian Banyak Warganya yang Tidak Beragama

Lifestyle | Minggu, 25 Desember 2022 | 13:54 WIB

5 Film dan Series Paling Cocok untuk Kamu yang Ingin Belajar Aksen British

5 Film dan Series Paling Cocok untuk Kamu yang Ingin Belajar Aksen British

Your Say | Sabtu, 24 Desember 2022 | 08:38 WIB

Saking Berkuasanya, Chuck Putranto Takut Bertanya ke Sambo Saat Lihat Mayat Brigadir Yosua Tergeletak

Saking Berkuasanya, Chuck Putranto Takut Bertanya ke Sambo Saat Lihat Mayat Brigadir Yosua Tergeletak

News | Jum'at, 23 Desember 2022 | 14:59 WIB

20 Ucapan Selamat Natal Dalam Bahasa Inggris, Dari Paling Standar Sampai Bisa Untuk Bos di Kantor

20 Ucapan Selamat Natal Dalam Bahasa Inggris, Dari Paling Standar Sampai Bisa Untuk Bos di Kantor

Lifestyle | Jum'at, 23 Desember 2022 | 09:55 WIB

Terkini

Bandingkan Aturan Kuota Haji Muhadjir vs Gus Yaqut, KPK Temukan Anomali 'Separuh-separuh'

Bandingkan Aturan Kuota Haji Muhadjir vs Gus Yaqut, KPK Temukan Anomali 'Separuh-separuh'

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:20 WIB

Status Jabatan Sekda Tangsel Menggantung, BKN Didesak Segera Keluarkan Surat Pengukuhan

Status Jabatan Sekda Tangsel Menggantung, BKN Didesak Segera Keluarkan Surat Pengukuhan

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:51 WIB

KAI Tutup 7 Titik Maut Perlintasan Liar di Jakarta, Ini Daftar Lokasinya

KAI Tutup 7 Titik Maut Perlintasan Liar di Jakarta, Ini Daftar Lokasinya

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:39 WIB

Segera Naik Sidang, KPK Limpahkan Perkara Bupati Pati Sudewo ke Tahap Penuntutan

Segera Naik Sidang, KPK Limpahkan Perkara Bupati Pati Sudewo ke Tahap Penuntutan

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:38 WIB

'Jangan Kaget Bunda, HP Sudah Dibuang ke Laut', Pesan Terakhir Andi Angga Sebelum Ditangkap Israel

'Jangan Kaget Bunda, HP Sudah Dibuang ke Laut', Pesan Terakhir Andi Angga Sebelum Ditangkap Israel

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:37 WIB

Menhan Sjafrie Sebut Manfaat Batalyon Teritorial Pembangunan: Tumpas Begal Hingga Jadi Imam Masjid

Menhan Sjafrie Sebut Manfaat Batalyon Teritorial Pembangunan: Tumpas Begal Hingga Jadi Imam Masjid

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:34 WIB

Mengapa Rupiah Melemah Bikin Warga Desa Ikut Susah? Menepis Logika 'Orang Desa Tak Pakai Dolar'

Mengapa Rupiah Melemah Bikin Warga Desa Ikut Susah? Menepis Logika 'Orang Desa Tak Pakai Dolar'

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:31 WIB

Siap Tempuh Jalur Hukum, Anak Ahmad Bahar Beberkan Detik-detik Dibawa Paksa ke Markas GRIB

Siap Tempuh Jalur Hukum, Anak Ahmad Bahar Beberkan Detik-detik Dibawa Paksa ke Markas GRIB

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:29 WIB

Bareskrim Periksa Bertahap 321 Tersangka Judi Online Jaringan Internasional di Hayam Wuruk

Bareskrim Periksa Bertahap 321 Tersangka Judi Online Jaringan Internasional di Hayam Wuruk

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:21 WIB

Dijual Ahli Waris, Begini Upaya UGM Selamatkan Rumah Bersejarah Prof Sardjito

Dijual Ahli Waris, Begini Upaya UGM Selamatkan Rumah Bersejarah Prof Sardjito

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:19 WIB